17 December 2017

Cara Lindungi Anak dari Serangan Roseola Infantum

Cara Lindungi Anak dari Serangan Roseola Infantum

Halodoc, Jakarta - Roseola infantum adalah salah satu penyakit kulit akibat infeksi yang umum terjadi pada bayi dan balita. Sering kali orang sulit membedakan antara roseola infantum dengan campak. Padahal, keduanya jelas berbeda dari segi penyebab dan gejalanya.

Penyakit ini disebabkan oleh human herpesvirus 6 (HHV-6). Penularan virus ini sama seperti kasus-kasus pilek pada umumnya, yaitu secara langsung ketika anak kamu turut menghirup butiran-butiran liur yang dikeluarkan oleh anak pengidap roseola yang sedang berada di dekatnya melalui batuk atau bersin. Gejalanya yang paling umum ditandai dengan demam secara tiba-tiba. Ketika demam melanda, jagalah suhu kamar anakmu agar tetap sejuk dan jangan beri dia selimut yang terlalu tebal. Adapun gejala lain dari munculnya penyakit roseola infantum yang mungkin dialami anakmu adalah sebagai berikut:

1.  Kejang

Pada banyak kasus roseola infantum yang pernah terjadi, setidaknya lima sampai 15% dari anak-anak akan mengalami kejang, sebagai akibat dari demam tinggi terutama yang meningkat dengan cepat.

2.  Flu dan Diare Ringan
Gejala yang juga bisa terjadi adalah flu dan diare ringan. Jangan sampai disalahartikan sebagai flu biasa pada anak-anak yang pada akhirnya terlambat ditangani. Selain itu, beberapa anak juga mengalami sakit perut.

3.  Ruam
Anak-anak yang terjangkit roseola infantum juga ditandai oleh ruam yang muncul dalam beberapa jam atau sehari setelah demam turun. Ruam tersebut berwarna merah, dan datar (tidak berbintil). Ruam ini sering kali berdiam pada bagian dada, perut dan wajah, lengan, dan kaki. Ruam ini tidak gatal dan dapat hilang dalam dua hari.

4.  Pembesaran Kelenjar Getah Bening
Gejala lain yang terjadi adalah pembesaran kelenjar getah bening. Waspadalah jika kamu menemui bejolan akibat pembesaran kelenjar getah bening tersebut di belakang kepala, sisi leher, dan di belakang telinga anak.

5.  Mudah Rewel
Anak yang terkena roseola infantum juga lebih rewel dari biasanya. Saat mereka merasa tidak nyaman, mereka otomatis akan memilih untuk menangis. Untuk itu, diperlukan kesabaran lebih untuk menghadapinya. Sebisa mungkin cobalah agar tidak panik, karena justru akan membuat anak menjadi takut.


Roseola infantum berada pada kondisi paling menular pada saat anak mulai kurang sehat yaitu dari awal demam dan termasuk waktu sebelum ruam muncul. Sebagian besar anak-anak telah melakukan kontak dengan virus ini pada saat usia mereka belum mencapai tiga tahun.

Wabah roseola infantum bisa bersifat musiman dan dapat menyebar di lingkungan tertentu. Jika anakmu mengalami roseola infantum, upayakan yang terbaik untuknya dengan tips melindungi balita dari roseola infantum berikut ini!

  • Pengobatan demam dengan suhu lebih dari 38,5 ºC menggunakan parasetamol sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter berdasarkan usia dan berat badan anak. Memberikan anak banyak minum.
  • Kompres kepala dan badan anak dengan air hangat.
  • Berikan cairan yang cukup, terlebih jika ia mengalami gejala berupa diare ringan.
  • Hentikan sejenak kegiatan bermain dengan membiarkannya istirahat lebih banyak.


Hal yang tidak kalah penting adalah segera minta saran dokter untuk mendapatkan informasi, saran dan pengobatan roseola infantum yang lebih lengkap. Agar lebih praktis, coba diskusikan dengan berbagai dokter spesialis & umum yang terpercaya secara mobile melalui aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa membeli obat atau suplemen yang bisa sampai dalam waktu 1 jam. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di Google Play dan App Store, GRATIS!

BACA JUGA: Wajib Tahu! 6 Cara Merawat Kulit Bayi Baru Lahir