Benarkah Alkoholik Berisiko Terserang Kanker Rektum?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Alkoholik Berisiko Terserang Kanker Rektum?

Halodoc, Jakarta – Kanker rektum terjadi karena ada pertumbuhan sel-sel yang tidak beraturan pada rektum. Penyakit ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele, sebab kanker rektum merupakan jenis kanker ganas yang bisa memberi dampak fatal. Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini, salah satunya adalah kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol. 

Kabar buruknya, penyakit ini merupakan jenis kanker paling umum kedua yang bisa menyerang usus besar. Orang yang aktif mengonsumsi minuman beralkohol, terutama yang dilakukan secara berlebihan memiliki risiko lebih tinggi mengidap penyakit ini. Rektum terpapar pada feses yang lebih terkonsentrasi secara langsung. Penyakit ini juga rentan menyerang akibat zat yang tidak tercerna dengan baik “bepergian” melalui usus besar.

Baca juga: Ini Dampak Negatif Kecanduan Alkohol pada Tubuh

Konsumsi Alkohol dan Hal Lain Penyebab Kanker Rektum 

Ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit ini. Namun sejauh ini, penyebab pasti dari kanker rektum masih belum diketahui secara pasti. Kanker rektum diduga terjadi karena adanya perubahan DNA di dalam sel-sel tubuh alias mutasi DNA. Saat terjadi mutasi DNA, ada kemungkinan sel-sel akan tumbuh tidak beraturan dan tidak terkendali. Sayangnya, sel yang tumbuh ini tidak berbentuk seperti sel normal. 

Meski penyebab pastinya belum diketahui, diduga ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker rektum, salah satunya konsumsi minuman beralkohol secara berlebih. Konsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak dan jangka waktu panjang sudah lama diketahui bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit menyerang, termasuk kerusakan liver alias organ hati dan risiko kanker rektum. 

Baca juga: Diagnosis untuk Deteksi Kanker Rektum

Selain konsumsi alkohol, risiko penyakit kanker rektum juga meningkat pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama, pernah mengalami kanker usus besar, memiliki riwayat polip kolorektal yang berukuran 1 sentimeter atau lebih besar, ada riwayat penyakit Crohn, aktif merokok, serta memiliki berat badan berlebih alias obesitas. 

Penyakit ini sering ditandai dengan beberapa gejala, seperti perubahan kebiasaan buang air besar, ada lendir atau darah saat buang air besar, sering mengalami diare atau sembelit secara bergantian, nafsu makan menurun, serta gangguan saat buang air besar, misalnya merasa perut tidak kosong atau tidak tuntas. Kondisi ini juga menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut, yaitu muncul perasaan seperti ada gas, kembung, perut penuh, serta kram. 

Tingkat keparahan kanker rektum dibagi ke dalam empat stadium. Pembagian stadium ini juga digunakan dalam menentukan cara pengobatan yang dibutuhkan. Berikut ini stadium penyakit kanker rektum yang perlu diketahui: 

  • Stadium 0

Ini merupakan tahap awal. Pada kondisi ini kanker rektum terbatas pada mukosa dan rektum. 

  • Stadium 1

Pertumbuhan sel kanker mulai meningkat pada stadium 1. Pada tahap ini, kanker sudah tumbuh ke lapisan yang lebih dalam dari mukosa rektum. Sel kanker sudah mulai ditemukan pada dinding rektum, tetapi belum menyebar ke luar rektum. 

  • Stadium 2

Pada stadium 2, kanker telah tumbuh menginvasi dinding rektum dan jaringan sekitarnya. Namun pada tahap ini, kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening.

  • Stadium 3

Pada tahap ini, kondisi mulai memprihatinkan. Kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar rektum, tetapi tidak ke organ lain.

  • Stadium 4

Stadium 4 merupakan tingkat paling parah pada kanker rektum. Pada tahap ini, kanker sudah menyebar ke organ dan jaringan yang jauh, seperti hati ataupun paru-paru.

Baca juga: Ini Gejala-Gejala Kanker Rektum yang Perlu Diketahui

Cari tahu lebih lanjut seputar kanker rektum dan kaitannya dengan konsumsi alkohol dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Cancer.org. Diakses pada 2019. About Colorectal Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Colon Cancer.
Emedicinehelath. Diakses pada 2019. Rectal Cancer.