24 July 2018

Bentuk Pelecehan Seksual yang Perlu Diketahui

Bentuk pelecehan seksual, menghadapi pelecehan seksual

Halodoc, Jakarta – Pelecehan seksual adalah perilaku tidak diinginkan yang berkaitan dengan seks. Perilaku ini bisa disampaikan dalam bentuk fisik maupun nonfisik.

Baca juga: 5 Cara Menghadapi Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pria dan wanita. Perilaku ini tentu tidak bisa dibiarkan, sebab kebanyakan korban akan mengalami trauma yang berkepanjangan. Antara lain depresi, gangguan makan, rape trauma syndrome (RTS), dyspareunia (nyeri saat atau setelah berhubungan seksual), dan hypoactive sexual desire disorder (HSDD).

Bentuk Pelecehan Seksual

Hingga saat ini, masih ada kerancuan tentang perilaku apa yang disebut sebagai pelecehan seksual. Agar tak salah, berikut adalah lima kategori pelecehan seksual yang perlu diketahui:

1. Perilaku Menggoda

Perilaku menggoda adalah perilaku seksual yang menyinggung, tidak pantas, dan tidak diinginkan oleh korban. Contohnya menggoda seseorang hingga membuatnya risih, memaksa seseorang untuk melakukan hal yang tidak disukainya, dan ajakan lain yang tidak pantas atau diinginkan seseorang.

2. Pelanggaran Seksual

Perilaku ini berupa pelanggaran seksual berat seperti, menyentuh, merasakan, atau meraih secara paksa, serta penyerangan seksual yang tidak pantas atau diinginkan oleh seseorang.

3. Pelecehan Gender

Ini adalah perilaku dan pernyataan seksis yang menghina atau merendahkan seseorang karena jenis kelamin yang dimilikinya. Contohnya, komentar yang menghina, gambar atau tulisan yang merendahkan, lelucon cabul atau candaan tentang seks.

4. Pemaksaan Seksual

Ini adalah perilaku terkait seks yang disertai ancaman hukuman. Ini berarti, seseorang dipaksa melakukan perilaku yang tidak diinginkannya. Jika tidak, ia akan diberi ancaman hukuman tertentu. Bisa berupa pencabutan promosi kerja, evaluasi kerja yang negatif, ancaman terhadap keselamatan diri atau keluarga, hingga ancaman teror dan pembunuhan.

5. Penyuapan Seksual

Perilaku ini berupa permintaan aktivitas seksual dengan janji imbalan yang dilakukan secara terang-terangan. Misalnya: seorang wanita/pria mengajak seorang anak melakukan hubungan intim dengan iming-iming uang, asalkan ia tidak memberitahukannya kepada orang lain.

Baca juga: 6 Trauma Akibat Kekerasan Seksual

Pelecehan seksual juga bisa dibedakan menurut perilakunya. Berikut adalah bentuk pelecehan seksual menurut perilakunya:

  • Komentar dan lelucon seksual tentang tubuh seseorang.
  • Memberikan siulan pada orang lain di depan umum.
  • Ajakan berhubungan intim atau tindakan seksual lainnya.
  • Menyebarkan rumor tentang aktivitas seksual orang lain.
  • Menyentuh diri sendiri secara seksual di depan orang lain.
  • Berbicara tentang kegiatan seksual sendiri di depan orang lain.
  • Sentuhan seksual, yaitu menyentuh bagian tubuh seseorang tanpa izin.
  • Menampilkan gambar, video, cerita, atau benda seksual pada orang lain.

Tips Menghadapi Pelecehan Seksual

Membiarkan pelecehan seksual bukanlah solusi yang baik. Karena sekecil apapun bentuknya, pelecehan seksual tidak boleh dibiarkan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan jika menghadapi pelecehan seksual:

  • Jika mendapat ajakan seksual, katakanlah “tidak” secara tegas.
  • Mencari tahu siapa yang bertanggung jawab untuk menangani pelecehan seksual di wilayahmu. Ini dilakukan untuk mencegah kasus pelecehan yang sama di kemudian hari.
  • Jangan menyimpan pengalaman pelecehan seksual seorang diri. Ceritakan pada orang terdekat atau orang yang dipercaya. Cara ini dilakukan untuk mendapat dukungan moril dari orang lain, serta melindungi orang lain agar tidak menjadi korban berikutnya.
  • Jika kamu mengalami tekanan psikologis setelah menghadapi pelecehan seksual, segeralah berbicara ke psikolog/psikiater.

Untuk berbicara pada psikolog/psikiater, kamu bisa memanfaatkan aplikasi Halodoc. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play, lalu masuk ke fitu Contact Doctor. Setelah itu, kamu bisa berbicara pada psikiater Halodoc kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, gunakan aplikasi Halodoc sekarang juga.