• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Perokok Lebih Berisiko Terkena Pneumonia?

Benarkah Perokok Lebih Berisiko Terkena Pneumonia?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Dampak negatif pneumonia mengintai para perokok. Pria dan wanita yang merokok lebih dari 20 batang per hari hampir tiga kali lebih mungkin untuk mengalami pneumonia daripada orang yang tidak merokok. Jumlah rokok yang dihisap per hari dan seumur hidup dapat menunjukkan dosis dan respons terhadap kesehatan tubuh. 

Perokok yang merokok lebih dari 38 bungkus per tahun memiliki risiko terkena pneumonia lebih dari 3,15 banding 1. Risiko mantan perokok pun hampir sama dengan perokok aktif, yaitu sekitar 2,14 banding 1. Jika perokok berhenti, setidaknya memasuki waktu 5 tahun, risiko pneumonia akan berkurang. 

Baca juga: Pneumonia adalah Penyakit Paru Berbahaya, Kenali 10 Gejalanya

Bahaya Kimia Asap Rokok Sebabkan Pneumonia

Menurut para peneliti, sifat fisik dan kimia asap rokok menyebabkan stres oksidatif pada manusia dan perubahan dalam respons sel-sel inflamasi. Sekitar 1 dari setiap 3 kasus pneumonia pada orang dewasa dapat dihindari jika tidak ada seorang pun dalam populasi tersebut yang merokok. 

Rokok dengan atau tanpa filter pun tidak berpengaruh akan bahaya pneumonia ini. Risiko pneumonia tetap ada meski menghisap rokok filter, rokok yang dibuat dengan tembakau lebih gelap, atau kedalaman inhaling individu. 

Berpotensi Kanker Paru-Paru

Setelah seorang perokok berat dinyatakan mengidap pneumonia, besar kemungkinan ia mengalami komplikasi penyakit kanker paru-paru. Biasanya, pengidap pneumonia juga akan di skrining dan diperiksa keadaan paru-paru yang memungkinkan ia mengalami kanker paru-paru. Perokok berat yang didiagnosis pneumonia adalah salah satu kelompok risiko kanker paru-paru tertinggi dan karenanya perlu dipertimbangkan untuk skrining dini dengan menggunakan tomografi komputer dada. 

Perlu kamu ketahui bahwa kanker paru-paru adalah penyakit yang agresif. Satu-satunya peluang untuk pemulihannya adalah jika diketahui sebelum kanker paru-paru menimbulkan gejala sama sekali. Bahkan ditemukan bahwa dari 381 perokok berat dengan pneumonia memiliki kesempatan 31 banding 9 persen mengalami kanker paru-paru. 

Baca juga: Yang Terjadi Ketika Tubuh Terkena Pneumonia

Komplikasi Pneumonia Lainnya

Meski perokok aktif yang terdiagnosis pneumonia sudah melakukan pengobatan, terutama pada mereka yang berisiko tinggi, mereka masih dapat mengalami komplikasi lainnya, termasuk:

  • Bacterimia. Merupakan bakteri dalam aliran darah dari paru-paru yang dapat menyebarkan infeksi ke organ lain, berpotensi menyebabkan kegagalan organ.
  • Sulit Bernapas. Jika pneumonia yang diidap parah atau memiliki penyakit paru-paru kronis, kemungkinan pengidap akan mengalami kesulitan bernapas dalam oksigen yang cukup. Ia mungkin perlu dirawat di rumah sakit dan menggunakan mesin pernapasan (ventilator) saat paru-paru sembuh.
  • Efusi Pleura. Pneumonia dapat menyebabkan cairan menumpuk di ruang tipis antara lapisan jaringan yang melapisi paru-paru dan rongga dada (pleura). Jika jaringan terinfeksi, kemungkinan pengidap perlu mengeringkannya melalui tabung dada atau diangkat dengan operasi. 
  • Abses Paru-paru. Abses terjadi jika nanah terbentuk di rongga paru-paru. Abses biasanya diobati dengan antibiotik. Terkadang pembedahan atau drainase dengan jarum panjang atau tabung ditempatkan ke dalam abses diperlukan untuk menghilangkan nanah. 

Baca juga: Kenali Penyebab Pneumonia, Infeksi Paru yang Berbahaya

Agar Pneumonia Terasa Lebih Baik

Saat mengalami gejala yang berkaitan dengan pneumonia, kamu sudah seharusnya memeriksakan diri dan melakukan tanya jawab dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk diagnosis. Kemungkinan dokter memberikan resep obat yang juga bisa kamu dapatkan di fitur beli obat melalui aplikasi Halodoc. 

Kemudian, sementara paru-paru kamu melawan infeksi, ada banyak cara agar penyakit kamu terasa lebih baik. Ikuti langkah-langkah sederhana ini agar pemulihan berjalan lancar.

  • Istirahat di rumah. Beristirahatlah sejenak dari rutinitas harian. Tetaplah di rumah hingga demam dan batuk kamu pulih sepenuhnya. Ini juga akan melindungi tubuh kamu dan menurunkan risiko menulari orang lain. 
  • Minum air putih. Banyaklah minum air putih karena cairan akan melembapkan tubuh, melonggarkan lendir di paru-paru dan membantu mengeluarkan dahak. Bila perlu buat secangkir teh hangat dan sup bening hangat.
  • Jauhi asap dan rokok. Ketika asap muncul, maka jauhilah. Ini dilakukan demi kesembuhan paru-paru. Asap yang dimaksud termasuk asap rokok, asap pembakaran sampah, asap knalpot, dan asap lainnya. Paparan rokok dapat meningkatkan risiko masalah paru-paru lainnya. 



Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Pneumonia: How to Feel Better.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pneumonia