02 November 2018

Cara Menghilangkan Nyeri Haid Tanpa Obat

Cara Menghilangkan Nyeri Haid Tanpa Obat

Halodoc, Jakarta – Nyeri haid (dismenore) adalah keluhan umum yang dialami wanita saat haid. Nyeri biasanya muncul pada awal masa menstruasi, tepatnya di perut bagian bawah. Nyeri yang muncul bisa terasa ringan dan tidak mengganggu, hingga terasa berat dan tak tertahankan sehingga tidak mampu melakukan apa pun.

Gejala dismenore yang sering terjadi di antaranya kram atau nyeri perut bagian bawah, nyeri di punggung bawah, paha bagian dalam terasa ditarik, diare, mual, muntah, pusing, dan sakit kepala. Gejala ini bisa hilang tanpa diobati, tapi pada sebagian wanita, gejala yang muncul cenderung menetap dan semakin parah jika dibiarkan tanpa penanganan.

Penyebab Nyeri Haid

Kontraksi dalam rahim saat haid semakin kencang karena adanya peluruhan dinding rahim. Kontraksi ini menekan pembuluh darah yang mengelilingi rahim, sehingga memutuskan suplai darah dan oksigen ke rahim. Akibatnya, jaringan rahim melepaskan bahan kimia yang menimbulkan rasa nyeri saat haid. Nyeri haid semakin terasa karena peningkatan prostaglandin, hormon yang memicu otot rahim terus berkontraksi dan menimbulkan mual, diare, lemas dan sakit kepala. Semakin banyak prostaglandin yang diproduksi, semakin sakit rasa nyeri haid yang terasa.

Selain karena proses peluruhan dinding rahim, nyeri haid bisa disebabkan adanya gangguan pada sistem reproduksi wanita, yaitu sebagai berikut:

  • Endometriosis, terjadi ketika sel-sel yang menyelubungi rahim mulai tumbuh di luar rahim, seperti ovarium dan tuba falopi.

  • Radang panggung, yaitu infeksi yang menyebabkan peradangan pada rahim, ovarium, dan tuba falopi.

  • Adenomiosis, yaitu kondisi saat jaringan lapisan terdalam rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim, sehingga menimbulkan nyeri haid.

  • Fibroid, yaitu tumor non-kanker dalam rahim yang bisa menimbulkan nyeri haid.

  • Intrauterine device (IUD). Penggunaan kontrasepsi yang ditempatkan dalam rahim terkadang bisa menyebabkan nyeri haid, terutama di awal pemasangan IUD.

  • Stenosis leher rahim, yaitu kondisi pembukaan leher rahim sangat kecil sehingga menghambat aliran darah untuk keluar saat haid.

Selain penyebab di atas, ada beberapa faktor yang membuat seorang wanita rentan mengalami nyeri haid. Di antaranya adalah wanita yang memiliki volume haid lebih banyak, menstruasi pertama sebelum usia 11 tahun, mengalami obesitas, belum pernah hamil, serta sering mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok.

Menghilangkan Nyeri Haid Tanpa Obat

Kebanyakan wanita memilih untuk mengonsumsi obat pereda nyeri saat haid. Hal ini boleh-boleh saja dilakukan jika tidak ada cara lain yang bisa dilakukan untuk meredakan nyeri haid. Jika kamu tidak terbiasa mengonsumsi obat pereda nyeri saat haid, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Di antaranya adalah istirahat yang cukup, menghindari kafein dan alkohol, menghindari makanan yang banyak mengandung garam, olahraga teratur, memijat bagian bawah punggung dan perut, serta mengompres punggung bagian bawah atau perut dengan handuk yang dicelupkan ke air hangat.

Itulah cara menghilangkan nyeri haid tanpa obat yang bisa dicoba. Kalau kamu sering mengalami nyeri haid yang tak tertahankan, segera berbicara dengan dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja melalui fitur Contact Doctor via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: