• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fakta di Balik Darah Haid yang Hitam

Fakta di Balik Darah Haid yang Hitam

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Fakta di Balik Darah Haid yang Hitam

Halodoc, Jakarta – Haid adalah kondisi normal yang menandai bahwa wanita tersebut dalam masa subur dan mampu bereproduksi. Selama mengalami haid, wanita mengeluarkan darah-darah yang luruh dari dinding-dinding rahim. 

Warna darah yang dikeluarkan dapat berbeda-beda tergantung waktu dan kondisi kesehatannya. Di hari-hari awal haid, wanita biasanya mengeluarkan darah berwarna merah. Mendekati selesainya siklus haid, warna darah bisa berubah. Lantas, normalkah jika wanita yang sedang haid mengeluarkan darah berwarna hitam?

Darah Haid Hitam adalah Kondisi Normal

Jangan panik dulu saat darah haid yang keluar berwarna hitam, karena darah haid terkadang memang bisa berwarna cokelat gelap atau bahkan hampir hitam. Darah haid berwarna cokelat kehitaman ini biasanya masih merupakan kondisi yang normal.

Selama mengalami siklus haid, warna dan konsistensi darah wanita dapat berubah-ubah. Darah haid yang keluar bisa cair dan sedikit, tetapi bisa juga kental dan keluar dengan deras atau banyak.

Baca juga: Berapa Lama Batas Telat Haid yang Perlu Diwaspadai?

Warna darah haid bermacam-macam, kadang berwarna merah terang, cokelat, atau berwarna gelap. Biasanya, darah yang muncul menjelang siklus haid berakhir memang berwarna cokelat gelap dan hampir hitam.

Pada anak perempuan yang baru pertama kali haid, wanita yang sedang menggunakan alat kontrasepsi, atau wanita yang mendekati masa menopause, terkadang dapat mengeluarkan bercak darah berwarna cokelat walaupun sedang tidak haid.

Penyebab munculnya bercak tersebut bisa jadi merupakan gejala PMS, sisa darah haid, tanda adanya kehamilan, cedera vagina akibat penetrasi, hasil pemasangan alat kontrasepsi, baru melakukan pap smear, atau gejala perimenopause. 

Mengapa Darah Haid Bisa Berwarna Hitam?

Kamu tidak perlu khawatir apabila darah haid yang keluar berwarna cokelat kehitaman. Alasan darah haid berwarna hitam adalah karena darah haid tersebut sudah tinggal cukup lama di dalam rahim, sehingga ketika keluar berwarna cokelat kehitaman.

Jadi, ketika tubuh meluruhkan lapisan rahim pada awal-awal masa haid, darah yang keluar biasanya masih berwarna merah terang. Namun, di akhir siklus haid, darah yang keluar merupakan darah tua yang sudah lama tersimpan, sehingga sangat mungkin untuk berubah warna. Walaupun darah haid yang berwarna hitam biasanya merupakan hal normal, ada masalah kesehatan tertentu yang menyebabkan darah haid berwarna hitam.

Keguguran, uterus yang tidak kembali ke ukuran aslinya setelah meregang saat hamil, terhambatnya aliran darah dari uterus ke vagina, atau menopause adalah penyebab haid berwarna hitam. 

Baca juga: Wanita Harus Tahu, Inilah Komplikasi Akibat Amenorrhea

Gangguan hormon yang sifatnya tidak permanen juga dapat menyebabkan perubahan warna darah haid. Penyebab terjadinya gangguan hormon bermacam-macam, bisa karena pola makan yang tidak sehat atau stres.

Jadi, darah haid yang berwarna hitam masih termasuk kondisi yang normal. Kamu tidak perlu khawatir dengan perubahan warna darah haid ini. Jika perubahan warna darah haid disertai oleh gejala lain seperti vagina terasa perih atau gatal, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Baca juga: Siklus Menstruasi Tidak Normal, Kapan Harus ke Dokter?

Melalui pemeriksaan diri ke dokter kandungan, kamu dapat memastikan ada tidaknya masalah dengan organ reproduksi. Informasi selengkapnya mengenai siklus haid bisa ditanyakan melalui aplikasi Halodoc. Kalau kamu mau membeli pembalut atau produk kesehatan lainnya juga bisa lewat Halodoc ya! 

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2021. Black, Brown, Bright Red, and More: What Does Each Period Blood Color Mean?.
Medical News Today. Diakses pada 2021. What does the color of period blood mean?