Fakta Tentang Rambut Rontok yang Harus Diketahui

Fakta Tentang Rambut Rontok yang Harus Diketahui
KECANTIKAN 26 January 2018

Halodoc, Jakarta – Rambut rontok memang hal normal yang terjadi pada pria dan wanita. Tapi, enggak semua orang mau mengalaminya. Selain membuat lantai kotor karena dipenuhi rambut, kerontokan juga membuat beberapa orang khawatir rambutnya menjadi tipis dan botak. Tapi, apakah benar rambut rontok pasti bikin rambut botak? Supaya kamu enggak panik, coba simak beberapa fakta tentang rambut rontok di bawah ini, yuk!

1. Rambut Rontok itu Wajar

Meskipun terdengar menyeramkan, kerontokan rambut umumnya tidak akan membuat rambut menjadi tipis atau botak. Rambut manusia memiliki siklus bertunas, sehingga rambut akan mengalami kerontokan sebelum bertunas dan tumbuh kembali. Karena itu, umumnya, rambut kamu akan mengalami kerontokan 50-100 helai rambut per hari. Jadi, kamu tidak perlu khawatir!

2. Stres Bikin Rambut Rontok

Stres yang bikin rambut rontok adalah stres berat, seperti stres pascamelahirkan, kecelakaan, perceraian, tekanan pekerjaan, atau penyakit tertentu. Sebenarnya, stres tidak secara langsung menyebabkan kerontokan. Stres menguras simpanan vitamin B12 dalam tubuh yang bertanggung jawab utnuk menyalurkan darah, oksigen, dan nutrisi ke jaringan tubuh, termasuk rambut. Akibatnya, rambut akan menjadi rapuh dan mengalami kerontokan.

3. Keramas Baik untuk Rambut

Ada yang bilang kalau terlalu sering keramas bisa bikin rambut rontok. Padahal, pendapat tersebut tidak benar, karena sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikannya. Keramas justru membantu membersihkan minyak pada kulit kepala yang bisa mencegah kerontokan rambut. Jadi, jangan sampai enggak keramas karena takut rambut rontok, ya.

4. Polusi Merusak Rambut

Polusi memiliki partikel yang sangat kecil, sehingga debu dan kotoran tersebut bisa menempel dan menyumbat kulit kepala hingga folikel rambut. Akibatnya, polusi bisa membuat rambut menjadi bau, lengket, hingga rapuh dan rontok.

5. Ketombe Bikin Rambut Rontok

Ketombe ditandai dengan munculnya rasa gatal dan bintik putih di kulit kepala. Jika tidak ditangani, ketombe dapat menyebabkan rambut rontok karena bintik putih bisa menutupi folikel rambut. Ketika folikel rambut dipenuhi ketombe, maka, rambut baru tidak bisa tumbuh dan menyebabkan kerontokan rambut. Selain itu, aktivitas menggaruk kulit kepala karena rasa gatal yang muncul juga bisa menyebabkan akar rambut menjadi tidak kuat, sehingga rambut rapuh dan rontok.

6. Rambut Rontok Bisa karena Genetik

Wanita dan pria dapat mewarisi gen dari sisi ayah dan ibu, yang membuat mereka lebih rentan mengalami rambut rontok hingga kebotakan. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon Dihydrostestosterone (DHT) yang ada pada tubuh wanita maupun pria.

Meskipun rambut rontok hal yang normal terjadi, kerontokan rambut yang melebihi batas wajar dapat berujung pada kebotakan. Untuk itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar kebotakan dapat dihindari. Jika kamu memiliki keluhan dengan kerontokan rambut, kamu bisa lho bicara ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya kapan saja dan dimana saja.

Atau, jika kamu penasaran dengan kadar kolestrol, kadar gula dalam darah, dan lain-lain, kamu bisa cek melalui aplikasi Halodoc. Caranya mudah! Kamu tinggal pilih Lab Service yang terdapat pada aplikasi Halodoc, kemudian tentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemui kamu pada waktu yang sudah ditentukan. Kamu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc. Kamu hanya tinggal order lewat aplikasi Halodoc, dan pesanan kamu akan diantar dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.


Rekomendasi Artikel

KECANTIKAN

19 July 2018

Komedo atau bintik kecil berwarna putih pada permukaan wajah, kerap kali membuat penampilan jadi tak menarik....

Selengkapnya

DIET & NUTRISI

19 July 2018

Makan malam bikin gemuk, masa sih? Agar kamu enggak penasaran, simak penjelasan tentang makan malam berikut in...

Selengkapnya

IBU & ANAK

19 July 2018

Ternyata, aktif dan hiperaktif itu berbeda, lho. Yuk kenali perbedaan aktif dan hiperaktif melalui ulasan beri...

Selengkapnya