Peduli Mata Sehat, Ini Bedanya Mata Minus dan Mata Silinder

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
mata minus, mata silinder

Halodoc, Jakarta - Mempunyai pandangan yang kabur merupakan gejala yang dialami ketika seseorang mengidap mata minus atau silinder. Kedua penyakit mata tersebut hampir mempunyai gejala yang sama. Nah, hal apa yang membedakan dari keduanya? Yuk, baca penjelasan selengkapnya di sini!

Baca juga: Mana yang Lebih Parah, Mata Minus atau Silinder?

Perbedaan Mata Minus dan Mata Silinder

  • Penyebab Mata Menjadi Kabur

Perbedaan mata minus dan mata silinder bisa dilihat dari penyebab yang mendasarinya. Penyebab utama dari mata minus adalah lengkungan kornea yang lebih pendek serta sumbu bola mata yang terlalu panjang. Biasanya, kondisi tersebut diperoleh dari orangtua. Mata minus juga bisa disebabkan oleh terlalu banyak membaca dengan jarak dekat, atau terlalu lama di depan komputer. Umumnya, minus mata akan berhenti bertambah pada usia 30-40 tahunan.

Sedangkan penyebab mata silinder adalah panjang kornea yang tidak sama antara horizontal dan vertikal. Kondisi ini juga bisa diturunkan dari orangtua. Selain itu, mata silinder juga bisa dialami karena gaya hidup yang tidak benar, seperti membaca atau melihat jauh dalam posisi miring, serta menonton dan membaca dalam posisi tidur.

  • Gejala yang Dialami

Ketika melihat suatu benda, pengidap mata minus merasa pusing dan benda akan terlihat kabur. Sedangkan seseorang yang mengidap silinder, bukan hanya pandangannya saja yang kabur dan menyebabkan pusing, benda yang dilihat juga akan berbayang dan objek menjadi tidak jelas. Kondisi ini terjadi karena ada pembiasan balik terhadap cahaya oleh kornea.

Baca juga: Awas, Inilah Kebiasaan yang Memicu Astigmatisme

  • Kondisi Kerusakan Mata

Walaupun kondisi kerusakan mata minus dapat diatasi dengan menggunakan kacamata atau softlens, mata minus dapat bertambah sampai usia 18-20 tahun. Kondisi ini dapat terjadi karena pengidap mata minus ini tidak menjaga kesehatan mata, misalnya terlalu sering menatap layar ponselnya.

Sedangkan mata silinder, cenderung tidak akan bertambah bila pengidapnya menggunakan kacamata atau softlens yang sesuai ukuran. Jadi, jika kamu pengidap silinder, kamu bisa menggunakan kacamata atau softlens sesuai dengan ukuran silinder kamu. Silinder kamu pun tidak akan bertambah.

  • Lensa yang Digunakan

Untuk mengobati mata minus, kacamata yang digunakan harus memiliki lensa cekung atau lensa negatif. Lensa cekung membantu memperkecil kelengkungan kornea yang terlalu besar, sehingga cahaya dapat terfokus dan jatuh tepat di retina.

Sedangkan mata silinder, dapat diatasi dengan kacamata yang berlensa silinder. Lensa silinder membantu menyatukan beberapa bayangan akibat pembiasan menjadi satu bayangan, sehingga pandangan menjadi tidak kabur.

Baik mata minus maupun mata silinder dapat diobati dengan melakukan operasi laser mata. Operasi ini dapat mengobati kedua penyakit mata tersebut secara permanen. Namun, pengobatan lain pun dapat dilakukan pada pengidap mata silinder, yaitu ortokeratologi untuk memperbaiki kelengkungan bentuk kornea yang tidak teratur. Ortokeratologi merupakan prosedur penggunaan lensa kontak pada malam hari saat tidur untuk membentuk ulang permukaan kornea dengan tujuan menghilangkan kelainan refraksi, dan menghambat kenaikan minus pada mata.

Baca juga: Penggunaan Lensa Kontak Bisa Bikin Mata Silinder Makin Parah?

Mau tahu tips kesehatan lainnya? Atau kamu punya masalah dengan kesehatan kamu atau orang terdekat kamu? Halodoc bisa jadi solusinya. Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan, dan pesanan kamu akan diantar ke tempat kamu dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!