Cara Ampuh untuk Mencegah Cubital Tunnel Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Cara Ampuh untuk Mencegah Cubital Tunnel Syndrome

Halodoc, Jakarta – Pernah mendengar kondisi yang disebut cubital tunnel syndrome? Kondisi ini mirip dengan carpal tunnel syndrome namun melibatkan tekanan atau peregangan saraf ulnaris. Akibatnya, pengidap mengalami mati rasa atau kesemutan pada cincin dan jari-jari kecil serta nyeri pada siku atau tangan. 

Baca Juga: Apa Saja Penyebab Tangan & Kaki Kesemutan? Berikut Jawabannya

Kondisi ini sering dialami oleh pemain bisbol karena sering melakukan gerakan memutar untuk melempar slider. Gerakan ini dapat merusak ligamen halus di siku dan meningkatkan tekanan pada saraf ulnaris yang melewati dekat dengan permukaan kulit di area siku. 

Kondisi yang Menyebabkan Cubital Tunnel Syndrome

Terdapat sejumlah kondisi lain yang dapat menyebabkan cubital tunnel syndrome, yaitu di antaranya:

  • Tekanan. Saraf memiliki sedikit bantalan di atasnya. Tekanan langsung seperti menyandarkan kepala pada lengan dapat menekan saraf, sehingga menyebabkan lengan dan tangan terutama cincin serta jari-jari kecil mati rasa.

  • Peregangan. Menjaga siku tertekuk untuk waktu yang lama dapat meregangkan saraf di belakang siku. Kondisi ini juga bisa menyebabkan mati rasa.

  • Anatomi. Kadang-kadang, saraf ulnaris tidak berdiam tempatnya dan membentak maju  mundur melewati tonjolan tulang saat siku digerakkan. Gertakan berulang dapat mengiritasi saraf. Terkadang, jaringan lunak di atas saraf menjadi lebih tebal, sehingga membuatnya tidak berfungsi dengan benar.

Gejala Cubital Tunnel Syndrome

Saraf ulnaris yang melintasi siku memiliki sedikit lemak dan jaringan subkutan. Artinya, saraf ini lebih dekat ke permukaan kulit dan lebih sensitif. Jika seseorang menyentuh siku bagian dalam, sensasinya dapat menyerupai sengatan listrik. Berikut gejala umum yang dapat muncul, yaitu:

  • Mati rasa, sakit, dan kelemahan di lengan, siku, dan jari;

  • Cengkraman menjadi lemah atau berkurang;

  • Sering bangun di malam hari karena rasa sakit atau mati rasa di tangan atau jari, terutama jari kelingking dan jari manis;

  • Kesulitan menekuk dan meluruskan jari;

  • Hilangnya otot di pangkal jari-jari kecil.

Bila kamu mengalami tanda-tanda di atas, segera periksakan ke dokter agar segera diobati. Kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc agar tidak perlu menunggu antrean terlalu lama. 

Baca Juga: Sering Kesemutan, Tanda Adanya Penyakit Ini

Perawatan untuk Atasi Cubital Tunnel Syndrome

Perawatan pertama adalah menghindari tindakan yang mungkin menyebabkan gejala. Bungkus area yang terkena dengan bantal, handuk atau mengenakan belat di malam hari agar siku tidak tertekuk. Hindari bersandar pada saraf ulnaris untuk menghindari tekanan pada saraf. Pada kasus ringan, kondisi ini bisa diredakan melalui terapi. Namun, operasi mungkin diperlukan untuk mengurangi tekanan pada saraf untuk kasus yang cukup serius. Terapi kadang-kadang juga diperlukan setelah operasi. Waktu yang dibutuhkan untuk pulih dapat bervariasi tergantung seberapa parah kondisinya. Mungkin butuh berbulan-bulan untuk pemulihan setelah operasi. 

Cara untuk Mencegah Cubital Tunnel Syndrome

Langkah pencegahan utamanya berfokus untuk mencegah atau mengurangi kompresi saraf ulnaris dengan mempertahankan postur yang baik dan mempraktikkan bentuk yang baik saat menggunakan siku dan lengan. Berbagai metode dapat membantu mencegah kompresi saraf ulnaris, yaitu:

  • Batasi aktivitas yang dapat memperburuk saraf ulnaris, seperti bisbol, tenis atau golf;

  • Jangan bersandar pada siku saat mengemudi, duduk atau tidur;

  • Jaga agar lengan lurus saat istirahat;

  • Kenakan belat saat tidur agar siku tidak tertekuk;

  • Coba untuk mencegah jatuh atau benturan langsung ke bagian dalam siku.

Baca Juga: Inilah yang Terjadi pada Tubuh saat Mengidap Sindrom CTS

Apabila beberapa olahraga yang berisiko memicu kondisi ini adalah hobi kamu, sebaiknya perhatikan porsi bermain agar tidak berlebihan.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. How does cubital tunnel syndrome occur?
American Society for Surgery. Diakses pada 2019. Cubital Tunnel Syndrome.
NYU Langone Health. Diakses pada 2019. Preventing Ulnar Nerve Compression.