04 February 2019

Cari Tahu tentang Polutan Penyebab Kanker

Cari Tahu tentang Polutan Penyebab Kanker

Halodoc, Jakarta - Polutan adalah bahan pencemaran, misalnya sampah yang dapat  membuat lingkungan menjadi tidak sehat. Paparan polutan bisa datang dari mana saja, seperti tanah, air yang dipakai untuk minum, dan udara. Bahayanya polutan tersebut bisa menjadi penyebab kanker, terutama polutan yang sering masuk ke dalam tubuh melalui udara yang kita hirup.

Sudah sejak lama, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan polusi udara seperti asap kendaraan, asap pabrik, dan beberapa polusi lain adalah penyebab kanker. WHO meminta seluruh negara untuk lebih peduli terhadap kesehatan penduduknya dan mengambil tindakan untuk menanggulangi hal ini.

Selain itu, Badan Penelitian Kanker Internasional, IARC, merupakan bagian dari WHO, menetapkan polusi udara masuk dalam kategori yang sama dengan asap rokok, radiasi sinar matahari dan plutonium sebagai penyebab kanker. Setelah melakukan bermacam penelitian, IARC mengatakan bahwa polusi udara dapat menyebabkan efek negatif seperti gangguan jantung dan paru-paru. Selain itu, mereka juga menemukan bukti bahwa polutan adalah salah satu penyebab kanker paling nyata.

Baca Juga:  Datang Diam-Diam, 4 Kanker ini Sulit Dideteksi

Polusi udara sering dipisahkan menjadi polusi udara dalam ruang dan luar ruang. Keduanya  terbukti meningkatkan risiko kanker. Polusi udara dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru. Meskipun peningkatan risiko kanker kecil untuk individu, karena semua orang terpapar polusi udara, namun tetap saja ia memiliki efek penting pada populasi secara keseluruhan. Nah, berikut ini hal yang wajib kamu ketahui tentang bedanya polusi udara dalam dan luar ruang sebagai penyebab kanker yang wajib kamu waspadai:

Polusi Udara Luar Ruang

Polusi udara dapat menjadi penyebab kanker lebih besar dari faktor risiko lain, seperti merokok dan obesitas, tetapi polusi udara luar ruangan adalah hal yang mudah mempengaruhi semua orang.

Penelitian menunjukkan bahwa partikel kecil seperti debu - yang disebut 'partikel', atau PM - adalah bagian penting dari polusi udara. Partikel terkecil - kurang dari 2,5 juta meter, dikenal sebagai PM2.5 - yang diduga menjadi penyebab kanker paru-paru.

Tidak hanya itu, beberapa hal seperti asap kendaraan dan sisa pembakaran juga dikenal sebagai polutan penyebab kanker. Bahan tersebut antara lain nitrogen dioksida sebagai proses pembakaran seperti pemanas, pembangkit listrik, mesin kendaraan, dan kapal. Ada juga Sulfur dioksida (SO2) sebagai polutan yang dihasilkan dari pembakaran minyak dan batu bara atau peleburan biji mineral yang mengandung sulfur seperti dari pembangkit listrik dan kendaraan bermotor.

Faktanya, sulit bagi siapa pun untuk menghindari polusi udara sepenuhnya. Tetapi tidak perlu untuk menutup diri, kamu dapat memainkan peran dalam mengurangi tingkat polusi udara dengan mencoba menghindari menciptakan lebih banyak polusi. Caranya dengan menggunakan moda transportasi umum, memilih untuk berjalan kaki dan bersepeda.

Polusi Udara dalam Ruangan

Sementara itu, polusi udara dalam ruangan dapat memiliki banyak sumber, termasuk bahan bakar yang digunakan untuk menghangatkan rumah dan memasak, dan asap tembakau. Nah, jenis polusi udara dalam ruangan yang paling umum adalah perokok pasif bahkan untuk anak-anak sebagian besar paparan ini terjadi di rumah.

Perokok pasif meningkatkan risiko kanker dan penyakit lain, seperti penyakit jantung dan stroke, yang menyebabkan ribuan kematian setiap tahun.

Nah, jika kamu adalah seorang perokok, merokok di luar dapat membantu mengurangi paparan terhadap orang lain di rumah. Selain itu, cobalah untuk berhenti merokok demi kesehatan tubuhmu sendiri.

Baca Juga: Simpan Struk ATM bisa Bikin Orang Kena Kanker

Itulah bahaya polutan yang dapat menjadi penyebab kanker. Jika suatu hari kamu merasakan gejala penyakit seperti paru-paru, maka diskusikan ke dokter Halodoc. Komunikasikan dengan dokter dapat dilakukan dengan mudah melalui Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!