Bikin Cepat Lelah, Bisakah Anemia Dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bikin Cepat Lelah, Bisakah Anemia Dicegah?

Halodoc, Jakarta - Anemia terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah. Kondisi ini biasanya terjadi karena kehilangan darah, penghancuran sel darah merah, atau ketidakmampuan tubuh membuat sel darah merah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Ada beragam jenisnya, dan paling umum terjadi adalah anemia kekurangan zat besi.

Sel darah merah mengandung protein, disebut hemoglobin yang mengandung banyak zat besi. Tanpa asupan zat besi dalam jumlah yang cukup, tubuh tidak bisa membuat hemoglobin yang dibutuhkan untuk memroduksi sel darah merah, sehingga tubuh tidak mendapatkan cukup asupan darah. 

Tidak hanya itu, kekurangan folat dan vitamin B12 dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk membuat sel darah merah. Jika tubuh tidak dapat memroses B12 dengan benar, bisa jadi kamu mengalami anemia pernisiosa. 

Baca juga: Ini Cara Mencegah Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Tubuh mudah lelah adalah gejala umum dari anemia. Jika sifatnya ringan, kamu mungkin tidak merasakan adanya gejala yang spesifik. Namun, perubahan mungkin terjadi, seperti mudah marah, sering sakit kepala, sulit berpikir dan berkonsentrasi, dan mudah lemas terlebih ketika berolahraga. 

Apabila kondisi anemia yang terjadi pada tubuh kamu semakin memburuk, gejala yang kamu alami mungkin lebih terasa. Beberapa di antaranya seperti kukuh lebih rapuh, sesak napas, lidah terasa sakit, kulit memucat, kepala pusing ketika berdiri, dan berubahnya warna mata menjadi kebiruan. Terkadang, beberapa jenis anemia memiliki gejala yang berbeda. Kamu harus memeriksakan diri ke dokter. 

Bisakah Anemia Dicegah?

Anemia bisa dicegah, hanya saja kamu perlu mengubah pola hidup, terutama pola makan, menjadi lebih sehat. Pastinya, kamu harus mengenali dulu apa gejala yang muncul. Lalu, bagaimana cara pencegahan anemia yang tepat?

Untuk kasus anemia karena defisiensi zat besi, makanan dengan sumber vitamin tinggi menjadi pilihan terbaik. Vitamin dan nutrisi yang diperlukan mencakup sumber zat besi seperti daging sapi, kacang-kacangan, dan sayuran. Penuhi juga kandungan folat, vitamin B12, dan vitamin C.

Baca juga: Ini 5 Tanda Anemia pada Anak

Makanan dengan kandungan folat tinggi bisa didapatkan dari buah jeruk, pisang, pasta, sayuran, kacang-kacangan, sereal, dan roti. Sementara makanan dengan kandungan vitamin B12 mudah didapatkan di produk susu dan daging. Terakhir, untuk makanan dengan vitamin C bisa kamu temukan pada buah-buahan. 

Jika kamu berasal dari keluarga yang memiliki riwayat anemia, penting untuk kamu melakukan konseling kepada ahlinya. Ini disebabkan karena anemia bisa juga terjadi karena faktor genetik atau keturunan. Kamu mungkin saja adalah pembawa, karena itu perbincangan tentang risikonya perlu dilakukan. 

Jika kamu mengidap anemia dan sedang hamil, kamu perlu melakukan serangkaian tes atau mengonsumsi vitamin zat besi sebagai upaya pencegahan. Namun, skrining dapat menimbulkan dampak yang terbilang berisiko, karena itu suplemen zat besi lebih disarankan. 

Baca juga: Selain Kelelahan, Ini Gejala Anemia Aplastik

Ternyata, anemia bisa dicegah dengan penerapan pola hidup dan pola makan yang sehat. Jika masih ada informasi lain yang perlu kamu ketahui, kamu bisa segera bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tinggal download aplikasinya di ponsel kamu, sudah tersedia untuk iOS maupun Android. 

Selain bertanya pada dokter, aplikasi Halodoc juga memiliki fitur lain, yaitu Beli Obat dan Cek Lab. Sekarang, kamu tidak perlu lagi keluar rumah untuk membeli obat atau melakukan tes rutin, manfaatkan saja aplikasinya.