Bukan Cuma Golongan Darah, Rhesus Juga Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bukan Cuma Golongan Darah, Rhesus Juga Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta –   Tidak banyak yang tahu kalau mengetahui golongan darah sangat penting sebagai referensi dan rekomendasi kesehatan. Golongan darah diwarisi dari orangtua dan ditentukan oleh dua faktor, yakni sistem pengelompokan ABO dan faktor rhesus.

Dimulai dengan sistem ABO, ada empat golongan darah, yaitu A, B, AB, dan O. Jenis darah yang kamu miliki didasarkan pada ada atau tidaknya antigen dan antibodi dalam darah. Antigen adalah protein yang menempel pada permukaan sel darah merah, sedangkan antibodi diproduksi dalam plasma atau bagian cair dari darah.

Jenis antigen yang kamu miliki menentukan jenis darahmu. Misalnya, jika kamu memiliki antigen A pada sel darah maka golongan darahmu adalah A. Jika seseorang memiliki antigen A dan B, termasuk tipe AB. Dan jika tidak memiliki antigen, maka golongan darahmu adalah O. Untuk setiap antigen pada sel darah, antibodi yang berlawanan diproduksi dalam plasma. Sebagai contoh, darah tipe B memiliki antibodi anti-tipe A.

Baca juga: Golongan Darah Bisa Tentukan Jodoh?

Selain sistem ABO, golongan darah juga ditentukan oleh ada tidaknya antigen lain yang dikenal sebagai faktor rhesus. Misalnya, jika kamu rhesus negatif dan memiliki darah tipe A, kamu A negatif. Jika kamu memiliki darah tipe B dan juga rhesus positif, maka golongan darahmu B positif. Walaupun ada lebih dari 20 sistem golongan darah, tetapi ABO dan rhesus adalah yang paling penting.

Setiap orang memiliki dua faktor rhesus dalam genetika mereka, yaitu satu dari masing-masing orangtua. Satu-satunya cara bagi seseorang untuk memiliki golongan darah negatif adalah bagi kedua orangtua untuk memiliki setidaknya satu faktor negatif. Misalnya, jika faktor rhesus seseorang positif, maka anak tidak mungkin memiliki golongan darah negatif.

Baca juga: Penyakit yang Sering Menyerang Menurut Golongan Darah

Pentingnya mengetahui golongan darah untuk mencegah risiko kamu menerima golongan darah yang tidak kompatibel pada saat dibutuhkan, seperti selama transfusi darah atau selama operasi. Jika dua jenis darah berbeda dicampur, maka dapat menyebabkan penggumpalan sel darah yang bisa berakibat fatal.

Mengetahui golongan darah rhesus sangat penting bagi ibu hamil. Jika seorang perempuan dengan rhesus negatif dan hamil dengan bayi yang rhesus positif, itu dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai ketidakcocokan rhesus.

Jika darah bayi rhesus positif bercampur dengan ibu, itu dapat memicu produksi antibodi terhadap darah bayi yang dikenal sebagai sensitisasi rhesus. Karenanya, untuk menghindari risiko ini, diperlukan pemeriksaan golongan darah di awal kehamilan. Jika si ibu ternyata rhesus negatif, ia menerima suntikan yang disebut imunoglobulin yang mencegah produksi dan sensitisasi antibodi.

Baca juga: Kadar Trombosit Normal dalam Tubuh

Jika iia tidak menerima suntikan, tubuhnya akan mengembangkan antibodi yang dapat menyerang sel darah merah positif bayi pada kehamilan berikutnya, yang akan menyebabkan HDN. HDN dapat menyebabkan penyakit serius, kerusakan otak, bahkan kematian pada janin atau bayi baru lahir.

Wanita hamil biasanya menerima imunoglobulin dua kali selama kehamilan. Sekali pada sekitar 28 minggu kehamilan dan suntikan, selanjutnya dalam 72 jam setelah melahirkan, jika kenyataannya bayi yang baru lahir adalah rhesus positif.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai hubungan rhesus darah dengan kesehatan, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.