• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahu Sering Nyeri dan Kaku, Hati-Hati Frozen Shoulder

Bahu Sering Nyeri dan Kaku, Hati-Hati Frozen Shoulder

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu merasa nyeri dan kaku pada bahu? Rasa sakit mungkin akan terasa semakin parah setelah mengangkat sesuatu yang berat, misalnya tas ransel. Akibat kondisi ini, terkadang seseorang jadi sulit untuk beraktivitas sehari-hari. Jika iya, bisa jadi kamu mengalami frozen shoulder. 

Frozen shoulder adalah kondisi kaku dan tercatat sebagai kasus ortopedi yang sering dijumpai. Kondisi ini menyebabkan nyeri dan terbatasnya pergerakan di bahu. Kondisi ini dapat terjadi setelah cedera atau efek samping dari penyakit, seperti diabetes atau stroke. Jaringan di sekitar sendi menjadi kaku, muncul jaringan parut, dan gerakan bahu menjadi sulit dan menyakitkan. Kondisi ini biasanya datang perlahan, kemudian hilang perlahan selama satu tahun atau lebih.

Baca juga: Sakit Pada Sendi saat Bergerak Hati-Hati Bursitis

Apa Saja Gejala dari Frozen Shoulder?

Selain perkembangannya yang terhitung lambat, frozen shoulder umumnya terjadi dalam tiga tahap, yaitu:

  • Tahap Pembekuan. Tahapan ini bisa berlangsung selama 2-9 bulan. Setiap gerakan bahu menyebabkan rasa sakit, dan rentang gerakan bahu mulai menjadi terbatas.

  • Tahap Beku. Nyeri mungkin mulai berkurang selama tahap ini. Namun, bahu menjadi lebih kaku, dan menggunakannya menjadi lebih sulit. Setidaknya membutuhkan 4-12 bulan pada tahapan ini.

  • Tahap Pencairan. Rentang gerakan di bahu pun lama-kelamaan akan membaik. Tahapan ini berlangsung selama 6-9 bulan.

Bagi sebagian orang, rasa sakitnya bisa semakin memburuk di malam hari hingga mengganggu tidur. Segera periksakan ke rumah sakit jika kamu merasakan gangguan pada bahu yang mengganggu. Kamu juga bisa dengan mudah buat janji dengan dokter melalui Halodoc, dengan begini, perawatan yang tepat pun bisa segera diberikan.

Baca juga: Pegawai Kantoran Rentan Terkena Radang Sendi

Apa Penyebab dan Faktor Risiko Frozen Shoulder?

Melansir dari studi yang ditulis dalam Stanford Health Care, frozen shoulder dapat berkembang ketika seseorang berhenti menggunakan sendi secara normal karena rasa sakit, cedera, atau kondisi kesehatan kronis, seperti diabetes atau stroke.

Setiap masalah pada bahu juga bisa sebabkan frozen shoulder jika kamu tidak menjaga rentang gerak penuh. Beberapa faktor ini juga meningkatkan risiko seseorang alami frozen shoulder, yaitu: 

  • Usai jalani operasi atau cedera.

  • Berusia 40 hingga 70 tahun.

  • Lebih sering pada wanita (terutama pada wanita pascamenopause) daripada pada pria.

  • Mengidap penyakit kronis.

Baca juga: Nyeri Sendi Harusnya Lebih Aktif Bergerak 

Bagaimana Cara Mengatasi Frozen Shoulder?

Perawatan untuk frozen shoulder dimulai dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan dipaparkan sumber panas ke daerah yang terkena, diikuti dengan peregangan ringan.

Es dan obat-obatan (termasuk injeksi kortikosteroid) juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Terapi fisik dapat membantu meningkatkan rentang gerak. Kondisi ini memakan waktu satu tahun atau lebih untuk menjadi lebih baik.

Jika perawatan di atas tidak membantu, operasi bisa dilakukan untuk melonggarkan beberapa jaringan ketat di sekitar bahu. Dua tindakan operasi akan dilakukan.

Pada operasi pertama, yang disebut manipulasi di bawah anestesi, kamu akan ditidurkan kemudian lengan dipindahkan ke posisi yang tepat untuk meregangkan jaringan yang ketat. Operasi lain menggunakan arthroscopy dapat dilakukan untuk memotong jaringan yang ketat dan jaringan parut. Operasi ini pun bisa dilakukan bersamaan.

Bagaimana Cara Mencegah Frozen Shoulder?

Salah satu penyebab frozen shoulder yang paling umum adalah jarang bergerak yang mungkin terjadi selama pemulihan dari cedera bahu, patah lengan, atau stroke. Jika kamu mengalami cedera yang membuat sulit untuk menggerakkan bahu, bicarakan dengan dokter tentang latihan yang dapat dilakukan untuk mempertahankan rentang gerakan di sendi bahu. 

Referensi:
Stanford Health Care. Diakses pada 2020. Frozen Shoulder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Frozen Shoulder.