• Home
  • /
  • Berapa Lama Stok ASI Bertahan Saat Liburan?

Berapa Lama Stok ASI Bertahan Saat Liburan?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Berapa Lama Stok ASI Bertahan Saat Liburan?

Halodoc, Jakarta - Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sangat penting bagi bayi, terutama bayi baru lahir hingga usia dua tahun. Untuk itu, ibu harus memastikan pasokan dan stok ASI mencukupi kebutuhan harian si kecil. Apalagi saat musim liburan sudah mulai mendekat.

Namun, jangan lagi berpikir bahwa ibu yang tengah menyusui tidak bisa pergi berlibur dan hanya bisa diam di rumah bersama Si Kecil. Nyatanya ibu bisa mengakali hal ini dengan menyetok ASI sebelum berangkat. Persediaan susu ini nantinya bisa dijadikan “penenang” saat bayi mulai rewel selama di perjalanan.

Meski terdengar sederhana, namun ibu benar-benar harus memperhatikan segala aspek sebelum memulai menyetok ASI. Mulai dari wadah terbaik untuk susu yang diperah hingga berapa lama susu bisa bertahan sebagai stok. 

Hal yang paling pertama harus diperhatikan adalah jenis wadah yang akan dipakai untuk menyimpan ASI selama perjalanan. Ibu bisa memilih botol susu khusus berbahan dasar plastik, pastikan memilih wadah yang memang direkomendasikan untuk penyimpangan susu  bayi.

Sebelum mulai menyimpan  susu, ibu juga harus memastikan botol susu benar-benar bersih dan steril. Ibu bisa merendam botol dalam air panas atau air mendidih sekitar lima sampai sepuluh menit. Usahakan agar botol tidak kembali terkontaminasi zat asing sebelum digunakan.

Setelah steril, ibu bisa mulai untuk memerah ASI. Namun jangan lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Menjaga kebersihan tangan yang akan digunakan untuk memerah sama pentingnya dengan menjaga kebersihan botol. Isilah botol secukupnya dan jangan terlalu penuh. Setelah lengkap, letakan botol-botol susu dalam kotak untuk disimpan di lemari pendingin.

Berapa lama ASI dapat bertahan sebagai stok?

Ketahanan ASI sebagai stok tergantung dari seperti apa cara ibu menyimpannnya. ASI bisa disimpan dalam beberapa jam bahkan hingga beberapa bulan, tergantung pada suhu tempat penyimpanan botol.

Jika ibu menyimpan botol berisi ASI dalam ruangan yang memiliki suhu berkisar 25 derajat celcius, susu dapat bertahan selama 3 sampai dengan 6 jam. Sementara jika susu disimpan dalam kotak pendingin yang ditambah dengan kantung es, ASI bisa bertahan hingga 24  jam.

Botol berisi ASI juga bisa ibu tempatkan di dalam lemari pendingin. ASI yang disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu setidaknya 4 derajat aman untuk dikonsumsi bayi hingga 5 hari setelah diperah. Sementara jika tempat tujuan liburan cukup jauh dan tidak memberi waktu banyak untuk ibu menyusui Si Kecil, ibu bisa memilih untuk menyimpan stok ASI di dalam freezer yang bisa ditemui di hotel atau tempat penyimpanan.

Susu yang disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu sekitar 18 derajat celcius di bawah titik beku, yaitu 0 derajat, dapat bertahan hingga 6 bulan. Jika ibu memilih untuk membekukan ASI, tips untuk mengonsumsinya adalah dengan cara dihangatkan.

Pilihlah satu botol yang akan diberi pada bayi, kemudian rendam dalam air panas hingga susu kembali mencair. Namun hindari untuk merebus susu beku di atas kompor yang menyala. Sebab perubahan suhu yang drastis dapat merusak ASI. Jangan lupa untuk memberi catatan pada setiap botol, catatan tersebut berisi tanggal dan waktu ASI dipompa. Ibu harus mendahulukan ASI yang telah lebih lama disimpan, agar tidak terbuang sia-sia.

Jadi, kata siapa ibu menyusui tidak bisa menikmati jalan-jalan? Bisa kok. Selain stok ASI, pastikan ibu dan bayi dalam kondisi terbaik untuk menikmati perjalanan, ya. Tapi tak perlu terlalu khawatir, sebab kini ibu bisa menjadikan aplikasi Halodoc untuk menyampaikan keluhan seputar kesehatan selama berlibur. Ibu bisa berbicara dengan dokter melalui Video/Voice Call dan Chat di mana saja dan kapan saja. Halodoc juga bisa membantu ibu membeli produk kesehatan, agar perjalanan dengan Si kecil tetap aman dan menyenangkan. Yuk, download Halodoc sekarang.