• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mencegah Amputasi Luka pada Pengidap Diabetes

Cara Mencegah Amputasi Luka pada Pengidap Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cara Mencegah Amputasi Luka pada Pengidap Diabetes

“Luka diabetes atau disebut juga ulkus diabetikum cenderung lebih lama sembuh jika dibandingkan dengan luka yang terjadi pada orang yang sehat. Bahkan, jika tidak segera ditangani atau salah dalam penanganan, luka tersebut bisa menyebar hingga harus dilakukan amputasi. Bagaimana cara merawat dan mencegahnya?”

Halodoc, Jakarta – Penyebab utama luka diabetes membutuhkan waktu lebih lama sembuh adalah tingginya kadar gula di dalam tubuh.  Hal ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan saraf, penurunan imunitas tubuh, dan memburuknya sirkulasi darah. 

Alhasil, proses perbaikan pada jaringan tubuh yang sedang mengalami kerusakan pun terhambat. Luka yang terjadi pada pengidap diabetes pun akan tetap basah, terbuka, dan lebih sulit disembuhkan. Ini akan berujung pada rentan terjadinya infeksi bakteri, jamur, hingga gangrene. 

Mengenali Penyebab Ulkus Diabetikum

Luka diabetes paling sering muncul pada telapak kaki depan atau bagian bawah ibu jari. Jika kondisinya sudah sangat buruk, kerusakan pada saraf bisa menyebar hingga ke tulang. Penanganan yang dilakukan pun hanya berupa amputasi. 

Baca juga: Amputasi pada Pengidap Diabetes Bisa Susah Sembuh?

Selain tingginya kadar gula darah, sirkulasi darah yang tidak baik juga menjadi penyebab mengapa luka diabetes lama sembuh. Namun, ada pula beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko munculnya luka diabetes, antara lain:

  • Gangguan kesehatan pada bentuk kaki, seperti bunion atau tulang yang menonjol.
  • Terjadi kapalan di kaki.
  • Mengalami masalah penglihatan.
  • Memiliki kelebihan berat badan.
  • Kebiasaan buruk mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok.

Setiap pengidap diabetes memiliki risiko mengalami luka diabetes. Meski demikian, sebagian besar masalah kesehatan ini ditemukan pada pria berusia lanjut.

Cara Mencegah Amputasi pada Luka Diabetes

Pengidap diabetes yang mengalami luka akan disarankan untuk mulai mengubah pola hidup sehat sekaligus mengonsumsi obat yang diresepkan dokter.  Obat tersebut akan membantu menjaga kadar gula dalam darah, kadar kolesterol tubuh, dan tekanan darah.

Baca juga: Lakukan 6 Langkah Ini untuk Mengobati Luka Pengidap Diabetes

Bukan tanpa alasan, kadar gula darah yang terkontrol memiliki peran yang sangat penting dalam proses penyembuhan luka diabetes. Tak hanya itu, pola hidup sehat pun membantu mencegah munculnya komplikasi diabetes lainnya, misalnya kerusakan pada retina mata atau gagal ginjal.

Lalu, bagaimana cara mencegah luka diabetes mengalami amputasi? Berikut ini beberapa langkah perawatan yang bisa kamu lakukan: 

  • Membersihkan Luka

Bersihkan luka segera dengan air mengalir dan sabun. Lalu, pastikan lika kering sebelum kamu mengoleskan salep antibiotik yang diresepkan oleh dokter agar luka terlindung dari kuman. Jangan lupa, ganti perban secara rutin agar luka tetap bersih.

  • Hindari Tekanan pada Area Luka

Sebisa mungkin, hindari memberikan tekanan pada area yang mengalami luka. Misalnya tidak mengenakan alas kaki yang terlalu ketat. Tekanan yang bisa dikurangi akan mencegah luka bertambah parah sekaligus mempercepat penyembuhan. Lebih baik lagi jika kamu menggunakan alas kaki khusus.

  • Perhatikan Gejala Infeksi

Infeksi yang muncul pada ulkus diabetikum bukan terjadi tanpa gejala. Kamu akan turut mengalami demam, kemerahan, sakit, rasa hangat dan membengkak pada area sekitar luka. Tak hanya itu, munculnya infeksi juga bisa diikuti dengan luka yang bernanah, berair, dan berbau tidak sedap.

Baca juga: Kebiasaan Sarapan Bisa Menjaga Kadar Gula Darah Normal

  • Asupan Makanan yang Tepat

Guna membantu mempercepat penyembuhan, kamu juga disarankan untuk memenuhi asupan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang tepat. Salah satu nutrisi penting yang harus dipenuhi adalah protein. Pasalnya, protein berperan dalam memperbaiki jaringan tubuh atau kulit yang rusak. Namun, perhatikan pula kebutuhan vitamin, serat, karbohidrat, dan mineral tubuh.

Apabila luka diabetes tidak kunjung membaik hingga lebih dari 48 jam, atau bahkan muncul borok yang semakin banyak, segera hubungi dokter. Tanpa penanganan, luka tersebut akan semakin memburuk dan sulit untuk diobati. Pastikan kamu sudah download aplikasi Halodoc untuk memudahkan tanya jawab dengan dokter dan membuat janji berobat di rumah sakit terdekat. Jadi, tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan pengobatan. 

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2021. Tips for Diabetes Wound Care.
WebMD. Diakses pada 2021. Diabetes and Wounds: Caring for Sores.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Amputation and diabetes: How to protect your feet.