• Home
  • /
  • Hati-Hati, Bukan Cuma dari Percikan Liur Saja Virus Campak Bisa Menyebar

Hati-Hati, Bukan Cuma dari Percikan Liur Saja Virus Campak Bisa Menyebar

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hati-Hati, Bukan Cuma Dari Percikan Liur Saja Virus Campak Bisa Menyebar

Halodoc, Jakarta - Sudah enggak asing kan dengan penyakit campak? Penyakit yang disebabkan oleh virus ini tak boleh dianggap remeh. Alasannya jelas, campak bisa menimbulkan komplikasi serius. Mulai dari dehidrasi, kejang, hingga gangguan pada sistem saraf dan jantung.

Nah, oleh sebab itu awasilah penyebaran virus campak. Tujuannya agar bisa terhindar dari penyakit ini. Lantas, bagaimana sih penyebaran virus campak dari pengidapnya ke orang lain?

Baca JugaBedanya Campak Biasa dan Campak Jerman

Dari Percikan Liur dan Benda yang Terkontaminasi

Seperti penjelasan di atas, biang keladi dari penyakit campak adalah virus nakal yang cenderung mudah menular. Virus campak ini ada di dalam percikan cairan yang dikeluarkan ketika pengidapnya bersin atau batuk. Nah, virus ini bisa menulari siapa pun yang menghirup percikan cairan tersebut.

Penularan virus campak juga bisa terjadi ketika seseorang menyentuh hidung atau mulut, setelah memegang benda yang telah terpercik air liur pengidapnya. Tak cuma itu saja virus campak juga bisa bertahan di permukaan benda selama beberapa jam dan menempel pada benda-benda lain.

Menurut ahli dalam National Institutes of Health - MedlinePlus, jika seseorang mengidap campak, 90 persen orang lain yang melakukan kontak dengan pengidapnya akan tertular campak. Namun, tingkat risiko ini bisa diperkecil bila mereka telah divaksinasi.

Jangan Takut dengan Vaksinasi

Pada tahun 2000, campak telah dieliminasi di Amerika Serikat (AS). Namun, orang yang tidak divaksinasi dan bepergian ke negara lain (yang banyak terdapat kasus campak), kembali ke AS dengan virus ini. Hal inilah yang menyebabkan wabah campak kembali muncul.

Sayangnya, beberapa orang tua di AS, tidak membiarkan anak-anak mereka divaksinasi. Alasannya, kekhawatiran yang tidak berdasar pada vaksin MMR yang melindungi tubuh dari campak, gondong, dan rubella. Katanya vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak.

Baca Juga: Hindari Tertular Campak dengan Vaksin

Padahal, menurut ahli dalam National Institutes of Health, penelitian besar terhadap ribuan anak tidak menemukan hubungan antara vaksin apapun dan autisme. Singat kata, organisasi kesehatan utama di Amerika Serikat, Inggris, dan di tempat lain mengatakan tak ada hubungan antara vaksin MMR dan autisme.  

Pola penyebara virus campak dan vaksinasi sudah, lalu, bagaimana dengan gejalanya?

Ruam sampai Mata Merah

Ketika menyerang tubuh, virus campak akan memunculkan ruam kemerahan di seluruh tubuh akibat infeksi. Umumnya, kondisi ini akan dibarengi dengan batuk, pilek, dan demam. Selain itu, ada beberapa gejala lainnya yang mungkin di alami pengidapnya. Misalnya:

  • Mata merah dan jadi sensitif terhadap cahaya.

  • Gejala menyerupai pilek, seperti sakit tenggorokan, batuk kering, dan hidung beringus.

  • Mengalami demam tinggi.

  • Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan.

  • Diare dan muntah-muntah.

  • Badan terasa lemas dan letih.

  • Sakit dan nyeri.

  • Tak bersemangat dan selera makan menurun.

  • Batuk kering.

  • Kelopak mata bengkak.

Hal yang perlu digarisbawahi, ada beberapa gejala yang tak boleh diabaikan. Nah, bila mengalami gejala-gejala di bawah ini, segeralah temui dokter untuk mendapatan penanganan yang tepat.

  • Sesak napas.

  • Batuk darah.

  • Linglung.

  • Kejang.

  • Nyeri dada.

Awasi Komplikasi dan Kelompok yang Rentan

Seperti penjelasan di atas, bila tak segera diobati campak bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Komplikasi yang bisa timbul, seperti bronkitis, radang pada telinga, infeksi otak (ensafalitis), dan infeksi paru-paru (pneumonia). Lalu, siapa sih yang rentan mengalami komplikasi ini?

Baca Juga: Hati-Hati Kalau Ibu Hamil Kena Campak

  • Seseorang yang mengidap penyakit kronis.

  • Memiliki sistem imun yang lemah.

  • Bayi berusia di bawah satu tahun.

  • Anak-anak dengan kondisi kesehatan yang buruk.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Measles.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Measles.
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Measles.