Begini Perkembangan Janin pada Usia 26 Minggu

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Begini Perkembangan Janin pada Usia 26 Minggu

Halodoc, Jakarta - Hai ibu, bagaimana kabar buah hati di dalam rahim? Apakah ia semakin aktif bergerak dan energik di dalam perut ibu? Lalu, bagaimana kondisi kesehatan fisik ibu? Apa yang sekarang ibu rasakan? Coba yuk, baca ulasan berikut ini! Apakah yang ibu rasakan sama dengan ulasan berikut?

Lanjut ke Trimester ke 3

Perkembangan Janin Usia 26 Minggu Kehamilan

Perkembangan janin usia 26 minggu kehamilan ditandai dengan semakin besar dan panjang tubuhnya. Panjangnya mencapai sekitar 40 sentimeter dengan berat hingga 1 kilogram. Mungkin, ia mulai merasa sesak di dalam perut. Namun, tidak perlu khawatir, karena masih banyak tempat baginya untuk terus bertumbuh. Ia hanya sedikit membutuhkan lebih banyak ruang untuk jungkir balik.

Matanya mungkin masih tertutup, tetapi jangan khawatir, karena ia segera membukanya sebentar lagi dan mulai berkedip. Warna bola matanya bergantung pada ras, sementara itu bulu mata dan rambut di kepalanya juga terus bertumbuh. Ia pun mulai bisa mengirup dan mengembuskan napas melalui cairan ketuban yang merupakan bagian penting dari pengembangan paru-parunya.

Baca juga: 5 Kondisi yang Membahayakan Janin

Perubahan Tubuh Ibu Usia 26 Minggu Kehamilan

Ibu, bagaimana bentuk perut ibu sekarang? Tentu saja, pusar semakin tampak menonjol ya. Ibu mungkin mulai kesulitan berjalan. Terlebih, di penghujung trimester terakhir kehamilan, ibu mudah jatuh karena berbagai hal, salah satunya adalah kelelahan. Jadi, sebisa mungkin ibu tetap menjaga kesehatan dan mulai mengurangi aktivitas yang dirasa berat dan membuat tubuh mudah lelah.

Ibu juga mulai merasakan gerakan pada perut karena Si Kecil menjadi aktif bergerak, menciptakan tonjolan-tonjolan pada perut ibu. Ini bisa saja membuat tubuh ibu sakit, jadi sesuaikan aktivitas Si Kecil di dalam perut dengan peregangan sendiri untuk mengurangi rasa sakitnya. Namun, terlepas dari rasa sakit yang mungkin ibu rasakan ketika bayi aktif bergerak, rasanya tetap menyenangkan melihatnya aktif di dalam dunianya sendiri.

Lanjut ke Trimester ke 3

Baca juga: Kapan Ibu Bisa Mendengar Detak Jantung Janin?

Ibu akan mengalami sulit tidur di malam hari, dan ini rentan membuat ibu mengalami insomnia. Posisi tidur apa pun menjadi kurang nyaman, terlebih telentang karena punggung ibu terasa sakit. Ibu membutuhkan bantuan bantal hamil untuk menyangga bagian tubuh, terlebih punggung.

Tekanan darah ibu juga dapat mengalami peningkatan, meski tidak terlalu signifikan. Ibu, waspada terhadap komplikasi kehamilan preeklampsia yang ditandai dengan tingginya tekanan darah. Ini paling sering muncul ketika usia kehamilan menginjak 37 minggu, tetapi komplikasi kehamilan ini bisa terjadi lebih awal.

Pastikan ibu mengenali gejalanya dengan baik, seperti pembengkakan pada area sekitar mata, tangan, dan kaki yang terjadi secara tiba-tiba, pertambahan berat badan yang sangat signifikan, nyeri perut bagian atas, mual dan selalu ingin muntah, sakit kepala parah, atau gejala lainnya yang mungkin tidak pernah terjadi selama ibu membawa Si Kecil di dalam rahim.

Baca juga: Inilah 5 Cara Mengatasi Preeklampsia pada Ibu Hamil

Jika ibu bertanya pada dokter tentang kondisi ini, termasuk jika adanya benjolan pada stretch mark yang menimbulkan rasa gatal melalui aplikasi Halodoc, dokter bisa memberikan ibu resep antihistamin untuk mengurangi rasa gatal dan tidak nyaman tersebut. Nah, ibu bisa langsung membeli obat resep dokter ini juga melalui aplikasi Halodoc, di bagian layanan Beli Obat. Yuk, bu, download aplikasinya sekarang!

Lanjut ke Trimester ke 3