Waspada, Banyak Makan Kambing saat Idul Adha Picu Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Waspada, Banyak Makan Kambing saat Idul Adha Picu Kolesterol

Halodoc, Jakarta – Hari raya Iduladha adalah salah satu hari besar umat islam yang diperingati dengan mengurbankan hewan sapi atau kambing. Iduladha sering diidentikan dengan mengonsumsi daging-daging tersebut. Daging yang disembelih diolah menjadi berbagai macam makanan, seperti sate kambing, tongseng, sop kambing,  gulai, dan makanan lainnya. 

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Hewan Kurban yang Terinfeksi Antraks

Meski terasa nikmat, konsumsi daging kambing terlalu banyak memicu kolesterol. Bagi orang yang memiliki kondisi sehat dan normal risikonya tidak terlalu tinggi. Namun, bagi orang-orang yang mengidap kolesterol atau riwayat keluarga kolesterol tinggi perlu waspada saat mengonsumsi daging kambing. 

Awas, Kebanyakan Makan Kambing Bisa Picu Kolesterol

Daging kambing termasuk ke dalam jenis daging merah yang cenderung memiliki kadar lemak jenuh tinggi. Ketimbang daging sapi, daging kambing memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi sebesar 10 persen. Meski kolesterol dibutuhkan oleh tubuh, tetapi mengonsumsinya secara berlebihan sangat tidak disarankan. Selain porsi, cara pengolahan daging kambing yang dicampur santan, garam atau minyak juga berperan dalam peningkatan kolesterol. 

Bagi orang dengan kondisi kesehatannya normal, daging kambing masih aman untuk dikonsumsi satu kali sehari. Takaran daging yang bisa dikonsumsi dalam satu hari kira-kira tidak lebih dari sebesar telapak tangan. Sedangkan untuk seseorang yang memiliki riwayat kolesterol, disarankan untuk mengonsumsi daging kambing tidak lebih dari dua kali dalam seminggu. 

Baca Juga: Daging Kambing vs Sapi, Mana yang Lebih Tinggi Kolesterol?

Tips Mengonsumsi Daging Kambing

Kandungan kolesterol dalam daging kambing tergantung pada cara menyiapkannya dan seberapa besar porsinya. Porsi daging kambing yang dimasak umumnya mengandung 124 kalori. Ada 2,6 gram lemak, 0,8 gram lemak jenuh, 25 gram protein dan 64 mg kolesterol dalam satu porsi daging kambing. Nah, untuk meminimalisir kolesterol, kamu bisa menyiasatinya dengan menyayat lemak kambing sebelum diolah.

Hindari penggunaan santan, garam dan minyak terlalu banyak. Ini karena, bahan-bahan tersebut sudah mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Kamu juga tidak disarankan untuk memasak dan menyantap daging kambing sekaligus dalam satu hari. Sebaiknya masak daging sebanyak 75-100 gram saja. Kamu bisa menyimpan sisanya di dalam lemari es untuk disantap hari-hari selanjutnya. 

Pada pengidap kolesterol, sebaiknya selalu sedia obat penurun kolesterol ketika berencana mengonsumsi daging kambing. Nah, beli obat kolesterol lewat aplikasi Halodoc saja! Sekarang enggak perlu antre di apotek untuk membeli obat. Cuma tinggal klik aplikasi Halodoc dan tunggu obatnya diantar ke lokasi yang sudah dipilih. Ayo, pakai Halodoc sekarang juga!

Sebenarnya, banyak pilihan makanan lain yang dikonsumsi oleh pengidap kolesterol selain daging kambing. Misalnya, pengidap kolesterol mempertimbangkan ayam tanpa kulit, daging sapi atau ikan. Ikan bisa dikatakan menjadi pilihan terbaik karena kandungan asam lemak omega-3 nya. Pengidap kolesterol dapat mengonsumsinya setidaknya dua kali seminggu untuk menurunkan risiko penyakit arteri koroner.

Baca Juga: Intip Makanan dan Minuman Penurun Kolesterol Tinggi

Jenis ikan yang tinggi asam lemak omega-3 termasuk salmon, mackerel, sarden, tuna, dan herring. Alternatif protein sehat lainnya termasuk kacang kering, kacang polong dan biji-bijian. Produk susu rendah lemak dan produk kedelai juga termasuk produk protein yang masih aman dikonsumsi oleh pengidap kolesterol. 

Referensi:
Live Strong (2019). Goat Meat Nutrition Facts.
Web MD (2019). Eating Meat When You Have High Cholesterol.
Healthline (2019). Lamb and Cholesterol: What You Need to Know.