Ketahui Diagnosis Rhinosinusitis dengan Nasal Endoskopi

Ketahui Diagnosis Rhinosinusitis dengan Nasal Endoskopi

Halodoc, Jakarta – Nasal endoskopi alias rinoskopi adalah prosedur medis yang dilakukan oleh dokter spesialis THT atau otolaringologi. Pemeriksaan ini merupakan salah satu jenis endoskopi, yaitu prosedur pemeriksaan medis yang masuk dalam kategori invasif minimal.

Jenis pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan alat berupa selang tipis dan kaku dengan serat kabel optik. Alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan ini terhubung dengan kamera dan sumber cahaya.

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui Tentang Rhinitis

Peralatan yang digunakan tersebut nantinya akan menampilkan gambar dari bagian tubuh yang diperiksa pada layar yang juga sudah disediakan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi serta mendiagnosis gangguan kesehatan pada bagian telinga, hidung, maupun tenggorokan. Salah satu penyakit yang bisa didiagnosis pada pemeriksaan ini adalah rhinosinusitis. 

Penyakit ini ditandai dengan gejala khas, seperti bersin-bersin, hidung tersumbat atau bahkan berair, serta hidung gatal. Rhinosinusitis juga sering ditandai dengan berkurangnya sensitivitas indera penciuman, muncul demam, sakit kepala, serta sensasi nyeri pada wajah. 

Selain penyakit rhinosinusitis, ada beberapa gangguan kesehatan lain yang juga bisa dideteksi dengan pemeriksaan nasal endoskopi, di antaranya mimisan, polip hidung, tumor pada hidung, serta kehilangan kemampuan untuk mencium. Nasal endoskopi akan membantu dokter dalam mendapatkan rincian spesifik seputar gangguan yang terjadi, misalnya apakah ada area pembengkakan jaringan hidung atau ada atau tidak perdarahan. 

Nasal endoskopi juga bisa mendeteksi adanya kanker atau tumor pada rongga hidung dan ruang disekitarnya. Dokter sering menggunakan prosedur ini untuk pengobatan pada anak, seperti mengambil benda asing yang masuk ke hidung. Nasal endoskopi juga digunakan untuk mengevaluasi perawatan terhadap gangguan kesehatan tertentu, terutama pada area hidung, telinga, ataupun tenggorokan.

Baca juga: Apakah Sinusitis Harus Selalu Dioperasi?

Cara Mendiagnosis Rhinosinusitis dengan Nasal Endoskopi

Mendeteksi rhinosinusitis dengan nasal endoskopi bisa dilakukan di rumah sakit yang menunjang. Sebelum melakukan pemeriksaan ini, kamu akan diberikan anestesi atau semprotan mati rasa dan cairan dekongestan topikal pada lubang hidung. Kemudian, dokter akan memasukkan alat endoskop melalui satu sisi hidung. Kamu mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman saat alat ini dimasukkan ke dalam lubang hidung. 

Dokter akan menanyakan apakah alat terasa sangat mengganggu atau tidak. Jika iya, kamu mungkin akan mendapat lebih banyak anestesi agar pemeriksaan bisa berjalan lancar. Setelah semua dirasa pas, alat akan didorong lebih ke dalam untuk melihat bagian rongga hidung dan sinus. 

Setelah selesai pada satu lubang hidung, pemeriksaan akan dilakukan pada bagian hidung lainnya. Mimisan atau keluar darah dari hidung bisa saja terjadi setelah pemeriksaan ini. 

Nasal endoskopi sebenarnya merupakan prosedur pemeriksaan yang terbilang aman. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan muncul efek samping atau komplikasi. Meski jarang terjadi, komplikasi yang biasanya muncul dari pemeriksaan nasal endoskopi adalah mimisan, pingsan, reaksi alergi atau reaksi lain terkait anestesi atau dekongestan. 

Segera diskusikan dengan dokter jika merasakan gejala muncul efek samping dari pemeriksaan ini ini. Dengan begitu, risiko atau komplikasi yang lebih berbahaya bisa dihindari. 

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Sinusitis di Rumah

Nah, itulah prosedur diagnosis rhinosinusitis dengan nasal endoskopi. Bila kamu ingin mengetahui tentang prosedur pemeriksaan ini lebih jauh, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.