• Home
  • /
  • Bahaya Kutu Air yang Bikin Kaki “Nggak” Nyaman

Bahaya Kutu Air yang Bikin Kaki “Nggak” Nyaman

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Bahaya Kutu Air yang Bikin Kaki “Nggak” Nyaman

Halodoc, Jakarta – Meskipun terlihat sepele, ternyata kutu air atau tinea pedis bisa mengakibatkan infeksi kulit jika tidak segera mendapatkan penanganan. Penyakit kulit satu ini bisa menyerang bagian tubuh lainnya, mulai dari tangan, punggung, hingga pangkal paha dengan penularan yang amat cepat. Ngeri, ya?

Baca juga: Ini Bedanya Kutu Rambut dan Kutu Air

Nah, kaki yang lembap dan basah biasanya menjadi tempat terbaik untuk jamur berkembang biak. Inilah yang membuat kaki dengan mudah terserang kutu air. Tidak ada salahnya untuk memilih bahan kaos kaki yang tepat agar kondisi kaki tidak mudah lembap. Yuk, ketahui lebih banyak mengenai kondisi kutu air agar terhindar dari komplikasi yang disebabkan kutu air.

Bahaya Kutu Air yang Dapat Dialami

Gejala awal yang akan dirasakan ketika kaki terkena kutu air adalah gatal yang diikuti dengan muncul selaput warna putih mirip sisik di sela-sela jari kaki. Dilansir dari Harvard Medical School, jika sudah terinfeksi dan semakin parah, sela kaki akan pecah dan mengelupas serta menimbulkan rasa perih, terlebih ketika bersentuhan langsung dengan air. Jika didiamkan, kuku kakimu menjadi tebal dan luka tersebut bisa berubah menjadi borok.

Jamur yang menyebabkan penyakit kurap pada kulit menjadi penyebab utama munculnya kutu air atau yang sering disebut penyakit kaki atlet ini.  Penularannya sangat cepat, maka kamu tidak disarankan berjalan tanpa alas kaki jika sedang terkena kutu air, karena mudah menyebabkan kontaminasi.

Tidak hanya itu, dilansir dari situs halaman Medscape, kutu air berbahaya karena bisa mengakibatkan komplikasi pada kesehatan kulit, seperti selulitis, pyoderma, limfangitis dan osteomyelitis.

Baca juga:  6 Tips Atasi Bau Kaki yang Harus Ditiru

Mengobati Kutu Air yang Mengganggu

Pasti tidak nyaman rasanya beraktivitas dengan kaki gatal, perih, dan bau tidak sedap. Namun, kamu tidak perlu khawatir, lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat atau gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung mengenai penanganan terhadap kutu air.

Dilansir dari Harvard Medical School, umumnya dokter melakukan pengobatan dengan penggunaan krim antijamur pada kaki yang mengalami kutu air. Namun, untuk mencegah kutu air kembali mengganggu kesehatan, lakukan beberapa pencegahan agar terhindar dari kutu air.

Lakukan tips ini untuk mencegah kutu air, seperti yang dikutip dari Advancing Foot and Ankle Medicine and Surgery:

  • Selalu jaga kebersihan kaki. Cuci kaki setiap selesai beraktivitas dan jangan lupa pastikan kaki kering sepenuhnya;

  • Hindari berkegiatan tanpa alas kaki di lokasi yang terdapat genangan air, misalnya kamar mandi umum;

  • Cuci sepatu minimal satu bulan sekali untuk mengusir bakteri dan jamur yang bersarang di dalamnya;

  • Tidak hanya sepatu, kaos kaki yang kamu pakai juga harus diganti, minimal setiap dua hari sekali;

  • Agar kaki tidak berkeringat, sepatu yang kamu kenakan sebaiknya terbuat dari bahan yang memungkinkan kaki bisa bernapas, misalnya kulit. Hindari menggunakan sepatu berbahan plastik terlebih jika kamu melakukan aktivitas yang menuntut banyak gerakan. Tidak ada salahnya untuk gunakan bedak khusus kaki agar produksi keringat dapat dikurangi;

  • Gunakan sepatu yang ringan dan memiliki sirkulasi udara yang baik;

  • Jangan berbagi sepatu dengan orang lain.

Baca juga: Bikin Ganggu, Cari Tahu 4 Penyebab Bau Kaki

Nah, sudah tahu kan bagaimana bahaya kutu air yang mengendap di sela-sela jari kaki? Jika kutu air yang menyerang kaki sudah dalam keadaan yang parah, segera diskusikan ke dokter, ya. Kamu bisa memanfaatkan fitur interaksi dengan dokter di aplikasi Halodoc. Aplikasi ini juga bisa kamu gunakan untuk membeli obat dari smartphone, lho. Yuk, download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Advancing Foot and Ankle Medicine and Surgery. Diakses pada 2019. Athlete’s Foot
Medscape. Diakses pada 2019. Tinea Pedis
Harvard Medical School. Diakses pada 2019. Athelete’s Foot