Bisa Bikin Kulit Lebih Sehat, Inilah Terapi Hiperbarik

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bisa Bikin Kulit Lebih Sehat, Inilah Terapi Hiperbarik

Halodoc, Jakarta - Siapa sih yang tidak ingin kulitnya sehat? Ya, kulit yang sehat memang menjadi idaman setiap orang. Oleh karena itu, banyak cara dilakukan oleh mereka yang ingin mendapatkan kulit sehat, mulai dari menerapkan pola hidup sehat, mengaplikasikan produk perawatan kulit, hingga terapi. Salah satu terapi yang menawarkan manfaat bagi kesehatan kulit adalah terapi hiperbarik. Apa saja sih manfaat dari terapi hiperbarik, dan adakah risiko yang mungkin ditimbulkannya?

Sebelum membahas manfaat dan risikonya, perlu diketahui bahwa terapi hiperbarik adalah terapi yang dilakukan di dalam sebuah ruangan. Di ruangan itu, tekanan udara akan ditingkatkan hingga 3 kali lebih tinggi dari tekanan udara normal. Dengan kondisi tersebut, paru-paru dapat mengumpulkan lebih banyak oksigen murni untuk dihirup, daripada ketika dalam tekanan udara normal.

Baca juga: Olahraga Pernapasan Baik Untuk Mental, Masa Sih?

Dengan banyaknya asupan oksigen ke dalam tubuh, aliran darah akan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Hal inilah yang dipercaya membantu tubuh melawan bakteri dan merangsang pelepasan sel induk dan faktor pertumbuhan, yang selanjutnya akan merangsang penyembuhan serta memperbaiki, serta menjaga jaringan tubuh tetap sehat.

Beragam Manfaat yang Ditawarkan

Terapi hiperbarik umumnya ditujukan untuk pengidap penyakit dekompresi, yang biasa dialami oleh para penyelam laut dalam. Terapi ini juga menjadi terapi tambahan pada berbagai penyakit klinis, seperti penyakit yang disebabkan oleh infeksi serius. Dalam dunia medis, terapi hiperbarik juga kerap digunakan untuk mengobati beberapa kondisi berikut:

  • Infeksi tulang (osteomielitis) atau infeksi kulit yang menyebabkan kematian jaringan.

  • Anemia parah.

  • Gangguan akibat radiasi.

  • Beberapa jenis infeksi otak atau bahkan sinus.

  • Infeksi jaringan otot atau gas gangren.

  • Luka bakar.

  • Gelembung udara dalam pembuluh darah (emboli).

  • Luka bakar atau luka akibat diabetes yang sulit sembuh.

  • Keracunan karbon monoksida.

  • Kehilangan pendengaran tiba-tiba.

  • Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba dan tanpa rasa sakit.

Baca juga: Cantik dengan Akupuntur, Ayo Ketahui Manfaatnya!

Apa Saja Risikonya?

Terapi oksigen hiperbarik umumnya merupakan prosedur yang aman dilakukan. Cukup jarang ada orang yang mengalami komplikasi akibat menjalani terapi ini. Meski begitu, terapi ini tetap memiliki beberapa risiko, yaitu:

  • Rabun jauh sementara yang disebabkan oleh adanya perubahan lensa mata.

  • Cedera telinga bagian tengah, termasuk risiko gendang telinga pecah, karena meningkatnya tekanan udara.

  • Pneumothoraks yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara.

  • Kejang, akibat terlalu banyak oksigen dalam sistem saraf pusat.

Baca juga: 4 Faktor yang Memicu Pengidap Epilepsi Mengalami Kejang

Selain itu, oksigen murni juga dapat menyebabkan kebakaran jika terdapat percikan atau api yang membakar sumber bahan bakar. Itulah mengapa biasanya saat akan memasuki ruang terapi, berbagai benda seperti korek api atau perangkat elektronik bertenaga baterai tidak bisa dibawa masuk.

Itulah sedikit penjelasan tentang terapi hiperbarik, manfaat, risiko yang mungkin ditimbulkannya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!