04 December 2017

Bukan Asal Tumbuh, Ini Manfaat Bulu Hidung

Bukan Asal Tumbuh, Ini  Manfaat Bulu Hidung

Halodoc, Jakarta - Dari hampir semua bulu yang tumbuh di tubuh, mungkin bulu hidung adalah bagian yang paling jarang diperhatikan. Bagaimana tidak, jumlah bulu hidung yang tak mencolok serta tempat tumbuhnya yang tersembunyi dan sempit pun membuat bulu hidung makin terlupakan.

Bulu hidung tumbuh di dalam rongga hidung dan membuat banyak orang bertanya apa fungsinya bagi tubuh. Mungkin kamu juga termasuk salah satu yang menganggap kehadiran bulu hidung tak penting. Eits, jangan terkecoh. Nyatanya bulu hidung memiliki fungsi yang cukup penting bagi tubuh, kok bisa?

1. Menjaga Kesehatan Tubuh

Kamu mungkin tak akan percaya bahwa bulu-bulu halus di rongga hidung bisa menjaga kesehatan tubuh. Tapi itu nyata. Bulu hidung memiliki cara sendiri untuk menjaga kesehatan tubuh. Bulu hidung berguna untuk menyaring udara yang melewati saluran pernapasan. Apalagi kalau kamu banyak beraktivitas di tengah udara berpolusi.

Sejumlah patogen di udara tak pernah berhasil mencapai saluran pernapasan karena dihalau oleh bulu hidung. Dan bersama cairan dalam hidung, bulu-bulu ini bekerja dan "menjebak" partikel atau kuman. Dengan demikian, kesehatan tubuh, terutama kesehatan rongga pernapasan akan lebih terjaga.

2. Melindungi Tubuh

Selain menjaga kesehatan tubuh, bulu hidung juga berperan untuk melindungi tubuh. Bulu hidung berperan sebagai pintu depan yang akan mencegah masuknya sejumlah partikel penyebab penyakit. Dia menciptakan perisai antara organ dalam tubuh dari polutan luar. Sebab saat kamu bernapas, kamu mungkin menghirup partikel kecil yang bisa mengganggu kestabilan tubuh. Bulu hidung akan menyaring partikel tersebut agar tidak masuk ke dalam tubuh lalu memproduksinya sebagian kotoran hidung alias upil.

3. Penyelamat Bagi Si Asma

Kalau kamu memiliki masalah pernapasan, seperti asma, maka bulu hidung pantas untuk  mendapat predikat "si penyelamat". Pasalnya bulu-bulu halus ini akan membantu dan memudahkan kamu dalam bernapas.

Sebuah studi menemukan bahwa bulu hidung yang lebat dapat meningkatkan kemampuan penderita asma dalam bernapas. Semakin lebat bulu hidung, maka pernapasan akan semakin lancar dan lega. Bulu hidung yang banyak akan berfungsi lebih baik menyaring partikel kotor yang bisa memicu kambuhnya asma. Namun perlu diingat, penting untuk menjaga kebersihan rongga bulu hidung, ya. Sehingga bulu-bulu tersebut akan bekerja secara maksimal dan tidak menjadi sarang bakteri penyebab penyakit.

4. Jangan Sembarangan Dicabut

Kamu mungkin akan tergoda untuk mencabut bulu hidung yang mulai panjang. Namun jangan sembarangan! Mencabut bulu hidung secara paksa merupakan satu ide yang buruk. Kebiasaan ini akan meningkatkan potensi luka di rongga hidung bahkan dapat menyebabkan masalah di hidung, salah satunya sinusitis.

5. Bisa Beruban

Tahukah kamu bulu hidung ternyata juga bisa berubah menjadi uban, lho. Uban adalah proses perubahan warna asli bulu menjadi berwarna putih atau abu-abu. Sebuah studi bahkan menunjukkan bahwa bulu hidung adalah rambut pertama yang akan berubah menjadi uban, dibandingkan dengan rambut lain yang ada di seluruh tubuh.

Meski sangat berguna dan bermanfaat, namun bukan berarti kamu tidak perlu menjaga kebersihannya. Alih-alih bermanfaat, bulu hidung yang tidak diperhatikan malah bisa berubah menjadi tempat bersarangnya kuman dan virus penyebab penyakit. Termasuk virus penyebab flu.

Kalau saluran pernapasan terganggu dan butuh saran dokter, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Dokter di Halodoc bisa dihubungi lewat Video/Voice Call dan Chat. Membeli produk kesehatan di Halodoc pun sangat mudah. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Play Store.