Awas, Begini Pola Penyebaran Virus Campak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Awas, Begini Pola Penyebaran Virus Campak

Halodoc, Jakarta - Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus mudah menular. Penyebaran virus campak terjadi melalui batuk dan bersin sebab virus ini hidup di lendir hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi. Selain itu, virus dapat hidup hingga dua jam di udara, sehingga apabila seseorang yang sehat menghirup udara yang terkontaminasi virus campak, maka ia akan tertular. Selain itu, jika seseorang menyentuh permukaan yang terinfeksi, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka, mereka dapat terinfeksi.

Campak adalah penyakit yang menular sehingga jika satu orang memilikinya, 90 persen orang yang dekat dan orang yang tidak kebal juga mudah terinfeksi. Orang yang terinfeksi dapat menyebarkan virus campak kepada orang lain dari empat hari sebelum hingga empat hari setelah ruam muncul.

Vaksin Campak

Sejauh ini, imunisasi adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus campak. Berkat vaksin measles-mumps-rubella (MMR), virus ini sebagian besar telah dimusnahkan. Namun, bukan berarti tidak ada lagi yang terkena campak, risiko selalu ada. Vaksin MMR berhasil atau efektif setelah pemberian sebanyak dua dosis. Dokter merekomendasikan anak-anak mendapatkan dosis pertama ketika mereka berusia antara 12 dan 15 bulan, dan yang kedua antara 4 dan 6 tahun.

Selain itu, vaksin ini tergolong aman bagi kebanyakan orang. Beberapa orang seperti wanita hamil, orang dengan sistem kekebalan yang lemah (akibat penyakit leukemia dan TBC), dan mereka yang alergi zat tertentu tidak bisa mendapatkan vaksin ini. Akibatnya, mereka mudah terserang virus ini.

Baca Juga: Hati-Hati Kalau Ibu Hamil Kena Campak

Selain menyebabkan muncul ruam di beberapa bagian tubuh, pengidap campak berpotensi alami pembengkakan pada kelenjar getah bening yang terletak di leher. Banyak gejala yang ditimbulkan jika seseorang mengalami penyakit campak seperti mata yang memerah, memiliki tanda seperti mengalami flu yaitu radang tenggorokan, hidung yang selalu mengeluarkan cairan dan hidung tersumbat, serta demam dan terdapat bercak putih keabu-abuan pada mulut atau tenggorokan.

Jumlah kasus campak sebetulnya menurun secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir karena imunisasi. Namun, penyakit ini masih terjadi terutama pada anak yang tidak divaksinasi. Beberapa orang tua memilih untuk tidak memvaksinasi anak-anak mereka karena takut bahwa vaksin berdampak buruk. Sebagian besar anak-anak dan orang dewasa yang menerima vaksin campak tidak mengalami efek samping.

Baca Juga: Hindari Tertular Campak dengan Vaksin

Dalam kasus yang jarang terjadi, vaksin ini dikaitkan dengan kejang, tuli, kerusakan otak, dan koma. Penting untuk dicatat efek samping dari vaksin campak ini terjadi kurang dari 1 dari setiap satu juta dosis vaksin yang diberikan. Beberapa orang tua percaya vaksin campak menyebabkan autisme pada anak-anak. Selain itu, kekurangan vitamin A adalah faktor risiko untuk campak. Anak-anak yang konsumsi sedikit vitamin A dalam makanan memiliki risiko lebih tinggi terkena virus campak.

Baca Juga: Bedanya Campak Biasa dan Campak Jerman

Penyebaran virus campak cepat dan gejalanya yang sering terlambat disadari, untuk itu segera temui dokter jika mengalami tanda-tanda dari penyakit campak. Pertolongan pertama sangat penting untuk mencegah komplikasi penyakit yang lebih serius.

Jika ragu dan butuh saran dokter, coba sampaikan keluhan awal seputar masalah kesehatan atau kecurigaan campak pada dokter di aplikasi Halodoc. Hubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi beli obat dan tips menjaga kesehatan dari dokter terpercaya. Yuk, segera download di App Store dan Google Play!