17 November 2017

Cara Agar Anak Pertama Siap Jadi Kakak

Halodoc, Jakarta – Setelah anak pertama sudah cukup besar, ibu memutuskan untuk hamil lagi. Rasanya pasti senang sekali bisa hamil anak kedua, sekaligus memberikan si kecil seorang adik. Tapi bagaimana reaksi si kecil nanti ketika tahu ibu mengandung lagi? Butuh cara-cara khusus untuk memberitahu arti kehamilan ibu dan menyiapkan anak pertama menjadi seorang kakak. Yuk, cari tahu caranya di sini.

Reaksi anak balita ketika tahu ibunya mengandung lagi bisa berbeda-beda. Ada yang tidak tahu apa artinya kehamilan ibu, ada yang senang menyambut kehadiran adik bayi karena itu berarti ia mendapatkan teman bermain, tapi ada juga yang cemburu karena perhatian orangtua yang semula tertuju hanya untuk dirinya, menjadi terbagi. Agar anak pertama dapat mengerti artinya kehadiran seorang adik bayi, ibu bisa melakukan cara-cara berikut:

1. Menjelaskan kepada si kecil

Ibu bisa memilih waktu yang pas untuk menjelaskan kepada si kecil bahwa saat ini di dalam perut ibu berisi adik bayi. Taruhlah tangan si kecil di atas perut ibu agar ia dapat merasakan janin dalam perut yang bisa bergerak. Lalu, minta si kecil untuk mengelus-elus perut ibu agar ia dapat menyayangi adiknya sejak dini.

2. Persiapkan ia menjadi seorang kakak

Kemudian, ibu bisa menjelaskan kepada si kecil bahwa kehadiran bayi otomatis menjadikan ia seorang kakak. Terangkan secara sederhana peran dan tugas seorang kakak, seperti membantu ibu merawat adik bayinya, ia juga dapat mengajak si adik bermain dan yang terpenting ia harus menyayanginya. Ibu sudah mulai bisa memanggil si kecil dengan sebutan “kakak”.

3. Tetap beri perhatian kepada si kecil

Jangan biarkan kehamilan mengurangi kedekatan ibu dengan si kecil ya. Usahakan agar ibu tetap memberi perhatian yang sama kepada si kecil seperti biasanya. Lakukan hal-hal yang biasa ibu lakukan kepada si kecil, seperti bermain bersama, membacakan buku cerita untuknya, dan mengecup keningnya sebelum tidur. Dengan demikian si kecil tidak akan cemburu dengan adik bayi.

4. Ajak ia dalam tim penyambutan bayi

Buat si kecil menjadi bersemangat menyambut adik bayinya dengan mengajak ia dalam setiap persiapan yang ibu lakukan. Misalnya, ibu bisa meminta usul si kecil ketika memilih baju untuk adik bayi. Ajak juga ia untuk ikut menghias kamar adik bayi.

5. Bernostalgia dengan si kecil

Ceritakan kepada si kecil betapa bahagianya ibu ketika mengandungnya dahulu. Perlihatkan kepada si kecil foto-foto USG-nya dan foto ketika ia lahir. Jelaskan bahwa sekarang ibu pun sedang menunggu kelahiran bayi yang lain.

6. Jelang kelahiran, jelaskan hal-hal yang perlu si kecil tahu

Jelaskan kepada si kecil bahwa bayi yang baru lahir belum bisa diajak bermain dulu. Si kecil hanya bisa mengelus-elus tangan bayi atau menciumnya. Bayi yang baru lahir juga hanya bisa menangis, karena ia belum bisa berbicara. Tapi nanti ketika si adik bayi sudah cukup besar, si kecil baru bisa mengajaknya bermain.

Memang tidak mudah untuk merawat si kecil ketika sedang hamil anak kedua. Karena itulah, peran ayah sangat dibutuhkan pada masa-masa tersebut. Ayah dapat membantu mengurus si kecil saat perut ibu sudah semakin membesar. Setelah melahirkan, usahakan untuk membagi perhatian secara merata kepada anak pertama dan anak kedua ya. Ibu juga bisa membantu mendekatkan si kakak dengan adiknya. Jika ibu punya pertanyaan seputar cara mendidik dan membimbing anak, jangan ragu untuk menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Para dokter yang ahli dan profesional siap membantu ibu kapan saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Ibu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc. Caranya sangat praktis, ibu tinggal order lewat aplikasi, dan pesanan akan diantar dalam satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.