Bercak Mongol dan Sindrom Sjogren Larsson, Ini Perbedaanya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bercak Mongol dan Sindrom Sjogren Larsson, Ini Perbedaanya

Halodoc, Jakarta – Bercak mongol adalah jenis tanda lahir yang disebabkan oleh pigmen di kulit dan sifatnya adalah bawaan. Kondisi ini bisa saja muncul saat lahir, dan terkadang juga pada minggu-minggu pertama kehidupan bayi. 

Ketika beberapa pigmen kulit "terperangkap" di lapisan kulit yang lebih dalam selama perkembangan bayi dan tidak mencapai permukaan, maka akan muncul tanda abu-abu, kehijauan, biru, atau hitam.

Meskipun biasanya tidak berbahaya, tetapi dalam sejumlah kecil bercak mongol dikaitkan dengan penyakit metabolik yang langka mulai dari penyakit hurler, sindrom hunter, penyakit niemann-pick, mucolipidosis, dan mannosidosis. 

Baca juga: Begini Prosedur Diagnosis Bercak Mongol

Menurut jurnal kesehatan yang dipublikasikan oleh World Journal of Clinical Cases menyatakan bahwa bercak mongol juga mungkin memiliki kaitan dengan kelainan medula spinalis yang dikenal dengan istilah occult spinal dysraphism. 

Bercak mongol kerap disamakan dengan sindrom sjogren larsson karena gejala awal yang kurang lebih sama. Lantas, seperti apakah sindrom sjogren larsson sebenarnya?

Bercak Mongol Vs Sindrom Sjogren

Sindrom sjogren larsson adalah kelainan bawaan yang ditandai dengan cacat intelektual, kelainan bicara, dan kelenturan. Bayi yang terkena sindrom in juga mengalami berbagai tingkat kulit memerah dengan sisik halus segera setelah lahir. 

Setelah masa bayi, kulit kehilangan kemerahan, dan sisik gelap sering muncul di leher dan di bawah lengan. Selain itu, skala ketebalannya lebih besar dan dapat berkembang di kaki bagian bawah. 

Keterlambatan perkembangan, kelainan bicara, dan kejang dapat menyertai gejala kulit. Kelenturan di kaki biasanya merusak kemampuan motorik dan berjalan. Banyak anak-anak dengan kelainan ini memiliki bintik-bintik putih berkilau atau degenerasi pigmen di retina mata.

Tidak ada persamaan kondisi antara bercak mongol dan sindrom sjogren larsson selain kondisi perubahan warna kulitnya. Seorang dokter harus memeriksa bercak mongol pada bayi yang baru lahir dan mendokumentasikannya dalam catatan medis bayi. Kemudian, diperiksa pada kunjungan anak-baik secara teratur untuk menentukan apakah akan hilang seiring dengan usia anak yang bertambah.

Baca juga: Bercak Mongol Tanda Suatu Penyakit atau Kelainan, Benarkah?

Terkadang sebagian besar bercak tersebut hilang sepenuhnya pada saat seorang anak mencapai usia 5 tahun. Namun, dalam beberapa kasus, tidak hilang dan bahkan mungkin memiliki tanda lahir seumur hidup.

Menurut American Society for Dermatologic Surgery, bercak mongol tidak membutuhkan perawatan khusus, tidak menyakitkan, dan tidak menimbulkan masalah dengan kulit. Karena hanya memengaruhi bagian belakang dan bokong, gejala mongol bahkan tidak dianggap sebagai masalah kosmetik. 

Bagaimana dengan sindrom sjogren larsson? Untuk perawatan kondisi ini lebih kompleks. Perawatan saat ini ditujukan untuk mengurangi gejala penyakit. Mulai dari terapi untuk kulit yang bersisik dan keras termasuk mandi, krim pelembap, dan krim atau lotion dengan bahan aktif yang dapat menggosok sel-sel kulit mati. 

Baca juga: Ini Jenis Olahraga untuk Pengidap Sindrom Sjogren

Ini termasuk juga konsumsi obat yang disebut retinoid yang dapat memperbaiki kondisi kulit untuk orang dewasa dengan sindrom sjogren larsson. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet modifikasi mengenai asupan lemak dengan suplemen dapat membantu dengan gejala kulit pada beberapa pasien.

Terapi fisik juga dapat membantu membangun atau mendapatkan kembali keterampilan motorik, termasuk berjalan. Sedangkan operasi dapat membantu mengurangi gerakan kejang pada kaki. Alat bantu mekanik atau alat bantu lainnya mungkin juga berguna dalam membantu seseorang dengan sindrom ini untuk berjalan. Tidak lupa obat anti kejang untuk membantu mengendalikan kejang. 

Punya pertanyaan mendalam mengenai perbedaan bercak mongol dan sindrom sjogren larsson, tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.