29 October 2018

Bahu Sering Nyeri dan Kaku, Hati-Hati Frozen Shoulder

Bahu Sering Nyeri dan Kaku, Hati-Hati Frozen Shoulder

Halodoc, Jakarta - Rasa nyeri dan kaku yang menyerang bahu memang membuat seseorang jadi sulit untuk beraktivitas sehari-hari. Kata ahli, kekakuan di bahu atau biasa disebut frozen shoulder ini merupakan kasus ortopedi yang sering dijumpai.

Kondisinya ditandai dengan hilangnya kemampuan gerak bahu aktif dan pasif secara bertahap. Sama halnya dengan masalah nyeri lainnya, umumnya frozen shoulder menyerang mereka yang berusia 40—70 tahun. Namun, masalah yang satu ini umumnya lebih mudah terjadi ke perempuan.

Nyeri yang bisa membuat kekuatan dan daya tahan otot bahu berkurang ini, kebanyakan muncul dan memburuk secara bertahap. Namun yang bikin resah, jangka waktunya bisa berlangsung selama 1—3 tahun. Cukup lama, bukan?

Gejala Frozen Shoulder

Sakit dan nyeri bahu yang bisa terjadi pada masa pemulihan setelah operasi (stroke atau mastektomi) ini, punya gejala-gejala yang terlihat jelas. Saat frozen shoulder menyerang, seseorang akan mengalami rasa sakit di sekitar bahunya. Mula-mula pada tulang sendi bahu dan menyebar ke area sekitarnya, termasuk tulang klavikula dan belikat. Nah, rasa sakit ini nantinya bisa menyebar ke otot-otot lengan. Bahkan, pengidapnya bisa mengalami rasa sakit saat sedang beristirahat di malam hari.

Singkat kata, frozen shoulder ini akan sangat mengganggu aktivitas pengidapnya. Terutama ketika berpakaian, tidur, atau berkendara. Jangankan melakukan ketiga hal di atas, untuk menggaruk punggung atau merogoh kantong belakang pun amat menyulitkan.

Namun yang perlu diingat, dalam beberapa kasus gejala nyeri bahu ini cenderung akan memburuk, terutama di malam hari. Nah, gejala penyakit ini sendiri bisa berkembang perlahan dalam tiga tahap, yaitu:

  • Tahap pertama (freezing stage). Bahu pengidapnya akan terasa nyeri tiap digerakkan. Periode yang bisa berlangsung selama 2-9 bulan ini juga bisa membuat pergerakan bahu jadi terbatas.

  • Tahap kedua (frozen stage). Nyerinya mulai berkurang, tetapi bahu menjadi semakin kaku atau tegang sehingga sukar digerakkan. Periode ini dapat berlangsung selama empat bulan hingga satu tahun.

  • Tahap ketiga (thawing stage). Pada tahap ini, gerakan bahu akan mulai membaik. Tahap ini kebanyakan akan terjadi dalam satu hingga tiga tahun.

Gegara Jaringan Parut dan Enzim

Untuk mengetahui penyebab masalah bahu ini, kita perlu tahu sedikit mengenai organ tersebut. Bahu sendiri memiliki kapsul pelindung berupa jaringan yang saling berhubungan. Nah, kapsul inilah yang melindungi tulang, ligamen, dan tendon di bahu. Lalu, apa yang menyebabkan frozen shoulder?

Kata ahli, kondisi ini akan terjadi karena jaringan parut membuat kapsul pelindung menebal dan menempel di sekitar sendi bahu, sehingga membatasi pergerakan bahu. Meski begitu, para ahli belum mengetahui secara pasti hal yang menyebabkan jaringan parut tersebut terbentuk.

Selain masalah jaringan parut, beberapa ahli menduga adanya beberapa protein, seperti enzim matriks metalloproteinase (MMP) dan inhibitornya, tissue inhibitor of metalloproteinase (TIMP), terkait kelainan ini. Namun seperti hal di atas, belum ada faktor yang secara langsung terbukti sebagai penyebab kekakuan sendi bahu.

Untungnya, meski butuh bertahun-tahun, tapi sekitar 90 persen masalah kekakuan sendi bahu ini bisa sembuh dengan sendirinya. Di samping itu, para ahli menganjurkan agar pengidapnya menjalani fisioterapi dengan berlatih stretching atau peregangan aktif dipandu terapis terlatih.

Punya keluhan di bahu? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter ahli melalui  aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: