• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Ajarkan Kesabaran pada Si Kecil

Begini Cara Ajarkan Kesabaran pada Si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Kesabaran adalah salah satu hal yang perlu diajarkan orangtua kepada anak. Hal ini supaya anak terbiasa untuk sabar dalam menghadapi berbagai kehidupannya hingga kelak ia dewasa. Pasti menjengkelkan bukan melihat orang dewasa yang tidak sabar? Nah, itulah mengapa kesabaran harus diajarkan sejak dini. Dengan melatih Si Kecil untuk sabar, orangtua telah membantu membentuk karakter yang baik sehingga berguna kelak saat anak bersosialisasi dengan orang di sekitarnya.

Salah satu cara melatih kesabaran yang cukup unik belakangan ditunjukan oleh selebriti Kylie Jenner. Baru-baru ini, ia mencoba melatih kesabaran sang buah hati, Stormi Webster yang berusia dua tahun dengan melakukan tantangan. Kylie menaruh semangkuk penuh permen coklat di depan Stormi, namun Stormi hanya boleh memakannya setelah sang ibu kembali dari toilet.

Selagi menunggu, Kylie memasang kamera handphone dan merekamnya, untuk memastikan apakah Stormi benar-benar mau sabar menunggu. Ternyata, Stormi benar-benar mau menunggu, dan sangat senang Ketika mengetahui ibunya telah kembali dari toilet. 

Tingkah Stormi semakin membuat netizen gemas karena ia sambil mengatakan 'sabar' pada dirinya sendiri sambil menyanyikannya. Pada anak-anak, dibutuhkan latihan serta banyak penguatan positif untuk mendidiknya menjadi orang yang sabar. Di bawah ini beberapa tips utama yang bisa orangtua lakukan untuk mengajarkan kesabaran kepada sang buah hati.

Baca juga: Anak Rewel, Ini Cara Menjadi Ibu yang Sabar

Jadikan sebagai Pengalaman Positif

Ketika anak masih terlalu dini, rasanya sulit bagi mereka untuk mengonseptualisasikan kebutuhan atau mengetahui manfaat kesabaran. Ketika kamu menetapkan jangka waktu untuk sesuatu hal, mereka akan bertanya apakah sudah waktunya, dan ini akan lebih sering terjadi. Pastikan orangtua untuk tetap sabar menjawabnya.

Ingat, mereka tidak mencoba untuk menjadi egois atau bersemangat dengan pertanyaan-pertanyaan mereka, mereka hanya belum memiliki kemampuan untuk mengonseptualisasikan waktu. Membentak anak atau menghukum mereka karena bertanya terlalu banyak memperkuat gagasan bahwa menunggu adalah pengalaman yang negatif. Sebaliknya, tetap tenang dan positif saat mereka menunggu akan memperkuat bahwa menunggu dapat menjadi pengalaman yang positif.

Alihkan Perhatian Agar Tidak Bosan 

Orangtua bisa mencoba mengajarkan anak budaya mengantre sejak kecil. Namun, Ketika ia tampak bosan, cobalah untuk melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan. Ketika hendak mengantre untuk pemeriksaan dokter misalnya, tanyakan padanya, bisakah ia berbaris seperti tentara, melompat seperti katak, atau bergoyang seperti rumput. Dengan begitu, anak akan fokus pada gerakan-gerakan yang diminta sehingga perhatiannya teralihkan.

Baca juga: Alasan Pola Asuh Otoriter Enggak Baik untuk Anak

Tepati Janji 

Hampir semua orangtua pernah menjanjikan sesuatu kepada anaknya, dengan harapan mereka akan terdikstraksi dan melupakannya. Namun, kebiasaan ini tidak hanya mencegah anak mengembangkan kesabaran, tetapi juga membuat penantian tampak lebih lama dari biasanya. Oleh karena itu, cobalah untuk lebih akurat dan tepati janji ketika anak bertanya berapa lama.

Berikan Informasi yang Sesuai

Alih-alih menjawab berulang-ulang pertanyaan anak dengan jawaban “sebentar lagi”. Ada baiknya jawab dengan informasi yang sesuai. Jika kamu tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan, berikan jumlah jam atau menit kepada anak.

Namun, jika ia tidak cukup memahami konsep waktu, gunakan sesuatu yang berhubungan untuk membantu mereka membedakan. Misalnya, wisata ke pantai hanya 12 kali tidur malam lagi, atau mengantri pada wahana taman hiburan itu berjarak sekitar satu film. Temukan cara kreatif untuk menyesuaikan pengukuran untuk membantu memasukkan angka dan penambahan waktu ke dalam istilah yang sesuai untuk anak.

Baca juga: Menjaga Psikis Anak Sejak Dini

Itulah trik yang bisa dilakukan untuk melatih kesabaran pada Si Kecil. Jika ibu membutuhkan tips pola asuh lainnya, ibu bisa bertanya pada psikolog di Halodoc, lho! Apabila anak mengalami gangguan kesehatan, ibu bisa bertanya dulu pada dokter spesialis anak di Halodoc. Dokter dan psikolog di Halodoc selalu siaga untuk memberikan saran kesehatan yang dibutuhkan, kapan saja dan di mana saja. 

Referensi:
Kids Village. Diakses pada 2020. Tips for Teaching Patience to Children.
KumparanMOM. Diakses pada 2020. Kylie Jenner Latih Anaknya Belajar Sabar, Ini Tips yang Bisa Anda Tiru!
Parents. Diakses pada 2020. How to Teach Patience to Your Toddler.