30 January 2018

Cara Mengatasi Anak yang Hiperaktif

Cara Mengatasi Anak yang Hiperaktif

Halodoc, Jakarta – Anak aktif dan hiperaktif, apakah berbeda? Anak aktif adalah anak yang memiliki kelebihan energi, sehingga mereka lebih aktif bergerak dibandingkan anak lainnya. Pada anak aktif, kondisi otak dalam keadaan normal tanpa gangguan. Sedangkan, anak hiperaktif adalah anak yang memiliki gangguan tingkah laku karena perkembangan otak yang tidak normal. Kondisi ini disebabkan oleh adanya gangguan pada pusat perhatian dan saraf otak motorik. Akibatnya, anak hiperaktif sulit memusatkan pikiran, perhatian, dan konsentrasi.

Anak hiperaktif bukanlah anak yang memiliki keterbelakangan mental. Mereka hanya perlu ditenangkan dan diperlakukan dengan cara yang tepat. Lantas, apa yang bisa ibu lakukan jika memiliki anak hiperaktif? Simak beberapa tips mengatasi anak hiperaktif di bawah ini, yuk!

Lakukan Kegiatan Positif

Untuk menyalurkan energi Si Kecil yang berlebih, ibu bisa mengajak Si Kecil melakukan kegiatan yang Si Kecil sukai, misalkan menggambar, mewarnai, memasak, dan kegiatan positif lainnya. Atau, ibu juga bisa mengajak Si Kecil berolahraga untuk menyalurkan energinya yang berlebih, membantu menstimulasi otaknya, dan membantu otak anak berkembang sempurna sehingga diharapkan gejala hiperaktif Si Kecil bisa berkurang. Ibu bisa mengajak Si Kecil melakukan olahraga ringan, seperti jalan kaki, lari, berenang, sepak bola, dan olahraga ringan lainnya.

Buat Perjanjian

Untuk mengendalikan perilaku Si Kecil, ibu bisa membuat perjanjian sederhana tentang perilaku apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal ini untuk membantu Si Kecil mengerti apa yang baik dan benar. Ibu bisa memberikan pujian atau hadiah saat Si Kecil melakukan hal-hal baik sebagai penghargaan karena Si Kecil telah mengerti, mengikuti aturan, dan berperilaku baik. Namun jika Si Kecil melanggar aturan, ibu bisa memberikan teguran sambil menjelaskan mengapa perilaku yang mereka lakukan tidak diperbolehkan.

Bantu Si Kecil Relaksasi

Saat mereka mulai merasa stres dan sulit mengendalikan emosi atau perilaku, ibu bisa mengajari Si Kecil tentang teknik bernapas atau relaksasi. Bantu mereka relaksasi dengan menarik dan membuang napas, sehingga Si Kecil bisa mengendalikan emosi dan perilakunya.

Beri Si Kecil Perhatian

Karena perilaku Si Kecil yang sangat aktif, ibu harus lebih bersabar dan tetap memberikan Si Kecil perhatian dan kasih sayang agar Si Kecil tetap dalam keadaan yang terkendali.

Konsultasi ke Psikiater

Untuk mendapatkan diagnosa yang tepat, ibu perlu berkonsultasi dengan psikiater tentang kondisi Si Kecil. Dengan bantuan psikiater, ibu bisa mengetahui apakah Si Kecil termasuk anak hiperaktif atau bukan. Selain itu, dengan bantuan psikiater, Si Kecil juga akan diberikan terapi untuk mengurangi gejala hiperaktifnya.

Nah, jika ibu memiliki keluhan dengan kesehatan atau perilaku Si Kecil, ibu bisa bicara ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya kapan saja dan dimana saja.

Atau, jika ibu penasaran dengan kadar kolestrol, kadar gula dalam darah, dan lain-lain, ibu bisa cek melalui aplikasi Halodoc. Caranya mudah! Ibu tinggal pilih Lab Service yang terdapat pada aplikasi Halodoc, kemudian tentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemui ibu pada waktu yang sudah ditentukan. Ibu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan ibu atau Si Kecil di Halodoc. Ibu hanya tinggal order lewat aplikasi Halodoc, dan pesanan ibu akan diantar dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.