Lebih Bahaya Mana, Menghisap Vape atau Rokok Tembakau

Lebih Bahaya Mana, Menghisap Vape atau Rokok Tembakau
OLAHRAGA 13 October 2017

Halodoc, Jakarta – Rokok elektrik adalah jenis rokok yang sedang digandrungi saat ini karena tetap dapat memberikan sensasi merokok, tapi dianggap lebih aman dibanding merokok tembakau. Rokok elektrik juga dianggap menjadi salah satu cara paling aman untuk menghentikan kebiasaan merokok seseorang. Tapi benarkah demikian? Yuk, simak dulu penjelasan berikut ini:

Kenali Cara Kerja Rokok Elektrik
Rokok elektrik berupa sebuah alat yang menggunakan batre untuk menyalakannya dan sangat mirip dengan rokok tembakau. Namun, tidak seperti rokok yang terbuat dari daun-daun tembakau yang dibungkus, rokok elektrik terdiri dari tabung yang berisi cairan nikotin, perasa buah dan bahan kimia lainnya. Alat rokok elektrik akan memanaskan cairan tersebut yang akan mengubahnya menjadi uap yang kamu hirup setelah kamu menghisapnya. Tabung cairan rokok elektrik bisa diisi ulang dan saat ini sudah terdapat banyak toko-toko yang menjual cairan isi ulang rokok elektrik tersebut.

Bahan-bahan yang Terkandung Dalam Rokok Elektrik
Untuk mengetahui apakah rokok elektrik aman, cari tahu dulu bahan-bahan yang terkandung dalam cairan isi rokok elektrik berikut ini:

Nikotin
Rokok elektrik juga mengandung nikotin di dalamnya yang dapat menyebabkan kecanduan. Jika kebiasaan menghisap rokok elektrik dihentikan, maka penggunanya bisa mengalami depresi atau uring-uringan. Nikotin juga tidak baik bagi kesehatan paru-paru, karena dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen dan meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru.

Propilen Gilikon
Zat lainnya yang terkandung dalam rokok elektrik adalah propilen gilikol. Sebenarnya Propilen gilikol tidak berbahaya untuk dikonsumsi, karena memang banyak ditemukan dalam berbagai jenis makanan, seperti popcorn, es krim, salad, dan lain-lain. Namun, uap dari zat tersebut dapat membuat mata iritasi, dan berbahaya jika dikonsumsi oleh pengidap asma karena dapat membuat penyakit asma semakin sering kambuh.

Gliserin
Gliserin berbentuk cairan kental yang tidak berbau, tidak berwarna, dan rasanya manis. Meskipun aman untuk dikonsumsi, tapi belum ada penelitian lebih lanjut apakah tentang dampak lebih lanjut jika dihirup secara berlebihan.

Zat-zat Kimia Lain yang Bisa Berbahaya
Selain itu, zat-zat kimia lainnya yang juga terkandung dalam cairan rokok elektrik, seperti formalin, asetaldehida, akrolein, timah, timbal dan merkuri dapat membentuk aerosol yang berbahaya bagi kesehatan jika dipanaskan.

Perisa
Rokok elektrik memiliki berbagai rasa yang juga membuat harum uap yang dihembuskan. Namun, dibalik rasa-rasa enak dan unik yang dihasilkan rokok elektrik, seperti buah-buahan, kayu manis, hingga popcorn, terkandung satu zat yang membahayakan, yaitu diasetil. Jika zat diasetil dihirup, maka bisa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Benarkah Vape Lebih Aman?
Karena rokok konvensional dinyalakan dengan menggunakan api, ribuan zat kimia yang dibakar dan asap yang dihirup seringkali dinilai lebih membahayakan tubuh. Rokok elektrik yang tidak dibakar dianggap lebih aman. Namun, seperti yang sudah dijelaskan di atas, rokok elektrik mengandung bahan-bahan yang juga tidak kalah berbahaya dari rokok konvensional.

Seorang peneliti dari National Institute of Public Health di Jepang mengungkapkan bahwa dalam salah satu rokok elektrik ditemukan karsinogen (kelompok zat yang dapat merusak DNA secara langsung dan memicu timbulnya penyakit kanker) 10 tingkat lebih tinggi daripada satu batang rokok biasa. Beberapa penelitian menemukan bahwa rokok elektrik dapat memicu inflamasi dalam tubuh, infeksi paru-paru dan meningkatkan risiko asma, stroke, serta penyakit jantung.

Walaupun rokok elektrik tidak mengeluarkan asap bakaran, tapi uap yang dihasilkan rokok elektrik ternyata paling berbahaya dibandingkan dengan rokok tembakau karena dapat menyebabkan serangan asma, sesak napas, dan batuk. Kebiasaan menghisap rokok elektrik juga dapat memengaruhi kesehatan tenggorokan dan pernapasan.

Jika kamu ingin bertanya lebih lanjut seputar bahaya rokok elektrik, atau gangguan pernapasan yang kamu alami, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa berdiskusi dengan dokter melalui Voice/Video Call dan Chat. Selain itu, kamu juga bisa membeli suplemen dan vitamin yang kamu butuhkan di Halodoc. Pesanan kamu akan diantar langsung ke tujuan dalam waktu satu jam! Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.


Rekomendasi Artikel

KEHAMILAN

16 August 2018

Kualitas sperma dan ovum dipengaruhi oleh usia, benarkah? Simak faktanya di Halodoc, yuk!...

Selengkapnya

KECANTIKAN

16 August 2018

Xerostomia merupakan kondisi yang bisa dialami sesekali oleh siapapun. Khususnya dalam kondisi gugup atau cema...

Selengkapnya

IBU & ANAK

16 August 2018

Cacat lahir yang sering dijumpai di Indonesia adalah bibir sumbing atau cleft lip. Simak penjelasan dari Halod...

Selengkapnya