14 January 2019

Cek Ketergantungan Obat untuk Mengetahui Kecanduan atau Penyakit?

Cek Ketergantungan Obat untuk Mengetahui Kecanduan atau Penyakit?

Halodoc, Jakarta - Obat merupakan sesuatu yang dikonsumsi untuk membantu tubuh mengatasi suatu penyakit. Setelah penyakit yang diidap sembuh, biasanya dokter pun akan menyarankan untuk menghentikan pemakaian, kecuali pada penyakit-penyakit tertentu yang membutuhkan konsumsi obat jangka panjang. Namun, bagaimana jika seseorang tidak dapat berhenti mengonsumsi obat tertentu karena ketergantungan atau kecanduan obat? Bagaimanakah efek bagi tubuh dan cara mengetahui apakah seseorang mengalami kecanduan obat?

Istilah ‘kecanduan obat’ kerap dikaitkan dengan penggunaan obat-obatan terlarang atau narkoba. Padahal, ketika kamu mengonsumsi obat-obatan melebihi dosis dan atau dalam waktu yang lama pun dapat dikatakan bahwa kamu telah kecanduan obat. Pada awalnya, obat tersebut mungkin digunakan sebagai upaya untuk mengatasi keluhan tertentu, atau menunjang aktivitas keseharian, seperti obat tidur atau obat antidepresan.

Baca juga: Ketergantungan Narkoba adalah Penyakit, Masa Sih?

Namun, jika digunakan terus-menerus dan kamu tidak bisa lepas dari obat tersebut, hati-hati, bisa jadi kamu sedang mengalami kecanduan obat. Jika demikian, kamu akan mengalami ketergantungan untuk terus mengonsumsi obat-obatan tertentu, sehingga tubuh pun mulai menyesuaikan diri dengan kehadiran obat tersebut. Alhasil, ketika memutuskan untuk berhenti mengonsumsinya, tubuh akan menghasilkan reaksi berbeda yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya suatu zat kimia yang telah menjadi kebiasaan dalam tubuh.

Apa Itu Cek Ketergantungan Obat?

Cek ketergantungan obat adalah suatu tes atau pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kecanduan obat pada seseorang. Pemeriksaan terhadap adanya kecanduan obat biasanya perlu dilakukan ketika seseorang memiliki suatu obat yang dikonsumsi dalam jangka panjang, dan mengalami gejala-gejala tidak nyaman ketika tidak atau berhenti mengonsumsi obat tersebut.

Beberapa gejala umum yang muncul ketika seseorang mengalami kecanduan obat berhenti mengonsumsi obat yang membuatnya ketergantungan adalah:

  • Sakit perut, mual, dan muntah.

  • Hilang kesadaran (pingsan).

  • Masalah pernapasan dan tekanan darah.

  • Nyeri dada.

  • Pupil mata membesar.

  • Tremor (gemetaran).

  • Kejang.

  • Halusinasi.

  • Diare.

  • Kulit seketika menjadi dingin dan berkeringat, serta panas dan kering.

Baca juga: Ini Beda Kecanduan dan Ketergantungan Obat

Tes ketergantungan obat biasanya dilakukan dengan mengambil sampel urine dan darah, serta melihat riwayat konsumsi obat seseorang. Untuk mendiagnosis gangguan penggunaan obat, sebagian besar profesional kesehatan mental menggunakan kriteria dalam Diagnostik dan Statistik Manual Gangguan Mental (DSM-5), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association. Setelah diduga mengalami kecanduan obat, hal yang dilakukan dokter selanjutnya adalah melakukan serangkaian terapi. Sebab, hingga saat ini, belum ada obat yang dapat digunakan untuk mengatasi kecanduan atau ketergantungan obat.

Penanganan terhadap kecanduan obat pun biasanya akan tergantung pada obat yang digunakan, serta gangguan medis atau mental yang terkait atau yang mungkin dimiliki. Secara umum, terdapat beberapa langkah terapi atau penanganan yang dapat dilakukan untuk kecanduan obat, sebagai berikut:

1. Detoksifikasi

Langkah pertama yang dilakukan dalam penanganan kecanduan obat adalah detoksifikasi. Langkah ini dilakukan untuk memungkinkan pengidap berhenti mengonsumsi obat secepat dan seaman mungkin. Dalam menjalani proses detoks, sebagian orang ada yang dapat melakukannya secara mandiri, dan sebagian lainnya ada yang perlu dirawat inap, tergantung tingkat keparahan ketergantungan yang dialami. Proses detoksifikasi dilakukan dengan cara menghentikan penggunaan obat yang membuat ketergantungan. Proses ini dapat dilakukan secara bertahap dengan mengurangi dosis, atau mengganti sementara dengan obat lain yang sejenis, tetapi yang dosisnya lebih rendah.

Baca juga: Ketergantungan Krim Dokter, Begini Cara Menghentikannya

2. Terapi Perilaku

Sebagai bagian dari program perawatan ketergantungan obat, terapi perilaku (suatu bentuk psikoterapi), dapat dilakukan oleh psikolog atau psikiater. Terapi ini dilakukan untuk:

  • Membantu mengembangkan cara-cara untuk mengatasi hasrat mengonsumsi obat.

  • Menyarankan strategi untuk menghindari obat dan mencegah kekambuhan.

  • Memberi saran bagaimana menangani kekambuhan.

Itulah sedikit penjelasan tentang kecanduan obat dan tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksinya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!