Ini Cara Diagnosis Sindrom Sjogren

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ini Cara Diagnosis Sindrom Sjogren

Halodoc, Jakarta – Sindrom sjogren merupakan gangguan genetik yang tergolong dalam penyakit autoimun. Penyakit ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi dari serangan penyakit, malah berbalik menyerang tubuh. Sindrom sjogren terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar penghasil cairan, seperti kelenjar air liur atau air mata.

Gejala yang muncul sebagai tanda penyakit ini umumnya bersifat khas, dan menyerang mata atau mulut. Pada mata, penyakit ini bisa menyebabkan gejala berupa mata kering yang disertai dengan sindrom, seperti terbakar, terasa gatal, ataupun berpasir. Sedangkan di mulut, sindrom sjogren bisa menyebabkan pengidapnya merasakan sensasi penuh dalam mulut dan menyebabkan kesulitan menelan dan berbicara.

Meski begitu, sindrom ini jarang sekali ditemukan sebagai penyakit yang berdiri sendiri, sebab biasanya ditemukan juga penyakit arthritis rheumatoid dan lupus pada pengidap penyakit sindrom sjogren.

Baca juga: Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Terkena Sindrom Sjogren

Selain pada mata dan mulut, sindrom sjogren juga bisa memicu gejala lain, mulai dari muncul rasa nyeri, bengkak, serta rasa kaku pada sendi. Pembengkakan pada kelenjar ludah, ruam dan kekeringan pada kulit, batuk kering terus-menerus, serta rasa lemas atau kelelahan yang berkelanjutan pun sering terjadi pada pengidap penyakit ini.

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara jelas apa yang menyebabkan kelainan genetik ini terjadi. Tidak diketahui kenapa kinerja sistem kekebalan tubuh menjadi kacau dan berbalik menyerang sel-sel sehat di dalam kelenjar penghasil cairan. Namun, sindrom sjogren sering dikaitkan dengan kelainan genetik yang terjadi karena adanya infeksi sebagai pemicunya, baik infeksi bakteri maupun virus.

Cara Diagnosis Penyakit Sindrom Sjogren

Untuk memastikan penyakit ini, perlu dilakukan pemeriksaan medis terutama pada mata dan mulut. Seperti diketahui, penyakit ini menyebabkan gejala muncul pada kedua bagian tubuh tersebut. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan dengan menanyakan apakah mata dan mulut yang kering sudah terjadi dalam jangka waktu yang lama. Jika kondisi ini sudah terjadi lebih dari 3 bulan, bisa jadi orang tersebut mengidap sindrom sjogren.

Baca juga: Waspadai 8 Gejala yang Memicu Penyakit Sindrom Sjogren

Selain itu, akan dipantau juga apakah ada penggunaan obat tetes mata atau tidak. Pemeriksaan juga akan diisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang merujuk pada gejala sindrom sjogren. Setelah sesi tanya jawab ini, mungkin akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi penyakit.

Pemeriksaan lanjutan yang dilakukan beragam, mulai dari tes darah untuk mengetahui keberadaan anti-RO (SS-A) dan anti-LA (SS-BS), yaitu antibodi yang ditemukan dalam pengidap sindrom Sjogren. Selanjutnya ada tes schirmer, yang dilakukan untuk memeriksa produksi air mata serta tes saliva (skintigrafi dan sialogram) untuk mendeteksi jumlah produksi air liur. Mendeteksi sindrom sjogren juga bisa dilakukan dengan biopsi bibir, tujuannya untuk mengecek keberadaan kumpulan sel-sel inflamasi yang merupakan indikasi sindrom Sjogren.

Ada beberapa faktor risiko yang diduga berkaitan dengan sindrom sjogren. Faktor-faktor ini bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini. Apa saja faktor risiko sindrom sjogren?  

  • Usia

Faktor usia menjadi salah satu hal yang bisa memicu sindrom sjogren. Penyakit ini paling sering menyerang orang yang sudah berusia di atas 40 tahun.

  • Jenis Kelamin

Tak hanya faktor usia, jenis kelamin ternyata juga bisa memengaruhi risiko penyakit ini terjadi. Kabar buruknya, wanita disebut lebih berisiko mengalami sindrom sjogren dibanding pria.  

  • Riwayat Penyakit Autoimun

Riwayat penyakit autoimun lain bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit ini. Penyakit autoimun lain yang sering dikaitkan dengan sindrom ini adalah rheumatoid arthritis atau lupus.

Baca juga: Gejala yang Terjadi pada Perempuan Saat Mengalami Sindrom Sjogren

Masih penasaran tentang sindrom sjogren dan cara mendiagnosisnya? Tanya ke dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!