Jangan Salah, Begini Cara Mengatasi Cacar Air pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Jangan Salah, Begini Cara Mengatasi Cacar Air pada Bayi

Halodoc, Jakarta - Cacar air sebenarnya bukanlah penyakit yang tergolong berbahaya. Akan tetapi, orangtua mana sih yang enggak khawatir ketika penyakit ini menyerang bayinya? Alasannya jelas, cacar air itu bisa membuat Si Kecil jadi rewel, demam, atau merasakan sakit di kulit dan tubuhnya.

Dalam dunia medis, cacar air dikenal dengan istilah Varicella yang disebabkan oeh Varicella zoster. Seseorang yang terinfeksi virus ini akan mengalami ruam kemerahan, berisi cairan yang sangat gatal di seluruh tubuh.

Pertanyaanya, bagaimana sih cara mengatasi cacar air pada bayi? Berikut beberapa tips yang bisa ibu coba di rumah.

  1. Cukupi Cairan Tubuhnya

Ketika bayi mengidap cacar air, berilah dirinya banyak cairan agar tidak mengalami dehidrasi. Ibu bisa membirkan ASI ekstra atau susu yang direkomendasikan oleh dokter. Jika bayi sudah diberikan susu formula, atau makanan pendamping ASi, jangan lupa untuk menyertakan air putih.

Baca juga: Bagaimana Cara Pengobatan di Rumah Guna Mengatasi Cacar Air?

  1. Mandikan dengan Air Hangat

Cara mengatasi cacar air pada bayi bisa dengan memandikan dirinya dengan air hangat (suam-suam kuku). Kemudian, bersihkanlah tubuhnya dengan sabun berbahan lembut dan bilas hingga bersih.

  1. Olesi dengan Losion

Selain dua hal di atas, cara mengatasi cacar air pada bayi atau mengurangi rasa gatalnya, ibu bisa mengoleskan losion calamine ke tubuhnya. Pengunaan losion ini bisa memberikan sensasi dingin dan membantu “menenangkan” kulit yang teriritasi.

  1. Gunakan Sarung Tangan atau Potong Kukunya

Bila Si Kecil terus-menerus menggaruk kulitnya, cobalah kenakan sarung tangan katun atau potong kukunya hingga pendek. Dua hal ini bisa mencegah mencegah terjadinya infeksi dan bekas luka (timbulnya jaringan parut) pada area yang digaruk.

  1. Kenakan Pakaian Longgar

Agar Si Kecil nyaman dan kultinya terhindari dari iritasi, kenakalnkan pakaian yang longgar pada tubuhnya. Lebih bagus lagi bila pakaiannya lembut dan berbahan katun.

Baca juga: Mengapa Cacar Air Lebih Buruk Jika Terjadi pada Orang Dewasa?

  1. Pertimbangkan Obat-obatan

Untuk meredakan sakit dan demam pada bayi akibat cacar air, ibu bisa mempertimbangkan untuk memberikan parasetamol. Hal yang perlu digarisbawahi, tanyakan pada dokter sebelum memberikan obat ini. Sebab, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Mulai dari berat bayi hingga usianya. Ibu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Fase-Fase yang Perlu Diperhatikan

Umumnya cacar air pada bayi terjadi selama 5-10 hari. Penyakit ini diawali dengan munculnya ruam pada kulit. Setelah gejala cacar air muncul, gejala lainnya pun akan muncul, sehingga membuat Si Kecil menjadi rewel karena demam dan rasa sakit yang dialaminya. Tak hanya itu, bisa saja bayi ibu kehilangan nafsu makan dan terlihat lebih lesu dari biasanya.

Hal yang perlu diingat, ada tiga fase yang mungkin terjadi pada bayi ketika mengidap cacar air.

  1. Munculnya ruam kemerahan atau merah muda (papula) yang biasanya pecah dalam beberapa hari.

  2. Pada ruam tersebut akan terisi cairan lepuh (vesikel) yang muncul biasanya satu hari sebelum pecah.

  3. Setelah lepuhan pecah, akan muncul bekas luka yang kering melapisi bekas lepuhan. Setelah melewati fase ini, dalam beberapa hari cacar air akan sembuh.

Fase ini mungkin saja berulang hingga cacar air sembuh total. Jangan anggap remeh cacar air pada bayi. Sebagaian kasus cara air pada bayi bisa menimbulkan ruam di sekujur tubuh. Bahkan dalam beberapa kasus, cacar air pada bayi bisa muncul di tenggorokan, mata, selaput lendir uretra, kemaluan wanita, dan anus. Tuh, bikin khawatirkan?

Baca juga: 4 Cara Merawat Wajah Setelah Kena Cacar Air

Lindungi Bayi dengan Vaksin

Sebagai upaya pencegahan penyakit ini dan komplikasinya, amat dianjurkan untuk melalukan vaksinasi cacar air. Vaksinasi ini merupakan  langkah yang cukup efektif untuk mencegah penularan cacar air.

Vaksinasi ini dianjurkan untuk anak kecil dan orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi. Untuk anak kecil, suntik vaksin Varicella pertama dilakukan ketika berusia 12-15 bulan. Selanjutnya, penyuntikan kedua dilakukan ketika anak berusia 2-4 tahun.

Sedangkan untuk anak yang lebih besar dan orang dewasa, juga perlu mendapatkan dua kali vaksinasi. Rentan perbedaan waktu setidaknya 28 hari. Sementara itu, orang yang pernah mengalami cacar air tak perlu melakukan vaksinasi, sebab sistem imun sudah melindunginya dari virus ini sepanjang hidup. Namun, aktifnya kembali virus tersebut saat dewasa disebut dengan penyakit herpes zoster. Hati-hati, penyakit ini memiliki komplikasi yang lebih berat dari cacar air.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Baby Center UK. Diakses pada 2020. Chickenpox.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Chickenpox.
Healthline. Diakses pada Januari 2020. What to Expect from Chickenpox in Babies.