Begini Prosedur Tes Urine untuk Deteksi Narkoba dalam Darah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
prosedur tes urine, tes urine untuk cek narkoba,  tes toksikologi,skrining toksikologi

Halodoc, Jakarta -  Pernahkah kamu mendengar istilah tes toksikologi atau skrining toksikologi? Tes ini merupakan tes untuk mengecek kadar narkoba dalam tubuh. Tes toksikologi dilakukan untuk mengecek adanya kandungan obat-obatan atau bahan kimia seperti narkoba dalam urine, darah, dan air liur.

Seperti yang diketahui bahwa obat-obatan seperti narkoba dapat masuk ke sistem tubuh dengan ditelan, dihirup, disuntikan, atau diserap melalui kulit. Tes juga dapat dilakukan pada isi lambung serta keringat, tapi kedua tes tersebut jarang dilakukan.

Tes toksikologi dapat mengenali hingga 30 jenis obat-obatan dalam satu kali tes. Jenis obatnya pun tidak terbatas untuk golongan narkotika saja. Tes ini juga mampu mendeteksi residu obat resmi untuk keperluan pengobatan medis, misalnya aspirin, vitamin, suplemen, bahkan juga mendeteksi kandungan alkohol dalam darah.

Baca juga: Ketahui Waktu yang tepat untuk tes Kehamilan

Skrining narkoba dapat dilakukan dengan tes urine di rumah sakit atau klinik kesehatan. Tidak ada persiapan khusus sebelum menjalani tes ini, tapi biasanya akan ada petugas berjenis kelamin sama dengan kamu yang akan mengawasi dan memastikan kamu tidak memasukkan sesuatu atau mengutak-atik sampel urine yang dapat mengubat hasil aslinya. Beginilah kira-kira prosedur menjalani tes urine untuk narkoba:

  • Cuci tangan kamu dan pastikan kamu sudah bersih saat akan mengambil urine.
  • Ambil wadah yang digunakan untuk meletakkan urine kamu. Jangan sentuh bagian dalam dari wadah dengan tangan kamu.
  • Bersihkan alat kelamin kamu dengan tisu atau kain.
  • Mulailah buang air kecil seperti biasa, tapi urine harus ditampung di wadah steril tersebut. Pastikan wadah terisi urine sekitar 90 mililiter.
  • Selanjutnya, pastikan sampel urine kamu tidak terkontaminasi oleh benda-benda lain seperti tisu toilet, feses, darah, atau rambut.

Baca juga: Masalah Protein dalam Tubuh Bisa Sebabkan Sindrom Nefrotik

Berdasarkan tujuannya, berikut adalah alasan dilakukannya tes urine atau tes toksikologi:

  • Untuk keperluan penelitian, misalnya untuk mengetahui apakah kasus overdosis obat-obatan tertentu dapat menyebabkan gejala yang membahayakan nyawa, kehilangan kesadaran hingga perilaku aneh. Biasanya, ini dilakukan 4 hari setelah obat dimakan.
  • Untuk melihat penggunaan obat-obatan terlarang yang dapat meningkatkan kemampuan atlet, seperti steroid.
  • Untuk mengecek penggunaan narkoba di tempat kerja atau untuk proses rekrutmen. Biasanya tes ini akan dilakukan di tempat kerja pengemudi bus, taksi, hingga orang-orang yang bekerja di penitipan anak.
  • Untuk kepentingan rencana pengobatan/penyelamatan. Mirip dengan poin pertama, skrining obat dalam urine dan darah bisa dilakukan pada orang-orang yang mengalami overdosis obat (tidak selalu overdosis obat terlarang).

Baca juga: Belum Punya Anak, Periksa Kesuburan dengan Cara Ini

Sebenarnya, terdapat tes lain yang dapat dilakukan untuk mendapatkan tes narkoba yang lebih akurat selain hasil tes urine, yaitu tes melalui rambut. Analisis melalui sampel rambut ini mampu memberikan informasi lebih lengkap detail riwayat konsumsi alkohol, ganja heroin, termasuk morfin hingga mencapai 90 hari.

Itulah prosedur dilakukannya tes urine untuk mengetahui adanya narkoba dalam darah atau tidak. Jika kamu ingin melakukan tes urine dan darah tapi tidak sempat datang ke laboratorium, kamu bisa lho menggunakan layanan Cek Lab melalui aplikasi Halodoc. Buruan download aplikasi Halodoc, ya!