Bukan Bodoh, Ibu Perlu Tahu Cara Tingkatkan Konsentrasi Anak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bukan Bodoh, Ibu Perlu Tahu Cara Tingkatkan Konsentrasi Anak

Halodoc, Jakarta – Para orangtua suka memiliki masalah ketika sedang mengajari anaknya sesuatu. Si kecil hanya bisa berkonsentrasi dalam waktu yang singkat, setelah itu ia mulai beralih fokus ke sesuatu yang lain. Jika konsentrasi anak tidak ditingkatkan, maka prestasinya di sekolah nanti pun bisa terganggu. Berikut adalah cara-cara tingkatkan konsentrasi anak yang perlu diketahui ibu.

Orangtua sering menganggap bahwa anak tidak berkonsentrasi karena ia malas dan tidak mau belajar. Padahal konsentrasi bukan soal kemauan. Namun, menurut Dr. Laurie Mcnelles, ahli perkembangan anak dan remaja di York University, konsentrasi bergantung pada faktor usia, eskpektasi, dan lingkungan. Jadi, ibu perlu tahu perkembangan daya konsentrasi anak pada usianya agar bisa memberi stimulasi yang tepat. Berikut adalah tahapannya:

Usia 1-2 tahun

Anak sudah mampu mengingat suatu benda, misalnya boneka kesukaannya dan orang-orang yang ia temui setiap hari. Namun, kemampuannya untuk berkonsentrasi masih sangat terbatas, yaitu berkisar 1-3 menit dan tergantung pada daya tarik hal tersebut. Hal ini disebabkan karena fungsi indera, otak dan lainnya masih dalam masa perkembangan. Anak pada usia ini memiliki keingintahuan yang besar, sehingga ia cenderung banyak bergerak, bereksplorasi, dan mencoba berbagai hal yang menyebabkannya sulit fokus pada satu hal dalam jangka waktu yang lama.

Permainan yang bisa melatih konsentrasinya:

  • Puzzle dengan kepingan yang jumlahnya sedikit.
  • Memasukkan benda berbentuk angka dan huruf ke wadah yang memiliki lubang sesuai dengan bentuknya.
  • Menyusun balok-balok berukuran besar.
  • Buku bergambar yang berisi berbagai bentuk dan warna (ibu bisa sambil menjelaskan gambar dan warna tersebut berulang-ulang agar Si Kecil hafal).

Usia 2-3 tahun

Kemampuan konsentrasi dan daya menghapal anak pada usia ini mulai meningkat. Si Kecil mampu menyanyikan penggalan lirik lagu yang sering ia dengarkan dan mampu berkonsentrasi selama 3-5 menit. Tapi, Si Kecil juga mudah beralih dari aktivitas yang tengah dikerjakannya kepada hal lain yang lebih menarik.

Cara melatih konsentrasi anak usia 2-3 tahun:

  • Latih anak untuk menyelesaikan aktivitasnya, misalnya dorong ia agar bisa menyusun puzzle hingga selesai, atau ketika ibu membacakan sebuah buku, minta Si Kecil untuk tetap mendengarkan hingga ibu selesai membaca buku tersebut.
  • Sering-seringlah berkomunikasi berdua dengannya dan minta Si Kecil untuk fokus mendengarkan.

Usia 3-4 tahun

Tingkat konsentrasi dan daya menghapal anak kian membaik. Si Kecil mampu berkonsentrasi lebih lama, yaitu sekitar 5-10 menit. Pada usia ini, ibu sebaiknya mendorongnya melakukan kegiatan fisik yang sangat bermanfaat untuk perkembangan kemampuan sensori dan motoriknya, serta agar Si Kecil dapat mengeksplorasi lingkungan.

Cara melatih konsentrasi anak usia 3-4 tahun:

  • Ajari anak berenang, karena olahraga tersebut bermanfaat untuk menstimulasi indera-indera sensoris, konsentrasi, serta otak kanan dan kirinya.
  • Minta anak untuk menceritakan kembali buku yang baru ia baca atau film yang sudah ia tonton.
  • Beri mainan yang bisa dibongkar pasang, seperti robot-robotan, rumah Barbie, dan lain-lain. Biarkan ia membuatnya sendiri.
  • Ajari memasang dan menyopot kancing baju.

Tips Meningkatkan Konsentrasi Anak Usia Sekolah:

  • Seimbangkan Waktu Belajar dan Istirahat

Setelah anak pulang dari sekolah, biarkan ia beristirahat dulu sejenak. Memaksakan anak untuk lanjut les setelah pulang sekolah akan membuat otak anak kelelahan, sehingga hasil belajarnya pun kurang maksimal. Dengan beristirahat, otak dan tubuh anak akan segar dan berenergi kembali, sehingga ia bisa lebih berkonsentrasi.

  • Batasi Waktu Menonton dan Bermain Gadget

Jangan biarkan anak sampai kecanduan televisi dan berbagai macam gadget, sehingga ia tidak mau belajar. Beri Si Kecil batasan waktu, misalnya Si Kecil hanya boleh menonton atau bermain gadget dua jam dalam sehari.

  • Disiplinkan Anak

Ketika sedang belajar, minta anak agar duduk dalam posisi yang tegap di meja belajar. Jangan sampai anak belajar sambil tidur-tiduran, memainkan sesuatu dan lain-lain.

  • Beri Anak Asupan Nutrisi untuk Otak

Beri Si Kecil sarapan bernutrisi sebelum ia berangkat ke sekolah, seperti sereal dengan susu, roti selai, bubur ayam, telur, dan sebagainya. Makanan yang kaya akan kandungan zat besi seperti daging, ikan, kacang-kacangan dan sayur-sayuran juga sangat diperlukan untuk perkembangan otak dan intelegensia anak.

Kini, ibu dapat berdiskusi dengan dokter seputar kesehatan dan psikologis anakmelalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Jika ibu ingin melakukan cek kesehatan, seperti kadar kolesterol, kadar gula dalam darah, dan lain-lain, tidak usah keluar rumah. Ibu bisa melakukannya melalui aplikasi Halodoc. Caranya sangat praktis, ibu tinggal pilih Lab Home Service yang terdapat pada aplikasi Halodoc, kemudian tentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemuimu pada waktu yang sudah ditentukan. Selain itu, ibu bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc. Tinggal order dan pesanan akan diantarkan dalam satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.