05 September 2018

Berenang Terlalu Lama, bisa Sebabkan Hipotermia?

hipotermia

Halodoc, Jakarta – Berenang merupakan olahraga yang seru dan menyenangkan. Saat berenang dan bermain di dalam air, banyak orang yang bisa sampai lupa waktu, hingga tanpa sadar ia sudah berada di dalam air kolam yang dingin selama berjam-jam. Enggak heran bila mereka keluar kolam dengan badan yang menggigil, wajah pucat, dan bibir biru akibat kedinginan. Berenang memang sangat baik untuk kesehatan, tapi jangan sampai kelamaan berenang ya. Hati-hati, bisa-bisa kamu terkena hipotermia.

Mengenal Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi di mana suhu badan menurun secara drastis sampai di bawah 35 derajat Celcius, padahal suhu tubuh yang normal berkisar di angka 37 derajat Celcius. Hal ini terjadi karena kamu kehilangan panas tubuh terlalu cepat, sehingga tubuh tidak sempat untuk menghasilkan panas kembali. Penyebab utama hipotermia adalah karena paparan suhu udara yang dingin dalam waktu yang lama. Orang berisiko lebih besar mengalami hipotermia saat musim dingin.

Walaupun tidak ada musim dingin di Indonesia, tapi kamu tetap berisiko mengalami hipotermia bila berada di lingkungan bersuhu lebih dingin daripada suhu tubuhmu dalam waktu yang lama, salah satu contohnya seperti saat berenang. Air yang ada di kolam renang biasanya bersuhu lebih dingin daripada udara di sekitar. Merendam tubuh di dalam air yang dingin terlalu lama bisa menurunkan suhu tubuh kamu, sehingga saat keluar dari kolam renang atau terpapar suhu yang lebih panas, tubuh akan bekerja keras untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Akibatnya, kamu berisiko mengalami hipotermia. Bila tidak ditangani secepatnya, hipotermia dapat membahayakan nyawa.

Cara Mengatasi Hipotermia

Orang yang mengalami hipotermia harus mendapat perawatan medis secepatnya. Namun, ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan kondisi pengidap sebelum dilanjutkan oleh tenaga medis:

1. Jauhkan dari Lingkungan Dingin

Pertolongan pertama yang wajib dilakukan oleh pengidap hipotermia adalah menjauhkan dia dari tempat yang dingin dan pindahkan ke tempat yang lebih hangat. Carilah tempat yang memiliki sumber penghangat, seperti perapian atau heater.

2. Hangatkan Tubuh Pengidap

Setelah memindahkan pengidap ke tempat yang lebih hangat, usahakanlah agar suhu tubuh pengidap cepat naik kembali dan menjadi hangat. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghangatkan tubuh pengidap hipotermia, yaitu:

  • Bila pakaian yang digunakan pengidap basah maka segera lepaskan pakaiannya dan ganti dengan yang kering dan hangat.
  • Kemudian, tutupi tubuh pengidap dengan selimut atau kain yang tebal.
  • Bila kamu berada di luar ruangan atau alam terbuka, maka lapisi tanah dengan selimut sebelum membaringkan pengidap.
  • Bila tidak ada perlengkapan yang bisa menghangatkan tubuh pengidap, berilah kehangatan dengan cara memeluknya secara hati-hati. Panas tubuh seseorang merupakan sumber penghangat yang paling ampuh.
  • Gunakan handuk kering yang sudah dihangatkan atau botol berisi air hangat untuk mengompres tubuh pengidap. Letakkan kompresan di leher, dada, atau selangkangan. Jangan meletakkan kompresan di bagian kaki atau tangan karena malah dapat mendorong darah yang dingin mengalir ke jantung, paru-paru, dan otak.
  • Berikan minuman atau makanan yang hangat kepada pengidap ketika ia sudah tersadar dan bisa menelan seperti cokelat atau sup untuk menghangatkan tubuhnya.

3. Perlakukan Pengidap dengan Lembut

Sangat penting untuk merlebihan dapaenangani orang yang mengalami hipotermia dengan hati-hati karena gerakan yang kasar atau bt memicu serangan jantung. Hindari juga menggosok tangan atau kaki pengidap.

4. Pantau Pernapasan Pengidap

Selalu perhatikan pernapasan pengidap. Bila pengidap berhenti bernapas, segera lakukan pernapasan buatan atau CPR.

Jadi, hindari berenang terlalu lama ya agar tidak terkena hipotermia. Berenang disarankan maksimal hanya 2 jam saja. Bila kamu sakit atau butuh saran dokter, jangan ragu untuk menggunakan aplikasi dan Halodoc ya. Kamu bisa menghubungi dokter untuk minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: