12 April 2018

Benarkah Telur Puyuh Sebabkan Kolesterol?

Benarkah Telur Puyuh Sebabkan Kolesterol

Halodoc, Jakarta – Telur puyuh merupakan salah satu jenis telur yang paling banyak peminatnya. Enggak hanya enak dimakan langsung setelah direbus, telur puyuh juga sering dimasukkan ke dalam beberapa menu makanan, seperti sup, mie dan sate. Karena bentuknya yang kecil, banyak orang bisa mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak sekali makan. Tapi katanya, kebanyakan mengonsumsi telur puyuh bisa bikin kolesterol naik. Benarkah?

Kandungan Nutrisi Telur Puyuh

Telur puyuh sebenarnya merupakan salah satu sumber protein yang baik bagi tubuh. Dalam satu porsi telur puyuh, yaitu lima butir, mengandung 6 gram protein dan 5 gram lemak. Karena jumlah protein dan lemaknya kecil, kandungan kalori yang terdapat dalam telur puyuh juga relatif sedikit, yaitu hanya sekitar 71 kalori dalam satu porsi. Namun sayangnya, telur puyuh mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, yaitu sekitar 1,6 gram untuk setiap 5 butirnya. Jumlah ini lebih tinggi dibanding sebutir telur ayam yang hanya memiliki lemak jenuh 1,5 gram saja. Kandungan kuning telur pada telur puyuh yang lebih banyak daripada putih telurnya juga diduga menjadi penyebab tingginya kandungan lemak jenuh di dalamnya. Kandungan lemak jenuh inilah yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Dampak Mengonsumsi Telur Puyuh

Nyatanya, menurut pakar kesehatan, mengonsumsi telur puyuh tidak langsung membuat kolesterol jahat dan tekanan darahmu jadi naik seketika. Hal ini karena tubuh tetap membutuhkan kolesterol untuk memproduksi hormon, sel, dan vitamin D. Organ hati lah yang berperan mengendalikan kadar kolesterol dalam tubuh, sehingga tidak semua kandungan kolesterol dari telur puyuh diserap menjadi kolesterol darah. Tubuh yang akan mengatur agar kolesterol yang masuk melalui makanan dapat digunakan untuk fungsi tubuh dan untuk diubah menjadi kolesterol darah.

Selain itu, reaksi tubuh tiap orang terhadap makanan berkolesterol tinggi bisa berbeda-beda. Sebagian orang bisa mengalami kenaikan kolesterol yang tinggi walaupun hanya mengonsumsi makanan berkolesterol dalam jumlah yang sedikit. Tapi ada juga orang-orang yang kadar kolesterolnya tidak terlalu berubah setelah mengonsumsi makanan berkolesterol.

Meski begitu, telur puyuh termasuk dalam daftar makanan yang dapat menaikkan kadar kolesterol darah. Karena itu, kamu disarankan untuk membatasi mengonsumsi telur puyuh. Buat kamu yang masih berusia di bawah 25 tahun, asupan kolesterol tetap dibutuhkan oleh tubuh, terutama pada masa pertumbuhan. Tapi bagi yang berusia 25 tahun ke atas, apalagi yang sudah memiliki kolesterol tinggi, sebaiknya batasi dan jangan terlalu sering mengonsumsi telur puyuh. Seporsi telur puyuh yang berisi 5 butir adalah jumlah yang masih wajar dan tidak akan memberikan dampak buruk bagi kolesterol tubuh.

Untuk menjaga kadar kolesterol dalam tubuh, kamu disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti gandum, kacang-kacangan, makanan olahan kedelai seperti tempe, tahu, susu kedelai, serta buah-buahan yang baik untuk menurunkan kadar kolseterol, seperti apel, stroberi, anggur, dan jeruk (Baca juga: Makan Malam Sehat untuk Pengidap Kolesterol). Selain menerapkan pola makan sehat, olahraga secara teratur juga penting yang bermanfaat untuk mencegah kolesterol meningkat. Kini, kamu juga bisa memeriksa kadar kolesterol lewat aplikasi Halodoc, lho. Caranya sangat praktis, kamu tinggal pilih Lab Service yang terdapat pada aplikasi Halodoc, kemudian tentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemuimu pada waktu yang sudah ditentukan. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.