Begini Cara Obati Kutil Kelamin

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Begini Cara Obati Kutil Kelamin

Halodoc, Jakarta - Genital warts atau kutil kelamin merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual yang paling umum terjadi. Hampir semua orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi oleh setidaknya satu jenis human papillomavirus (HPV), virus yang menyebabkan kutil kelamin, pada beberapa titik selama hidup mereka. 

Wanita cenderung lebih mungkin mengalami kutil kelamin daripada pria. Kutil kelamin memengaruhi jaringan lembap area genital. Kutil kelamin mungkin terlihat seperti benjolan kecil berwarna daging atau memiliki penampilan seperti bunga kol. Dalam banyak kasus, kutil terlalu kecil untuk dapat dilihat.

Baca juga: 3 Tahap Penanganan Kutil Kelamin yang Perlu Diketahui

Umumnya, kutil kelamin tidak menyebabkan gejala apapun, tetapi mungkin rasanya menyakitkan, gatal, dan tidak enak dilihat. Untungnya, ada sejumlah perawatan yang dapat membantu. Beberapa cara perawatan atau mengobati meliputi:

1. Krim, Gel, dan Salep

Pilihan untuk gel, krim, dan salep adalah krim imiquimod, gel podofilox, dan salep sinecatechins. 

  • Imiquimod adalah krim yang kamu aplikasikan pada kutil eksternal untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh kamu. Kamu menerapkan krim imiquimod 5 persen pada waktu tidur, 3 kali seminggu selama 16 minggu. Aplikasikan krim imiquimod 3,75 persen setiap malam. Kamu juga perlu mencuci area yang diobati dengan sabun dan air 6 hingga 10 jam setelah memakainya. Hindari pula seks saat imiquimod ada di kulit kamu, karena dapat melemahkan kondom dan diafragma.

  • Podofilox dan resin podophyllin adalah gel yang dirancang untuk membunuh kutil. Setelah mereka diaplikasikan pada kutil eksternal, daerah tersebut perlu dikeringkan sebelum bersentuhan dengan pakaian. Podofilox tidak direkomendasikan untuk kutil pada serviks, vagina, atau saluran anak. Tidak juga dimaksudkan untuk area yang lebih luas. Jika kamu menggunakan terlalu banyak atau tidak membiarkannya mengering, kamu dapat menyebarkan gel ke area lain dan menyebabkan iritasi pada area kulit. 

  • Salep sinecatechins. Salep ini dioleskan sebanyak 15 persen ke kutil 3 kali sehari hingga 16 minggu. Kamu harus menghindari semua kontak seksual saat salep ada di kulit kamu. Jika kutil berada di daerah yang lembap, atau tempat kulit saling menggosok, bicarakan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc sebelum menggunakan obat topikal. Jika kamu sedang hamil, hindari obat-obatan ini. 

Baca juga: Awas, Jangan Sampai Ketularan Kutil Kelamin Karena Hubungan Seks

2. Cryotherapy

Dokter juga dapat membekukan kutil menggunakan nitrogen cair dan aplikator berujung kapas atau alat khusus yang disebut cryoprobe, dan diterapkan selama 10-20 detik. Jika kamu memiliki banyak kutil, atau jika kutilnya besar, dokter dapat mematirasakan daerah tersebut, terlebih dahulu dengan anestesi lokal.

3. Operasi

Tindakan ini dapat menghilangkan semua kutil dalam satu kunjungan. Setelah dibius lokal, dokter dapat menghilangkan kutil kamu menggunakan metode yang berbeda. Ini termasuk:

  • Memotongnya dengan gunting.

  • Mencukurnya dengan pisau tajam (ini disebut eksisi pencukur).

  • Menggunakan laser untuk menghilangkan (laser kuretase).

  • Membakarnya menggunakan electrocautery, proses yang menggunakan probe listrik bertegangan rendah.

Baca juga: Lakukan 5 Hal Ini untuk Mencegah Kutil Kelamin

4. Solusi Alami

Dokter dapat menggunakan asam trikloroasetat atau bichloroacetic untuk mengobati kutil. Ini akan mengoleskan sedikit pada kutil seminggu sekali dan membiarkannya kering. Ini bekerja paling baik pada kutil kecil dan lembap, serta dapat digunakan pada kutil vagina, serviks, dan anal. 

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. Genital Warts & HPV Treatment.

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Genital Warts: Symptoms and Causes