14 February 2019

Perlu Tahu, Ini Dampak Perceraian pada Kesehatan

Perlu Tahu, Ini Dampak Perceraian pada Kesehatan

Halodoc, Jakarta – Ada banyak alasan kenapa orang bisa mengalami perceraian. Meskipun dengan alasan yang berbeda, nyatanya dampak perceraian pada orang hampir sama yaitu meninggalkan kepahitan serta sebuah situasi yang menyakitkan dan sulit, baik secara fisik maupun mental.

Penelitian menunjukkan bahwa perceraian dapat berdampak serius pada semua hal, mulai dari kebiasaan tidur hingga perasaan. Mengetahui tentang kondisi-kondisi tersebut dan dampaknya pada mental dan fisik, maka ada baiknya buat pasangan yang baru mengalami perceraian untuk menggali lebih banyak dampak perceraian terhadap kesehatan.

  1. Kegelisahan

Biasanya setelah perceraian, tingkat kecemasan melesat tinggi. Ini dikatakan oleh Fran Walfish, PsyD, psikoterapis dari Beverly Hills.  Akan muncul perasaan kalau kamu sendiri di dunia ini dan tak punya teman. Ada banyak ketidakpastian yang dapat menyebabkan rasa tidak aman. Ini semua tergantung pada situasinya sebagai dampak dari perceraian tersebut.

Kamu mungkin tiba-tiba harus pindah, mendapatkan pekerjaan baru, dan bertahan hidup dengan uang lebih sedikit daripada sebelumnya. Anak-anak mungkin perlu pindah sekolah atau terbiasa dengan pengaturan bolak-balik dengan kamu dan mantan.

Baca juga: 5 Tips Untuk Tetap Bahagia Usai Perceraian

Kecemasan kadang-kadang dapat memanifestasikan dirinya dalam mengendalikan perilaku, seperti mengirim ribuan pesan kepada pengacara perceraian atau mendadak mengosongkan rekening bank bersama untuk mencoba mengambil alih keuangan.

  1. Perubahan Berat Badan yang drastis

Penambahan ataupun pengurangan berat badan secara signifikan setelah perceraian sangat mungkin terjadi. Beberapa orang beralih ke makanan yang menenangkan karena donat atau ayam goreng mungkin untuk sementara memberikan kebahagiaan. Bagi yang lain, perceraian memiliki efek sebaliknya, di mana kehilangan nafsu makan.

  1. Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik terjadi ketika kamu memiliki beberapa kondisi berbahaya sekaligus, termasuk tekanan darah tinggi, gula darah, lemak perut berlebih, dan kolesterol tinggi. Ini meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine, menemukan bahwa wanita yang bercerai serta perempuan yang menjanda atau berada dalam pernikahan yang tidak bahagia, lebih mungkin mengembangkan sindrom metabolik daripada perempuan yang menikah dan bahagia.

Baca juga: Ternyata, Hubungan Intim Bisa Bakar Kalori Tubuh

  1. Depresi

Setelah pernikahan bubar, banyak orang merasa gagal. Apalagi ketika pasangan ketahuan berselingkuh, informasi ini mungkin membuatnya jatuh dalam keputusasaan dan menghancurkan kepercayaan dirinya. Karenanya, orang-orang yang mengalami perceraian butuh dukungan dari lingkungan terdekat untuk kembali maju dan memulai hal baru dalam hidupnya.

  1. Penyakit kardiovaskular

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Marriage and Family, menemukan bahwa laki-laki dan perempuan paruh baya memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular, setelah melalui perceraian dibandingkan dengan orang yang menikah pada usia yang sama.

Baca juga: Nikah Muda Boleh, Tapi Ketahui Dulu 4 Fakta Ini

Juga terungkap bahwa perempuan paruh baya yang bercerai lebih mungkin mengembangkan penyakit kardiovaskular daripada pria paruh baya yang bercerai. Ini disebabkan karena tekanan perceraian mengarah pada tingkat peradangan yang lebih tinggi pada perempuan. Ini disampaikan oleh Mark D. Hayward, profesor sosiologi di University of Texas di Austin.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai dampak perceraian pada kesehatan serta informasi seputar kesehatan lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.