Buat Tulang Rapuh, Ini Bedanya Osteomalasia dan Osteoporosis

Osteomalasia, Osteoporosis, tulang keropos

Halodoc, Jakarta - Ada banyak istilah yang dapat kamu temukan mengenai gangguan pada tulang yang akan membuat kamu bingung. Dari sekian banyak istilah, osteomalasia dan osteoporosis merupakan yang cukup populer. Osteoporosis dan osteomalasia merupakan gangguan kesehatan pada tulang. Namun, karena kemiripan gejalanya, osteoporosis dan osteomalasia sering dianggap sama.

Untuk mengetahui perbedaan di antara keduanya, kamu perlu memahami terlebih dulu bagaimana tulang terbentuk. Tulang adalah salah satu anggota tubuh yang dinamis. Tulang terus bertumbuh karena dipengaruhi oleh matriks tulang. Supaya matriks tulang menjadi kuat, dibutuhkan kalsium yang memadai.

Kondisi ketika tulang kekurangan kalsium disebut dengan osteomalasia. Sedangkan osteoporosis merupakan keadaan tulang yang mengalami penurunan seiring dengan pertambahan usia. Penurunan kekuatan tulang ini juga bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Untuk lebih jelasnya, berikut pemaparannya.

Baca Juga: Ini Perbedaan Osteoporosis dan Osteoarthritis

Osteoporosis

Osteoporosis merupakan gangguan tulang yang mengurangi kepadatan tulang, sehingga berisiko menyebabkan patah tulang. Penyebabnya adalah karena kurangnya olahraga untuk memperkuat otot dan struktur sendi, kekurangan gizi, efek samping sejumlah obat, serta perubahan hormon setelah wanita mengalami menopause.

Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit silent disease, karena pengidap tidak merasakan gejala sampai kecelakaan, seperti terpeleset atau jatuh, menyebabkan patah tulang. Meski begitu, beberapa orang dapat merasakan gejala berupa nyeri punggung bawah yang tajam. Untuk mendapatkan tulang yang kuat dan sehat, kamu membutuhkan 1.000 miligram kalsium per hari (sebaiknya dalam bentuk sitrat). Namun, asupan kalsium tidak boleh lebih dari 1.200 miligram, sehingga kepadatan tulang akan terjaga dan kamu terhindar dari patah tulang.

Agar terhindar dari osteoporosis, kamu perlu memastikan pola makan seimbang seperti roti, buah, sayuran, dan ikan, untuk asupan magnesium yang memadai. Sumber kalsium yang meliputi produk susu rendah lemak, sayuran hijau tua juga disarankan. Sementara itu, kalsium sitrat merupakan bentuk terbaik kalsium untuk mencegah osteoporosis. Kamu bisa mendapatkannya dari suplemen vitamin D, yang diperlukan untuk penyerapan kalsium dalam tulang, serta disintesis dalam kulit melalui paparan sinar matahari.

Baca Juga: Cegah Keropos Tulang untuk Perempuan, Lakukan Hal Ini

Di samping itu, pengidap osteoporosis harus merencanakan olahraga sebagai bagian dari perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Mereka juga disarankan untuk menghentikan konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok.

Osteomalasia

Penyebab osteomalasia adalah tidak sempurnanya proses perkembangan tulang, sehingga tulang tidak mengeras. Hal ini dapat terjadi akibat tubuh kekurangan kalsium, fosfor, atau vitamin D. Selain karena asupannya yang kurang dari makanan, sejumlah kondisi di bawah ini juga bisa membuat tubuh kekurangan ketiga zat tersebut, yaitu:

  • Kurangnya paparan sinar matahari.
  • Efek samping obat-obatan antikejang.
  • Usia lanjut.
  • Obesitas morbid.
  • Gangguan fungsi ginjal atau hati.
  • Penyakit celiac, yaitu ketika usus halus tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan.
  • Pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian atau seluruh lambung (gastrektomi).

Di awal kemunculannya, pengidap osteomalasia tidak merasakan gejala apapun. Saat kondisi semakin parah, tulang pengidap akan menjadi rapuh, yang ditandai dengan beberapa gejala seperti nyeri pada beberapa bagian tubuh. Terutama punggung bawah, panggul, pangkal paha, kaki, dan tulang rusuk. Rasa nyeri akan bertambah parah di malam hari atau saat menahan beban berat. Pengidap biasanya juga akan sempoyongan saat berjalan, serta kesulitan untuk berdiri dan naik tangga akibat lemahnya otot. Tubuh pun terasa mudah lelah.

Baca Juga: Yuk, Kenalan Dengan Olahraga Pencegah Osteoporosis

Itulah perbedaan kedua gangguan tulang tersebut. Jika kamu masih merasa ragu apakah kamu mengalami osteoporosis atau osteomalasia, kamu bisa mendiskusikannya dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.