Begini Pemeriksaan Fisik untuk Diagnosis Agranulositosis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Begini Pemeriksaan Fisik untuk Diagnosis Agranulositosis

Halodoc, Jakarta - Sel darah putih adalah bagian dari tubuh yang memiliki fungsi penting untuk melawan infeksi. Bagian yang penting dalam melawan infeksi ini adalah granulosit, dan sebagian besar terdiri dari neutrofil. Jika tubuh kekurangan granulosit atau neutrofil, maka ia mudah terserang oleh infeksi. Salah satu kondisi yang menyebabkan sumsum tulang gagal membentuknya disebut agranulositosis. Terdapat beberapa cara diagnosis agranulositosis yang perlu diperhatikan untuk mencegah komplikasi berbahaya.

Pada kondisi normal, sumsum tulang mampu membentuk 1.500 neutrofil per mikroliter darah. Sementara mereka yang mengidap agranulositosis, hanya mampu menghasilkan neutrofil absolut yang terhitung tidak sampai 100 neutrofil per mikroliter darah. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan, karena infeksi yang ringan dapat berkembang menjadi infeksi serius. 

Baca Juga: 4 Jenis Kelainan Darah yang Pengaruhi Sel Darah Putih 

Bagaimana Cara Mengetahui Seseorang Mengidap Agranulositosis?

Cara untuk memastikan seseorang mengidap agranulositosis, maka pengidapnya wajib menjalani proses diagnosis. Cara diagnosis agranulositosis ini melibatkan pemeriksaan kesehatan seperti pemeriksaan fisik. Dokter juga melakukan pemeriksaan hitung sel darah lengkap dan pemeriksaan hitung neutrofil absolut untuk mengetahui jumlah sel darah putih khususnya secara menyeluruh.

Selain itu, akan dilakukan juga pemeriksaan aspirasi sumsum tulang dan biopsi sumsum tulang. Sampel darah dan jaringan dari tulang daerah panggul diambil karena sumsum tulang merupakan salah satu tempat diproduksinya sel darah. Selain itu, apabila dicurigai terdapat penyakit genetik, maka akan dilakukan pemeriksaan genetik.

Apa Saja Gejala Agranulositosis yang akan Dirasakan Pengidapnya?

Gejala utama yang dirasakan pengidapnya adalah mudahnya serangan infeksi akibat dari minimnya jumlah sel darah putih yang seharusnya mampu melawan serangan bakteri. Tidak hanya itu, gejala agranulositosis yang bisa muncul antara lain: 

  • Demam;

  • Lemas;

  • Sakit kepala;

  • Menggigil dan berkeringat;

  • Kemerahan di sekitar wajah;

  • Radang tenggorokan;

  • Sariawan yang tidak kunjung sembuh; 

  • Gusi berdarah;

  • Timbul bisul pada kulit.

Tidak hanya itu, apabila seseorang yang mengidap penyakit ini mengalami infeksi, gejala nya bisa semakin berat dan dapat menyebabkan beberapa hal seperti: 

  • Takikardia;

  • Napas menjadi cepat;

  • Tekanan darah rendah atau hipotensi.

Karena cukup membahayakan, jika kamu mengalami gejala yang mirip agranulositosis, segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan. Buat janji dengan dokter kini jadi lebih mudah dengan aplikasi Halodoc. Tanpa antre, kamu bisa langsung menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan. 

Baca Juga: Dampak Kelebihan Sel Darah Putih dalam Tubuh

Apa yang Menjadi Penyebab Agranulositosis?

Pada beberapa kasus, penyakit ini muncul akibat kelainan genetik bawaan sejak lahir. Namun, kondisi ini bisa muncul akibat efek samping dari konsumsi obat atau prosedur medis seperti kemoterapi.

Beberapa obat-obatan juga diduga menyebabkan kondisi ini, seperti: 

  • Obat antitiroid, misalnya carbimazole dan methimazole (Tapazole);

  • Obat antiradang, misalnya sulfasalazine (Azulfidine), dipyrone (Metamizole), dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID);

  • Antipsikotik, misalnya seperti clozapine (Clozaril);

  • Antimalaria, misalnya quinine.

Tidak hanya itu, beberapa jenis gangguan penyakit memicu munculnya gangguan kesehatan ini. Seperti misalnya paparan bahan kimia dari insektisida DDT, kanker pada sumsum tulang, infeksi parah yang tidak mendapat pengobatan, paparan radiasi, penyakit autoimun (seperti lupus eritematosus sistemik), usai menjalani transplantasi sumsum tulang, bahkan akibat kekurangan gizi.

Penting diingat bahwa mereka yang mengidap agranulositosis rentan terhadap infeksi. Hal sepele bisa menyebabkan komplikasi seperti sepsis. Sepsis adalah infeksi pada sirkulasi darah yang berakibat fatal jika tidak dilakukan pengobatan. 

Baca Juga: Ini Alasan Luka Bisa Menjadi Sepsis

Pengobatan tepat waktu adalah hal yang dianjurkan untuk perawatan agranulositosis.  Pada banyak kasus, kondisi tersebut diatasi dengan baik. Pada beberapa kasus agranulositosis akibat infeksi virus bahkan tidak memerlukan pengobatan karena kondisi ini sembuh dengan sendirinya.

Referensi: 
Medical News Today. Diakses pada 2019. Agranulocytosis: Types, causes, and symptoms.
Healthline. Diakses pada 2019. Agranulocytosis.