Diare Disertai Darah, Hati-Hati Gejala Terinfeksi Shigella

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Diare Disertai Darah, Hati-Hati Gejala Terinfeksi Shigella

Halodoc, Jakarta - Infeksi shigella atau disebut juga shigellosis merupakan penyakit yang menyerang usus. Gangguan pencernaan ini terjadi karena peranan dari bakteri Shigella. Diare berdarah menjadi gejala utama dan paling khas dari gangguan kesehatan ini, biasanya keluar disertai dengan darah. Anak berusia di bawah 5 tahun rentan terserang penyakit ini, meski bisa juga terjadi pada semua usia.

Infeksi shigella bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan bakteri yang mengontaminasi feses. Penularan bisa terjadi melalui makanan atau minuman yang turut terkontaminasi. Pada kasus infeksi yang ringan, gejala hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu sekitar satu minggu. Jika membutuhkan pengobatan, dokter biasanya memberikan antibiotik.

Diare Berdarah, Gejala Khas dari Infeksi Shigella

Tubuh yang terinfeksi oleh bakteri Shigella mengalami gejala antara 1 hingga 2 hari setelah kontak langsung terjadi. Gejala utama yang terjadi adalah badan terasa lemas, kejang, diare berdarah, demam, sakit perut, dan selalu ingin buang air besar bahkan ketika perut terasa kosong. Pada beberapa orang, gejala bisa tidak muncul.

Baca juga: Waspada Anak Terkena Infeksi Shigella

Gejala ini biasanya berlangsung antara 5 hingga 7 hari, tetapi beberapa orang bisa mengalami gejala shigella dari beberapa hari hingga lebih dari 4 minggu. Pada kondisi yang sangat jarang terjadi, infeksi shigella bisa menunjukkan gejala:

  • Artritis pasca-infeksi. Sekitar dua persen orang yang terinfeksi shigella jenis flexneri akan mengalami gejala ini yang menyebabkan nyeri sendi, iritasi mata, dan sakit ketika buang air kecil. Pasalnya, kondisi ini bisa terjadi dalam waktu beberapa bulan bahkan bertahun-tahun dan dapat mengakibatkan radang sendi kronis.

  • Infeksi aliran darah. Pengidap shigellosis juga bisa mendapatkan infeksi aliran darah karena kuman shigella yang masuk ke aliran darah ketika shigellosis merusak lapisan usus. Infeksi ini paling sering terjadi pada orang-orang yang memiliki imunitas tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV, kanker, atau gizi buruk.

  • Kejang. Beberapa anak yang memiliki shigellosis tidak hanya mengalami diare berdarah, tetapi juga kejang. Namun, ini bisa hilang dengan sendirinya. Anak-anak yang mengalami kejang biasanya disertai dengan demam tinggi atau elektrolit dalam darah abnormal.

  • Sindrom uremik-hemolitik. Terjadi ketika bakteri masuk ke dalam sistem pencernaan dan menghasilkan racun yang menghancurkan sel darah merah.

Baca juga: Hal yang Terjadi Saat Ibu Hamil terkena Infeksi Shigella

Bagaimana Pencegahannya?

Pengobatan shigella masih terus dilakukan dengan cara mengembangkan vaksin, meski belum tersedia sepenuhnya. Meski begitu, kamu bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan untuk mengantisipasi terjadinya infeksi. Cuci tangan setiap selesai beraktivitas dan sebelum makan serta setelah memakai toilet mutlak diperlukan. Hindari menyentuh atau berdekatan dengan benda-benda atau orang yang mengidap infeksi shigella ini.

Tidak lupa, jauhkan diri dan hindari melakukan kontak seksual dengan orang yang sedang diare atau baru sembuh dari diare, terutama diare berdarah. Kamu perlu tahu bahwa penularan infeksi shigella berlangsung cepat, sehingga tindakan pencegahan sudah sepantasnya dilakukan.

Baca juga: Ketahui Faktor yang Meningkatkan Risiko Terkena Infeksi Shigella

Jika kamu ingin menanyakan hal lain seputar infeksi ini, atau mengalami diare berdarah yang mengarah pada gangguan kesehatan ini, kamu bisa segera bertanya pada dokter agar bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Supaya kamu lebih mudah bertanya jawab, coba download aplikasi Halodoc dan pilih Tanya Dokter. Jangan khawatir, aplikasi Halodoc bisa membantumu lebih sehat dengan lebih mudah dan cepat.