• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Pneumonia Disembuhkan Hanya dengan Minum Obat?

Bisakah Pneumonia Disembuhkan Hanya dengan Minum Obat?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta – Pneumonia merupakan penyakit yang akibat ada inflamasi alias peradangan pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Peradangan pada paru-paru umumnya terjadi karena adanya infeksi virus, bakteri, atau jamur. Jika tidak segera ditangani, pneumonia bisa menjadi semakin parah, bahkan memicu komplikasi. 

Infeksi dan peradangan menyebabkan sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru membengkak dan dipenuhi cairan. Pneumonia paling sering disebabkan oleh serangan bakteri, yaitu Streptococcus pneumoniae. Pada kasus yang ringan, penyakit ini bisa ditangani dengan konsumsi obat-obatan dari dokter. 

Baca juga: Pneumonia, Sakit Radang Paru-Paru yang Luput dari Perhatian

Cara Mengobati Pneumonia 

Pneumonia bisa terjadi karena infeksi bakteri, virus, serta jamur. Selain itu, ada beberapa faktor yang juga bisa meningkatkan risiko pneumonia, salah satunya virus flu atau pilek yang kemudian berkembang menjadi pneumonia. Penyakit ini juga bisa disebabkan oleh serangan jamur saat kekebalan tubuh rendah dan akibat menghirup objek asing, seperti makanan atau minuman.

Penyakit pneumonia sama sekali tidak boleh dianggap sepele dan harus segera mendapat penanganan medis. Secara umum, penyakit ini ditandai dengan munculnya gejala-gejala seperti batuk, demam, hingga kesulitan bernapas. Pneumonia bisa terjadi pada siapa saja, tetapi pernah tercatat sebagai penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di seluruh dunia. 

Pneumonia bisa disembuhkan dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Sebab, cara menyembuhkan penyakit ini adalah dengan mengatasi infeksi yang terjadi. Dokter akan memberikan obat berupa antibiotik yang harus dikonsumsi sampai habis jika infeksi pneumonia disebabkan oleh bakteri. Pengobatan yang dilakukan untuk penyakit ini tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan yang dialami. 

Pneumonia diatasi dengan pemberian obat pereda nyeri, obat batuk, serta antibiotik. Agar pemulihan terjadi lebih cepat dan obat yang dikonsumsi lebih efektif, disarankan untuk melakukan perawatan mandiri di rumah. Mengatasi pneumonia di rumah dilakukan dengan banyak beristirahat, konsumsi banyak cairan atau air putih, serta membatasi aktivitas fisik. 

Baca juga: Pneumonia adalah Penyakit Paru Berbahaya, Kenali 10 Gejalanya

Pada kondisi yang lebih parah, perawatan medis di rumah sakit mungkin dibutuhkan. Orang yang mengidap pneumonia dengan gejala yang tidak kunjung membaik, bahkan setelah konsumsi obat dan antibiotik, harus segera dibawa ke rumah sakit. Perawatan medis segera juga disarankan untuk pengidap pneumonia yang sudah berusia lanjut, yaitu di atas usia 65 tahun. 

Pengidap pneumonia yang mengalami penurunan fungsi ginjal, memiliki tekanan darah rendah, sesak napas, detak jantung tidak normal, serta suhu tubuh di bawah normal juga harus segera mendapat pertolongan dokter di rumah sakit. Penyakit ini rentan menyerang anak-anak. Pengidap pneumonia yang berusia di bawah 2 bulan juga sebaiknya segera dilarikan ke rumah sakit. Apalagi jika disertai dengan gejala berupa tubuh lemas, sesak napas, kadar oksigen darah yang rendah, serta mengalami dehidrasi alias kekurangan cairan dalam tubuh. 

Penanganan pneumonia yang dilakukan di rumah sakit adalah dengan pemberian obat antibiotik melalui suntikan, penambahan oksigen, serta rehabilitasi paru. Pengidap pneumonia dengan gejala yang sangat parah biasanya akan ditempatkan di dalam ruangan perawatan intensif serta akan dipasangi alat bantu pernapasan atau ventilator. 

Baca juga: Bergaya tapi Berbahaya, Vape bisa Sebabkan Chemical Pneumonia

Cari tahu lebih lanjut seputar pengobatan pneumonia dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What is Pneumonia? 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pneumonia.
Healthline. Diakses pada 2019. All about Pneumonia and How to Treat It Effectively.