Cegah Kanker Kulit dengan Rajin Minum Kopi, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Cegah Kanker Kulit dengan Rajin Minum Kopi, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta - Kopi, yang belakangan ini identik dengan masyarakat urban, ternyata mempunyai banyak manfaat. Selain untuk menahan kantuk, minuman ini nyatanya juga dapat berdampak baik untuk kulit. Rutin mengonsumsi kopi pun mungkin dapat mencegah terjadinya kanker kulit.

Selama ini, kebanyakan orang merasakan dampak langsung dari minum kopi, seperti mendapatkan energi lebih dan membuat kamu lebih berkonsentrasi. Ternyata, terdapat dampak tidak langsung yang dapat berdampak baik bagi tubuh, yaitu mencegah kanker kulit. Berikut pembahasan mengenai hal tersebut!

Baca juga: 5 Ciri Awal Kanker Kulit yang Perlu Diwaspadai

Kopi Dapat Mencegah Kanker Kulit

Dengan menjamurnya coffee shop belakangan ini di ibukota, akses untuk membeli minuman yang identik dengan rasa pahit ini menjadi lebih mudah. Kebanyakan orang minum kopi agar dapat lebih berkonsentrasi dan mengatasi rasa kantuk yang timbul. Ternyata, terdapat dampak yang lebih besar daripada hal tersebut.

Minum kopi ternyata dapat membantu mencegah jenis kanker kulit yang paling umum menyerang. Disebutkan bahwa wanita yang mengonsumsi lebih dari tiga cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko sebesar 20 persen yang terserang karsinoma sel basal (BCC) dibandingkan wanita yang minum kurang dari satu cangkir per bulan.

Seorang pria yang meminum kopi lebih dari tiga cangkir dapat merasakan manfaat pada pengurangan hingga 9 persen dari risiko kanker kulit. Namun, seseorang yang mengonsumsi kopi tanpa kafein tidak mendapat manfaat untuk mencegah terjadinya risiko. Kemungkinan besar kafein adalah hal yang mencegah terjadinya kanker kulit.

Kopi dapat mencegah beberapa jenis kanker kulit yang dapat terjadi, yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Karsinoma sel basal adalah suatu jenis kanker kulit yang paling umum terjadi dan sekitar 90 persen orang mengalami kanker kulit jenis ini. Jika kamu ingin tahu lebih jauh tentang manfaat kopi untuk mencegah kanker kulit, dokter dari Halodoc dapat membantu kamu.

Baca juga: Kenali 9 Gejala Kanker Kulit yang Jarang Disadari

Kombinasi Kopi dan Olahraga

Kamu juga dapat mengombinasikan kebiasaan minum kopi dengan olahraga. Disebutkan bahwa minum secangkir kopi setelah joging pagi dapat berdampak baik bagi kulit. Kedua hal tersebut dapat melawan dampak negatif dari sinar matahari dan mencegah terjadinya kanker yang menyerang kulit. Selain itu, cara tersebut dapat membunuh sel pra-kanker pada tubuh.

Beberapa sel kulit yang rusak, atau pra-kanker, dapat mati secara alami melalui apoptosis. Hal tersebut adalah proses yang terjadi ketika tubuh memerintahkan sel yang rusak untuk mati. Walau begitu, tingkat kematian sel tersebut adalah yang paling tinggi pada seseorang yang minum kafein dan berolahraga.

Seseorang yang mengalami apoptosis ketika sel mengalami kerusakan disebabkan sinar matahari, maka perkembanganya menyebabkan kanker dapat dibatalkan. Namun, perbedaan paling dramatis terjadi pada seseorang yang mengonsumsi kopi dengan kandungan kafein dan rajin berolahraga.

Baca juga: Kenali 5 Ciri Kanker Kulit Basal Cell Carcinoma

Apakah Kopi Benar-Benar Efektif Mencegah Kanker Kulit?

Disebutkan bahwa rutin mengonsumsi kopi dapat berdampak besar pada penurunan risiko terjadinya kanker kulit jenis melanoma. Walau begitu, kamu tidak harus meningkatkan konsumsi kopi untuk mengurangi risiko dari kanker tersebut. Hal yang paling penting adalah melindungi diri dari radiasi sinar UV yang dihasilkan matahari.

Jangan lupa juga untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat. Jika kamu mengalami masalah kesehatan, hubungi saja dokter di Halodoc. Kamu juga bisa lho pesan obat di Halodoc. Tanpa repot, pesananmu akan diantarkan ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Tunggu apa lagi? Download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
WebMD.Diakses pada 2019.Coffee Fights Common Skin Cancer
Medicine Net.Diakses pada 2019.Coffee May Cut Your Risk for Common Form of Skin Cancer