19 December 2017

Cara Bijak Bimbing Anak yang Penakut

Cara Bijak Bimbing Anak yang Penakut

Halodoc, Jakarta – Setiap anak terlahir dengan karakter yang berbeda-beda. Ada anak yang berani dan sangat menonjol, tapi ada juga anak yang pemalu dan penakut. Sebenarnya rasa takut itu sendiri wajar, karena orang dewasa pun sesekali pernah merasa takut. Tapi jika anak memiliki rasa takut yang berlebihan, sehingga ia enggan keluar rumah dan bergaul dengan teman-teman di sekitar, maka ibu perlu menaruh perhatian lebih dan membimbingnya. 

Coba perhatikan, apakah Si Kecil selalu takut bertemu dengan orang baru? Si Kecil masih belum berani ditinggal sendiri di sekolah? Kebanyakan orangtua menyepelekan sifat penakut yang dimiliki oleh anaknya dan beranggapan bahwa seiring anak bertambah dewasa, sifat penakutnya akan hilang. Padahal, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Vanderbilt University di awal 2012 ditemukan sebuah fakta bahwa rasa takut di dalam diri anak dipengaruhi oleh otak atau pikiran mereka. Karena itu, ibu diharapkan dapat membantu memberi stimulus pada pikiran anak bahwa dirinya bukanlah seorang penakut, sehingga anak menjadi lebih berani. Berikut adalah cara-cara bijak yang bisa ibu lakukan untuk membimbing Si Kecil yang suka merasa takut:

1. Bantu Si Kecil Bersosialisasi

Sebagai makhluk sosial, setiap orang butuh menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, termasuk juga Si Kecil. Jika Si Kecil selalu takut bertemu dengan orang-orang baru yang belum dikenalnya, maka ibu bisa membantunya bersosialisasi dengan cara sering-sering mengajaknya mampir ke rumah tetangga untuk bermain dan ngobrol. Atau jika ibu sedang mengajak Si Kecil bermain di taman, ibu bisa mendorongnya untuk berkenalan dengan anak sebaya lainnya yang sedang berada di taman itu juga. Dengan cara ini, Si Kecil akan terbiasa dan lebih berani bertemu dengan orang-orang baru, serta dapat menumbuhkan rasa kepeduliannya terhadap sesama.  

2. Ajak Anak Mengikuti Aktivitas Ibu

Cara lain untuk membantu anak menjadi lebih berani adalah dengan melibatkannya dalam kegiatan sosialisasi ibu sehari-hari. Misalnya, ajak Si Kecil untuk ikut ibu arisan. Si Kecil dapat melihat dan belajar bagaimana ibu bersosialisasi dengan teman-teman ketika arisan. Dengan tetap mendampinginya, ibu juga dapat mengajarkan Si Kecil sopan santun ketika berkenalan dengan orang lain, seperti mengucapkan salam dan menyebutkan namanya sendiri.

3. Jangan Memanjakan Si Kecil

“Anak saya memang penakut kalau diminta berkenalan dengan orang baru, tolong dimaklumin ya.” Apakah ibu termasuk orangtua yang suka mengucapkan kalimat seperti itu? Atau ibu juga masih sering menemaninya ke kelas karena tidak tega membiarkan dia menangis ketakutan? Si Kecil tidak akan bisa menghilangkan rasa takutnya jika ibu terus memanjakannya dan selalu menemani Si Kecil setiap kali ia merasa takut. Doronglah ia agar dapat menjadi seorang pemberani dengan memberi semangat dan pengertian bahwa Si Kecil tidak akan sendirian karena ada teman-teman yang lain di dalam kelas dan ibu akan menunggunya di luar kelas untuk selalu memerhatikannya.  

4. Hindari Membentak atau Mengancamnya

Jangan memarahi, membentak atau bahkan mengancam Si Kecil dengan hukuman setiap kali ia merasa takut. Cara itu akan membuat Si Kecil semakin bertambah takut dan tertekan.

5. Memberi Pujian Kepada Si Kecil

Sebaliknya, memberikan pujian kepada Si Kecil setiap kali ia berani berkenalan dengan orang lain atau masuk kelas sendiri, dapat menumbuhkan rasa percaya dirinya.

Jika anak menunjukkan gejala-gejala gangguan kesehatan atau psikologis tertentu, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Ibu dapat menghubungi dokter dan dengan nyaman berdiskusi melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Selain itu, ibu bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc. Tinggal order dan pesanan akan diantarkan dalam satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.