23 October 2018

Cara Membedakan Amandel dan Radang Tenggorokan

Cara Membedakan Amandel dan Radang Tenggorokan

Halodoc, Jakarta – Radang tenggorokan dan radang amandel adalah dua kondisi yang sering dianggap sama. Pasalnya, kedua penyakit ini memang sering memunculkan gejala yang serupa, yaitu rasa sakit dan nyeri di sekitar tenggorokan. Namun jangan salah, radang tenggorokan dan radang amandel ternyata adalah dua penyakit yang berbeda, lho.

Radang tenggorokan alias faringitis adalah penyakit yang terjadi akibat adanya peradangan pada daerah tenggorokan. Sementara radang amandel (tonsilitis) menyerang kelenjar tonsil, yaitu salah satu kelenjar yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh. Kelenjar ini bertugas untuk menangkap dan membunuh kuman yang menyerang saluran pernapasan.

Tonsil atau amandel yang membengkak bisa menutupi saluran napas. Kedua penyakit ini bisa terjadi secara bersamaan atau tidak. Sederhananya, faringitis atau radang tenggorokan tidak selalu disertai dengan amandel. Namun, amandel dan radang tenggorokan bisa terjadi dalam waktu bersamaan di mana kondisi ini disebut tonsilofaringitis.

Membedakan Gejala Radang Tenggorokan dan Amandel

Sebelumnya, perlu diketahui apa penyebab seseorang bisa mengalami radang amandel dan radang tenggorokan. Penyebab radang amandel umumnya adalah virus atau bakteri. Ada beberapa gejala yang sering terasa dan muncul saat radang amandel mulai terjadi. Umumnya, gejala yang muncul akan berangsur berkurang dan pulih dalam 3—4 hari.

Beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda radang amandel adalah sakit tenggorokan, kelenjar tonsil terlihat kemerahan dan bengkak, nyeri pada telinga, mual, sakit kepala, hingga kesulitan atau muncul rasa sakit saat menelan. Seseorang yang terserang radang amandel mungkin juga akan mengalami gejala sakit kepala, batuk, sakit perut terutama pada anak-anak, demam, hingga pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Radang amandel paling sering terjadi pada anak-anak. Waspadai jika Si Kecil mengalami beberapa gejala tersebut atau mengeluhkan rasa nyeri di tenggorokan disertai dengan rewel, menolak makan, dan terus-menerus mengeluarkan air liur. Bisa jadi itu adalah tanda bahwa dirinya mengalami peradangan amandel.

Sementara radang tenggorokan umumnya terjadi karena infeksi bakteri atau virus pada saluran pernapasan atas. Selain rasa sakit saat menelan, ada beberapa gejala khas yang sering terjadi akibat penyakit ini. Mulai dari sakit kepala, pembesaran kelenjar pada leher, nyeri otot, batuk, dan hidung meler atau mengeluarkan cairan terus-menerus.

Radang tenggorokan juga bisa menyebabkan seseorang mengalami rasa gatal pada tenggorokan, sakit dan sulit menelan, hingga tenggorokan yang terasa sangat kering. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala sakit tenggorokan, yaitu:

1. Berkumur

Salah satu cara untuk meredakan gejala sakit tenggorokan adalah berkumur sampai tenggorokan (gargle) dengan obat kumur antiseptik. Lakukan hal ini sebanyak dua sampai lima kali dalam sehari. Berkumur diyakini dapat membunuh bakteri penyebab sejumlah gangguan di mulut dan tenggorokan.

2. Minum Air Putih

Selain membantu mencegah dehidrasi alias kekurangan cairan tubuh, minum cukup air putih juga dapat membantu mengatasi gangguan tenggorokan. Terutama jika dibarengi dengan gejala naiknya suhu tubuh, atau demam. Minum cukup air putih juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

3. Hidup Sehat

Artinya, hindari melakukan hal-hal yang bisa memperburuk gejala sakit tenggorokan. Misalnya, kebiasaan merokok atau mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu panas. Sebaiknya, hindari juga hal-hal yang dapat menyebabkan gejala sakit tenggorokan semakin buruk.

Kalau kamu mengalami sakit tenggorokan atau butuh informasi lebih jauh cara membedakan radang tenggorokan dengan amandel, tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Lebih mudah menghubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: