Begini Cara Diagnosis Pectus Excavatum yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 Pectus Excavatum

Halodoc, Jakarta - Pectus excavatum merupakan gangguan kongenital pada tulang, yaitu ketika tulang dada mengalami cekung ke dalam. Situasi ini biasanya dialami oleh anak laki-laki daripada perempuan. Pectus excavatum adalah gangguan tulang dada kongenital yang paling sering terjadi (90 persen), disusul pectus carinatum (5-7 persen), yaitu ketika dinding dada menonjol keluar.

Pada kondisi yang ringan, pengidap biasanya tidak memiliki keluhan yang signifikan. Namun, pada keadaan yang berat, seorang pengidap akan mengalami berbagai gangguan kesehatan, khususnya kesehatan paru dan jantung.

Pectus excavatum masih belum diketahui penyebab pastinya. Namun, faktor genetik diduga berperan dalam terjadinya kondisi gangguan tulang dada ini. Meski gen penyebab gangguan tulang ini belum ditemukan, peristiwa familial ketika terdapat anggota keluarga yang mengidap gangguan yang sama mencapai 35 persen kasus. Perlu kamu waspadai pula bahwa gangguan ini juga berhubungan dengan sindrom Marfan dan sindrom Poland. Pada gangguan tulang ini, terjadi pertumbuhan yang tidak normal dari tulang dan kartilago pada 4-5 tulang dada.

Baca juga: Mengapa Pengidap Sindrom Marfan Rentan Terkena Pectus Excavatum?

Pectus Excavatum ini didiagnosis dengan pemeriksaan penunjang yang bisa memperlihatkan kelainan tulang sternum yang masuk, serta berisiko menekan pembuluh darah besar dan jantung. Pemeriksaan selalu diawali dengan mendengarkan suara jantung. Kebanyakan juga ditemukan adanya suara murmur jantung saat di auskultasi oleh dokter. Kekuatan rongga dada saat bernapas juga terlihat lebih memaksa akibat kesulitan bernapas.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik pada dada, diperlukan pemeriksaan penunjang dengan melihat batas rongga dada pengidap Pectus Excavatum. Beberapa cara yang digunakan untuk proses diagnosa meliputi:

  1. CT-Scan

Pemeriksaan radiologi seperti sinar X dada atau CT-scan thorax. Hasil dari pencitraan sinar X dan CT-scan akan menunjukkan adanya kelainan pada tulang dada. Pemeriksaan CT-scan memperlihatkan secara lebih detail struktur tulang dan memberikan informasi derajat keparahan pectus excavatum.

Baca juga:  Nyeri Dada dan Gejala Lain dari Pectus Excavatum

Keparahan Pectus Excavatum bisa dinilai dengan menghitung indeks Haller. Indeks Haller dihitung dengan membandingkan diameter transversal dari thorax dengan diameter antero-posterior thorax pengidap. Nilai 3,25 termasuk dalam kategori berat untuk derajat pectus excavatum.

  1. Fungsi Paru

Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai fungsi kerja paru dilakukan dengan menilai kadar oksigen serta tekanan inspirasi dan ekspirasi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat adanya risiko sesak napas yang berat.

  1. Elektrokardiogram

Pemeriksaan EKG dilakukan untuk mendeteksi kelainan jantung dari rekaman listrik sesuai irama yang muncul pada organ.

  1. Ekokardiogram

pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada katup jantung dan adanya gangguan aliran dari jantung yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Baca juga: Perlu Tahu, Perawatan Rumahan Bagi Pengidap Sindrom Marfan

Adapun gejala yang perlu kamu kamu kenali adalah dada yang terlihat cekung. Pada beberapa orang, kecekungan dada ini dapat bertambah parah seiring berjalannya waktu. Pada kasus yang parah, tulang dada mungkin menekan jantung dan paru, sehingga menimbulkan gejala:

  • Mudah lelah saat berolahraga.
  • Detak jantung cepat atau berdebar (palpitasi).
  • Infeksi pernapasan kambuhan.
  • Batuk-batuk atau suara mengi.
  • Nyeri dada.
  • Murmur jantung.
  • Kelelahan.

Nah, itulah cara mendiagnosis Pectus Excavatum yang perlu kamu ketahui. Jika kamu mengalami gejala yang menunjukkan penyakit ini, sebaiknya segera periksakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.