Berkenalan Lebih Dekat dengan Program Kehamilan

Berkenalan Lebih Dekat dengan Program Kehamilan

Halodoc, Jakarta - Jika kamu dan pasangan berencana untuk memiliki sang buah hati sebagai pelengkap kegembiraan keluarga, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan program kehamilan. Ya, promil sering menjadi pilihan untuk pasangan yang ingin memiliki momongan tetapi belum berhasil, baik karena kondisi medis maupun karena faktor lainnya.

Promil menjadi hal yang penting untuk dilakukan, karena melalui program ini, kamu dan pasangan menjadi lebih tahu apa yang menyebabkan kehamilan sulit terjadi. Nah, jika ini masih terasa asing untuk kamu, ketahui lebih dekat dengan program hamil dengan membaca ulasan ini!

Apa Sih Program Kehamilan Itu?

Sesuai dengan namanya, program kehamilan adalah program yang ditujukan agar pasangan bisa mendapatkan buah hati. Tidak hanya mengetahui kendala yang membuat kehamilan sulit terjadi, program ini membantu pasangan mendapatkan bayi yang sehat dan normal.

Baca juga: Perlu Diketahui Fakta tentang Blighted Ovum untuk Pasangan yang Sedang Program Hamil

Setiap perempuan harus memikirkan kondisi kesehatannya ketika membicarakan atau merencanakan kehamilan. Wajar saja, karena sebagian besar kehamilan terjadi tanpa disengaja atau tidak direncanakan sebelumnya, dan ini memiliki peluang risiko yang lebih besar terjadi komplikasi seperti bayi cacat lahir atau kelahiran prematur, bahkan lahir mati.

Inilah mengapa program kehamilan diperlukan, karena pencegahan atau penanganan dini terhadap masalah kesehatan yang mungkin terjadi pada pasangan atau calon orang tua bisa dikurangi, sehingga risiko terjadinya komplikasi kehamilan pun bisa dicegah. Jadi, bukan hanya pasangan yang punya masalah kesehatan, pasangan sehat pun perlu menjalani program ini.

Peran Pasangan dalam Program Kehamilan

Masing-masing pasangan, baik calon ayah maupun ibu memiliki peran untuk kesuksesan program kehamilan yang dijalani. Bagaimana perannya?

  • Membuat keputusan mengenai promil bersama. Ketika sudah diputuskan akan memiliki anak, calon ibu lebih membutuhkan perawatan prenatal dini dan harus menghindari semua hal yang memicu terjadinya risiko, seperti merokok dan minum alkohol.

  • Pada calon ayah, skrining dan perawatan infeksi menular seksual dapat membantu memastikan infeksi tidak diteruskan ke calon ibu.

  • Calon ayah dapat meningkatkan kesehatan reproduksi dengan menghindari merokok dan minum alkohol, juga mulai menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat, serta mengurangi stres.

  • Baik calon ayah maupun calon ibu harus saling jujur dan terbuka satu sama lain terkait riwayat medis masing-masing. Ceritakan pula riwayat kesehatan keluarga, juga jenis obat apa saja yang pernah dikonsumsi.

Baca juga: Posisi Terbaik Usai Berhubungan Intim Agar Cepat Hamil

Hal yang Perlu Diperhatikan

Selain membiasakan untuk mengurangi kebiasaan buruk, ada hal lain yang perlu diperhatikan dalam menjalani program kehamilan, seperti:

  • Konsumsi asam folat setiap hari untuk menurunkan risiko cacat lahir pada otak dan tulang belakang, termasuk spina bifida. Ini diwajibkan untuk calon ibu.

  • Bicarakan pada dokter apa pun kondisi medis yang pernah atau sedang calon ibu alami, begitu pula dengan calon ayah. Pasalnya, ada beberapa kondisi medis dari orang tua yang berdampak pada kehamilan. Ini termasuk asma, diabetes, obesitas, atau epilepsi.

  • Bicarakan pula terkait obat yang pernah atau sedang dikonsumsi oleh masing-masing pasangan. Ini termasuk suplemen, vitamin, atau obat-obatan herbal. Pastikan pula calon ayah dan calon ibu telah sepenuhnya melakukan vaksinasi.

  • Hindari kontak dengan bahan kimia beracun yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi baik di rumah maupun di lokasi kerja. Jauhi bahan kimia dan kotoran hewan.

Baca juga: Pentingnya Asupan Asam Folat untuk Mencegah Spina Bifida

Bagaimana, apakah kamu dan pasangan sudah siap untuk menjalani program kehamilan? Yuk, mulai bicarakan dengan dokter kandungan yang kamu percaya supaya kamu dan pasangan menjadi lebih siap. Kamu bisa kok, membuat janji dengan dokter di rumah sakit yang kamu inginkan atau sesuai dengan domisili. Caranya lihat di sini, ya. Tidak hanya itu, kamu juga bisa tanya dokter kandungan langsung, caranya dengan download aplikasi Halodoc.