19 October 2018

Bukan Panu, Ini 5 Penyebab Bercak Putih pada Kulit

bercak pada kulit, penyebab bercak putih pada kulit

Halodoc, Jakarta – Jika kamu memiliki bercak putih pada kulit, belum tentu itu panu. Beberapa kondisi bercak putih disebabkan beberapa hal, di antaranya vitiligo, pityriasis versicolor atau panu, pityriasis alba, hipopigmentasi, dan lain sebagainya.

Pigmentasi merupakan pewarnaan kulit seseorang. Jika seseorang sehat, warna kulitnya akan tampak normal. Dalam keadaan sakit atau mengalami cedera, kulit seseorang mungkin saja berubah warna, bisa menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi) atau  lebih terang (hipopigmentasi).

Pigmentasi kulit biasanya bervariasi, tergantung ras dan genetik seseorang. Namun, hal ini juga tergantung pada jumlah paparan sinar matahari yang diperoleh.

Penyebab Bercak Putih pada Kulit

Umumnya, bercak putih pada kulit membuat warna kulit kamu menjadi tidak merata, apalagi jika kamu memiliki kulit yang gelap. Bercak putih pada kulit dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya:

1. Pityriasis Versicolor/ Tinea Versicolor (Panu)

Panu merupakan infeksi jamur yang umum terjadi pada kulit. Biasanya, panu akan muncul pada kulit area dada dan juga punggung. Kondisi ini juga dapat membuat kulit mengalami bercak kecokelatan dan bersisik. Kondisi ini biasanya sering dialami anak muda dan cenderung lebih banyak terjadi pada pria dibanding perempuan, serta pada orang yang sering berkeringat banyak.

Penyebab munculnya panu adalah pertumbuhan jamur dari genus Malassezia, yaitu mikroorganisme yang ditemukan pada kulit normal. kondisi ini tidak menular dan lebih sering terjadi di iklim panas dan lembap, dibanding di iklim sejuk dan kering.

2. Vitiligo

Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak putih pada kulit yang disebabkan oleh kurangnya melanin (pigmen di kulit). Keadaan in dapat memengaruhi area kulit mana pun. Namun, bercak putih paling sering terjadi pada wajah, leher, tangan, dan bagian lipatan kulit. Penyebab bercak putih pada kulit yang disebabkan oleh vitiligo ini bersifat permanen dan bukan merupakan penyakit menular.

Vitiligo dapat terjadi ketika sel penghasil pigmen (melanosit) mati atau berhenti memproduksi melanin. Beberapa hal yang dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko terjadinya vitiligo yaitu adanya gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang dan menghancurkan melanosit di kulit, adanya riwayat keluarga yang mengidap vitiligo, dan beberapa hal lain seperti terpapar sinar matahari, stres, serta paparan bahan kimia industri.

3. Pityriasis Alba

Penyebab pityriasis alba adalah kelainan kulit yang terjadi karena hipopigmentasi. Bercak putih pada kulit yang disebabkan oleh pityriasis alba belum diketahui penyebab utamanya. Namun, kondisi ini biasanya dikaitkan dengan eksim dan juga alergi. Selain itu, bercak putih tersebut juga dikaitkan dengan paparan sinar matahari dan kulit kering.

Bercak putih akibat kelainan pityriasis alba ini sering muncul pada pipi, dagu, leher, dan bahu. Kelainan ini sering terjadi pada anak-anak dan juga remaja dan lebih terlihat pada orang dengan kulit gelap. Kelainan kulit ini tidak menular dan juga dapat hilang dengan sendirinya. Namun, orang dengan kondisi ini sebaiknya selalu menjaga kelembapan kulit dengan menggunakan krim hidrokortison, dan menghindari paparan sinar matahari.

4. Morfea

Kondisi kulit morfea tergolong langka, biasanya menyebabkan bintik-bintik atau bercak putih pada kulit tanpa rasa sakit. Perubahan kulit biasanya muncul di bagian perut, dada, atau punggung. Namun, bisa juga terjadi di wajah, lengan, atau tungkai. Morfea cenderung hanya memengaruhi lapisan terluar kulit kamu, tapi beberapa kondisinya juga membatasi gerakan di persendian.

Penyebab morfea belum diketahui secara pasti, tapi kelainan kulit ini berkaitan dengan faktor genetik dan lingkungan. Morfea dikaitkan dengan peningkatan kolagen dan juga matriks ekstraseluler (komponen di luar sel yang terdapat pada semua jaringan dan organ) pada lapisan dermis kulit. Morfea lebih banyak ditemukan pada perempuan dan orang dengan kulit putih.

5. Lepra

Kondisi ini disebabkan oleh bakteri mycobacterium leprae. Penyakit lepra atau kusta ini merupakan salah satu penyakit tertua di dunia. Kusta dapat dialami oleh siapa pun, tapi 80 persen penyakit ini ditemukan di daerah tropis yang panas dan lembap, termasuk Indonesia. Kusta sering ditemukan pada kelompok usia 10-14 tahun dan 35-44 tahun. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kecacatan karena kerusakan saraf.

Beberapa penyebab bercak putih pada kulit di atas bisa saja terjadi pada kamu. Apabila kamu mengalami bercak putih pada kulit dan mengganggu penampilan kamu, dan disertai keluhan lain yang mengganggu, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter kulit di Halodoc. Diskusi dan tanya-jawab dengan dokter menjadi lebih praktis melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa berkomunikasi via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Yuk, segera download aplikasinya sekarang!

Baca juga: