01 August 2018

Cara Mengobati Gigitan Tomcat

tomcat, digigit tomcat, cara mengobati serangan tomcat

Halodoc, Jakarta – Tomcat merupakan serangga yang termasuk keluarga serangga jenis kumbang. Serangga ini bisa dikenali dengan ciri tubuh yang berukuran kurang dari 1 cm dan berwarna kuning, dan sedikit gelap di bagian kepala atas dan ekor. Sementara bagian tengah tubuh tomcat memiliki warna hijau tua, serangga ini pun memiliki sepasang sayap yang keras.

Beberapa saat lalu, tomcat sempat menjadi sorotan masyarakat luas. Sebab serangga yang satu ini disebut “menyerang” banyak manusia dan meninggalkan bekas melepuh pada kulit. Mengapa bisa demikian? Tomcat memiliki cairan racun yang sangat berbahaya di dalam tubuhnya. Lebih parahnya, saat tomcat merasa tidak aman, cairan racun tersebut akan meningkat dan menjadi semakin banyak.

Tomcat akan mengeluarkan racun tersebut dari tubuh sebagai pertahanan diri saat ia merasa tidak aman. Selain itu, racun pada tubuh tomcat juga sering digunakan untuk menakut-nakuti musuh. Racun yang disebut hemolim atau paederin ini disebut lebih berbahaya dari racun yang ada pada ular bisa.

Baca juga: Penyebab Kutu Rambut dan Cara Mengatasinya

Saat sedang merasa tidak aman, atau saat terkena kontak dan bertabrakan dengan kulit manusia, tomcat akan mengeluarkan cairan racun tersebut. Hal itulah yang kemudian menyebabkan bekas luka pada bagian kulit manusia yang diserang. Selain pada kulit manusia, tomcat juga mengeluarkan cairan racun pada benda-benda sekitar, seperti pakaian, sprei, dan handuk. Jika hal ini terjadi, maka benda-benda tersebut harus segera dicuci dan dibersihkan.

Pertolongan Pertama saat Diserang Tomcat

Serangan dari serangga tomcat dapat menimbulkan ruam kemerahan pada kulit manusia. Biasanya, ruam tersebut akan terasa gatal, panas, bahkan melepuh seperti luka bakar. Jika tidak segera mendapat penanganan yang tepat, luka tersebut mungkin akan bernanah dan memperburuk kondisi kulit. Lantas, apa yang harus dilakukan saat diserang tomcat?

Usir Serangga

Jika menemukan tomcat, sebaiknya segera jauhi atau usirlah serangga tersebut. Mengusir tomcat bisa dilakukan dengan cara meniupnya atau memindahkan serangga menggunakan secarik kertas. Yang pasti, hindari menyentuh serangga langsung dengan tangan.

Cuci Kulit yang Diserang

Jika merasa kulit diserang oleh tomcat, maka segera basuh bagian tersebut menggunakan air bersih dan sabun. Namun sebaiknya hindari membersihkan kulit dengan menggosoknya terlalu keras karena malah bisa membuat kulit terluka.

Baca juga: 4 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai

Kompres

Setelah mencuci bagian tubuh yang diserang, segera keringkan. Setelah itu, kompreslah area ruam pada kulit dengan air dingin.

Jangan Pencet dan Pecahkan Benjolan

Sebagian orang mungkin akan merasa gemas dan tidak sabar untuk menghilangkan benjolan akibat serangan tomcat. Tapi hal itu sebenarnya sama sekali tidak boleh dilakukan. Jadi, saat diserang tomcat, hindari memecahkan benjolan yang timbul di area tertentu.

Lakukan Pemeriksaan Medis

Jika luka bekas serangan tomcat malah semakin parah dan mulai mengganggu, segera lakukan pemeriksaan medis. Bicaralah pada dokter agar luka mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sebab, terkadang luka yang muncul di kulit tidak semata-mata karena serangan dari serangga. Beda penyebab, tentu berbeda pula penanganan dan pengobatan yang harus dilakukan.

Baca juga: Cari Tahu Gangguan Kulit Psoriasis yang Enggak Nyaman

Kamu juga bisa memanfaatkan aplikasi Halodoc untuk menyampaikan kondisi terkini dari luka bekas serangan serangga pada dokter. Lewat Halodoc, kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan resep beli obat dan tips menjada kesehatan dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!