Benarkah Pengidap Buta Warna Hanya Melihat Hitam Putih?

Benarkah Pengidap Buta Warna Hanya Melihat Hitam Putih?

Halodoc, Jakarta - Enggak sedikit orang yang menyadari dirinya mengidap buta warna, terutama anak-anak. Buta warna sendiri merupakan kondisi yang ditandai dengan berkurangnya kualitas penglihatan terhadap warna. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini diturunkan kepada anak dari orangtua sejak dilahirkan.

Sebenarnya ini bisa dicegah melalui pemeriksaan dan tindakan segera. Oleh sebab itu, deteksi dini white pupil (pupil putih) menjadi hal yang sangat penting dalam pencegahan kebutaan pada anak.

Baca juga: Harus Tahu, Inilah 7 Fakta Penting Mengenai Buta Warna

Buta warna sendiri terdiri dari berbagai jenis. Misalnya, jenis buta warna total. Tapi, jenis buta warna yang satu ini jarang ditemukan. Di samping itu, kebanyakan pengidap buta warna bisa beradaptasi dengan kondisi ini, sehingga tak selalu dianggap sebagai kondisi yang serius. Pertanyaannya, benarkah mengidap buta warna hanya bisa melihat warna hitam putih?

Ada Jenis-Jenisnya

Orang yang mengidap buta warna bukan berarti dirinya hanya akan melihat dunia sebatas hitam putih saja. Sebab, beberapa orang mungkin saja hanya tidak bisa membedakan nuansa warna ungu dan biru atau melihat kuning tampak, seperti warna hijau. Sedangkan yang lainnya, mungkin akan kesulitan membedakan antara warna merah dan hitam.

Buta warna in sendiri terdiri dari berbagai jenis.

  • Pertama tipe buta warna merah hijau. Tipe ini akan membuat pengidapnya kesulitan untuk membedakan warna merah dengan warna hitam, dan berbagai gradasi warna ungu. Selain itu, ketika melihat warna kuning dan hijau akan terlihat memerah. Dalam kebanyakan kasus, kaum adam lebih cenderung mengalami jenis buta warna merah hijau ketimbang wanita.

  • Selain itu, ada pula jenis buta warna biru kuning. Tipe ini paling jarang terjadi, pengidapnya enggak bisa membedakan warna biru, hijau, dan kuning. Kondisi ini disebabkan karena fotopigen (tritan) tak berfungsi atau hanya berfungsi sebagian.

  • Terakhir adalah buta warna total. Jenis buta warna ini akan membuat pengidapnya sama sekali tidak bisa melihat warna, dan ketajaman penglihatan mereka juga dapat terpengaruh. Di mata pengidap buta warna total, dunia hanya berwarna hitam dan putih (monokromasi).

Baca juga: Mengapa Mata Mengalami Buta Warna?

Kenali Penyebabnya

Mata memiliki sel-sel saraf khusus mengandung pigmen yang bereaksi terhadap warna dan cahaya. Nah, sel ini punya tiga pigmen yang berfungsi untuk mendeteksi warna merah, hijau, dan biru. Tapi, sel pigmen ini mengalami kerusakan atau tidak berfungsi pada pengidap buta warna. Alhasil, mereka enggak bisa mendeteksi warna-warna tertentu atau bahkan seluruh warna.

Penyebab utama dari masalah ini sebenarnya faktor genetik, alias kelainan gen yang diwarisi dari orangtua. Tapi, ada juga beberapa faktor lainnya yang bisa menyebabkan rusaknya sel-sel tersebut. Misalnya, penyakit diabetes, glaukoma, ataupun multiple sclerosis. Di samping itu, efek samping obat-obatan, kecelakaan, dan terpapar bahan kimia juga bisa saja memicu terjadi kerusakan sel mata.

Baca juga: 5 Cara Tes Buta Warna yang Akurat

Sayangnya, tak ada obat untuk mengobati buta warna yang disebabkan oleh genetik. Selain itu, banyak pula orang yang tak menyadari kalau mereka mengalami buta warna. Kok bisa? Pasalnya, mereka sudah dilahirkan dengan kondisi tersebut, dan tak menyadari kalau orang lain bisa melihat beragam macam warna melalui matanya.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!