Berebut Selfie di Makam Habibie, Ini Tanda Penyakit Mental

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Berebut Selfie di Makam Habibie, Ini Tanda Penyakit Mental

Halodoc, Jakarta – Makam Presiden Republik Indonesia ketiga, BJ Habibie, dijadikan tempat berswafoto alias selfie oleh warga. Sesaat setelah BJ Habibie dimakamkan, banyak orang yang terlihat berebut untuk bisa mengambil foto diri di depan makam sambil memeluk nisan mantan presiden tersebut. Pihak keluarga mengaku tidak masalah dengan hal itu, tetapi fenomena ini disayangkan oleh pihak lain yang menilainya sebagai perbuatan yang kurang patut. 

Meski tidak diketahui pasti apa motif di balik kejadian ini, mungkin selfie di makam BJ Habibie dianggap sebagian orang sebagai bentuk kenang-kenangan atau malah sekadar “konten” untuk media sosial. Kepergian sosok yang penuh inspirasi itu memang belakangan menjadi sorotan dan menyedot banyak perhatian. Hal itu bisa saja mendorong orang-orang untuk turut mengabadikan momen bersejarah ini. Namun tahukah kamu, obsesi untuk bisa selfie di tempat-tempat tertentu, seperti di makam BJ Habibie, bisa jadi merupakan tanda awal penyakit mental, lho! 

 

Baca juga: 5 Tanda-Tanda Gangguan Jiwa yang Sering Tak Disadari

 

Mengenal Selfitis, Obsesi untuk Mengambil Foto Diri Sendiri 

 

Sekarang ini, mengambil foto diri alias selfie bukan lagi hal yang aneh dilakukan, terutama saat berada di tempat-tempat tertentu. Seseorang biasanya ingin mengabadikan kehadiran dirinya saat berada di tempat bersejarah, tempat istimewa, atau sekadar tempat yang sedang hits. Di Indonesia, belakangan ini orang-orang bahkan ramai selfie di makam Presiden RI ketiga, BJ Habibie. Setelah mengambil foto, langkah selanjutnya adalah mengunggah foto terbaik ke akun media sosialnya. 

Selfie didefinisikan sebagai aktivitas mengambil foto diri sendiri dengan menggunakan kamera ponsel. Jika dilihat dari segi psikologi, kegiatan ini ternyata berpotensi atau berkaitan dengan ciri-ciri narsisme. Selfie sebenarnya sah-sah saja, selama dilakukan secukupnya dan di tempat yang wajar. Bagaimana dengan selfie di pemakaman? 

Selfie di makam mungkin terdengar ekstrem dan tidak biasa. Namun, keinginan untuk bisa berfoto di makam orang terkenal bisa menjadi tanda seseorang mengalami gangguan mental, dalam hal ini disebut dengan selfitis. Istilah tersebut dicetuskan oleh American Psychiatric Association (APA) dan diklasifikasikan sebagai gangguan mental baru. Selfisitis merupakan keinginan obsesif kompulsif untuk mengambil foto diri yang “berbeda”. \

 

Baca juga: Selfie di Lokasi Bencana Bukan Simpati, Ini Bukti Gangguan Psikologi

 

Dalam hal ini, setelah mengambil selfie masih ada tahapan-tahapan lanjutan yang dilakukan. Kegiatan mengambil foto diri akan diikuti dengan mempostingnya di media sosial, melakukan perubahan atau pengeditan pada warna latar, nuansa foto, hingga tampilan selfie. Banyak yang menyebut bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mendapat perhatian atau pengakuan dari orang-orang di dunia maya. Biasanya, cara ini dilakukan saat seseorang merasa tidak memiliki harga diri yang cukup atau merasa kurang mendapat perhatian dari lingkungan sekitar. 

Gangguan mental ini dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu borderline selfitis, acute selfitis, dan chronic selfitis. Perbedaannya ada pada tingkat keinginan atau obsesi dalam mengambil foto dan mengunggahnya ke media sosial. Pada level borderline selfitis, seseorang biasanya gemar mengambil foto diri lebih dari 3 kali, tetapi tidak mempostingnya ke media sosial. Sementara acute selfitis membuat pengidapnya mengambil selfie setidaknya 3 kali lalu mengunggahnya. Pada tingkat yang parah, ada chronic selfitis. Pada tahap ini, seseorang bisa mengambil selfie hingga berkali-kali dan mempostingnya ke media sosial lebih dari 6 kali dalam satu hari. 

 

Baca juga: Narsisistik Lebih Dari Sekadar Suka Selfie, Ketahui Faktanya

 

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

 

 

Referensi 
Psychology Today. Diakses pada 2019.  Obsessive Selfie-Taking.
Psychology Today. Diakses pada 2019. Social Media, Selfies, and Addiction.