16 July 2018

BAB Cair Belum Tentu Diare Biasa

tanda diare, penyebab diare, penyebab bab cair, bab cair

Halodoc, Jakarta - Diare adalah masalah yang umum dialami oleh masyarakat Indonesia. Diare ditandai dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang meningkat, serta feses yang cair. Meski begitu, ternyata BAB cair tidak selalu menjadi tanda diare biasa, lho. Ada masalah pencernaan lainnya yang juga ditandai dengan BAB cair. Namun, karena diare adalah masalah pencernaan yang cukup sering dialami oleh orang Indonesia, BAB cair sering diidentikkan dengan diare.

Kondisi BAB cair biasanya disertai gejala lain, seperti sakit perut, mual, hingga muntah-muntah pada kasus tertentu. Jika kamu mengalami gejala tersebut, belum tentu kamu terserang diare biasa. Definisi diare menurut organisasi kesehatan dunia WHO, adalah ketika frekuensi buang air besar cair mencapai tiga kali atau lebih dalam sehari, atau frekuensi BAB lebih sering dari biasanya.

Penting untuk diingat, frekuensi BAB lebih dari tiga kali, tapi feses masih padat bukan merupakan gejala diare. Feses bayi menyusui yang cenderung lembek juga tidak menandakan serangan diare.

Baca juga: Suka Jajan Sembarangan? Hati-Hati Disentri

Penyebab diare sendiri adalah infeksi bakteri, virus, dan organisme parasit di dalam sistem pencernaan kita. Penyebarannya bisa dari air yang terkontaminasi oleh feses, atau kebersihan makanan yang kurang terjaga. Bakteri yang umumnya menyebabkan diare adalah Escherichia coli, Campylobacter, Salmonella, and Shigella.

Selain sebagai tanda diare, BAB cair juga merupakan gejala atau akibat dari kondisi berikut.

1. Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa adalah masalah pencernaan yang disebabkan karena ketidakmampuan tubuh untuk mencerna laktosa akibat kurangnya enzim laktase. Enzim laktase sendiri diproduksi oleh sel-sel usus halus bernama enterosit. Seseorang yang memiliki intoleransi laktosa akan memiliki BAB cair ketika mengonsumsi makanan yang memiliki laktosa, seperti susu sapi dan produk turunannya.

2. Efek Samping Obat

Ada kalanya obat menimbulkan efek samping diare. Tapi diare ini bukanlah diare biasa yang disebabkan oleh bakteri, melainkan sebagai efek samping dari obat yang sedang dikonsumsi. Beberapa jenis obat yang memicu diare adalah antasida yang mengandung magnesium, atau lebih dikenal sebagai obat mag. Antibiotik tertentu, seperti antibiotik golongan penisilin, cephalosporin dan fluorokuinolon juga memicu efek samping diare. Pengobatan kanker juga ada yang memicu diare.

3. Hipertiroidisme 

Hipertiroidisme adalah kondisi ketika seseorang memiliki kadar hormon tiroid yang tinggi dalam tubuh, sehingga memengaruhi metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh makin cepat akibat tingginya hormon tiroid. Kondisi ini bisa berpengaruh pada sistem pencernaan dan menyebabkan BAB cair.

Baca juga: 5 Macam Penyakit Perut yang Sering Terjadi

4. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

BAB cair dengan frekuensi tinggi juga bisa jadi salah satu gejala dari Irritable Bowel Syndrome atau IBS. IBS adalah penyakit pencernaan jangka panjang yang menyerang kinerja otot usus besar. Usus besar sendiri berfungsi untuk menyerap air dari sisa makanan yang tidak bisa dicerna usus halus. Ia juga berkontraksi untuk mendorong sisa makanan tersebut untuk keluar.

Pengidap IBS memiliki kontraksi otot usus besar yang tidak normal. Ada dua kemungkinan, kemungkinan pertama, kontraksi otot besar terlalu lambat atau lemah, sehingga pengidap IBS sering mengalami sembelit atau konstipasi. Kemungkinan kedua, kontraksi otot terlalu sering dan menyebabkan diare.

Baca juga: Latrophobia, Ketakutan Berlebihan pada Dokter

Jika kamu mengalami diare, cobalah perhatikan lebih jauh gejalanya. Karena bisa jadi BAB cair yang kamu alami adalah tanda diare yang disebabkan oleh masalah kesehatan lain. Lebih mudah hubungi dokter lewat aplikasi Halodoc dengan Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi beli obat dan tips menjaga kesehatan dari dokter terpercaya. Kamu juga bisa membeli obat dan vitamin lewat Halodoc, lho! Pesanan kamu akan dikirim ke tujuan dalam satu jam. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!